Kamis, 3 April 2025
spot_img

Buntut Grasi Kasus Pedofil

Presiden Hungaria Pilih Mundur

BUDAPEST (RIAUPOS.CO) – KATALIN NOVAK harus melepas jabatannya sebagai presiden Hungaria. Keputusan pengunduran diri itu disiarkan langsung di televisi pada Sabtu (10/2) lalu. Langkah tersebut diambil akibat tekanan politik.

Novak ketahuan memberikan grasi kepada pria yang dihukum karena menutupi kasus pelecehan seksual terhadap anak di panti asuhan. Dalam pidatonya, Novak meminta maaf kepada para korban. ’’Saya melakukan kesalahan, karena pengampunan dan kurangnya alasan dapat memicu keraguan tentang toleransi nol yang berlaku terhadap pedofilia,’’ katanya, seperti dikutip BBC.

Posisi Novak sangat mungkin digantikan Ketua Parlemen Hungaria Laszlo Kover untuk sementara. Dia merupakan sekutu Perdana Menteri Victor Orban. Belum diketahui kapan parlemen memilih presiden yang baru.

Baca Juga:  Israel Bom Rumah Warga dan Masjid

Mantan Menteri Kehakiman Judit Varga yang menyetujui grasi itu juga mengundurkan diri. Dia melepas jabatannya saat ini sebagai pemimpin kampanye pemilu Eropa untuk Partai Fidesz yang digawangi Orban.

Pemberian grasi itu sejatinya dilakukan April 2023 lalu. Namun, baru ramai sekarang setelah muncul pemberitaan situs berita lokal 444.hu. Saat itu ada 25 orang yang diampuni sebagai bagian dari kunjungan Paus Fransiskus ke Hungaria.

Salah satu yang mendapat grasi adalah mantan wakil direktur panti asuhan dekat Budapest. Dia dipenjara 3 tahun setelah memaksa anak-anak untuk mencabut tudingan pelecehan yang dilakukan direktur panti tersebut. Direktur itu sendiri divonis 8 tahun penjara karena kasus terkait.

Fakta tersebut memicu kemarahan. Massa dan oposisi di Hungaria menyerukan agar Novak mengundurkan diri. Politico mengungkapkan, setidaknya seribu orang berdemo di depan kediaman resmi Novak pada Jumat (9/2).(sha/bay/esi)

Baca Juga:  Penghentian Dukungan Keuangan ke UNRWA Memperburuk Situasi di Palestina

Laporan JPG, Budapest

BUDAPEST (RIAUPOS.CO) – KATALIN NOVAK harus melepas jabatannya sebagai presiden Hungaria. Keputusan pengunduran diri itu disiarkan langsung di televisi pada Sabtu (10/2) lalu. Langkah tersebut diambil akibat tekanan politik.

Novak ketahuan memberikan grasi kepada pria yang dihukum karena menutupi kasus pelecehan seksual terhadap anak di panti asuhan. Dalam pidatonya, Novak meminta maaf kepada para korban. ’’Saya melakukan kesalahan, karena pengampunan dan kurangnya alasan dapat memicu keraguan tentang toleransi nol yang berlaku terhadap pedofilia,’’ katanya, seperti dikutip BBC.

Posisi Novak sangat mungkin digantikan Ketua Parlemen Hungaria Laszlo Kover untuk sementara. Dia merupakan sekutu Perdana Menteri Victor Orban. Belum diketahui kapan parlemen memilih presiden yang baru.

Baca Juga:  Hizbullah Serang Balik Israel

Mantan Menteri Kehakiman Judit Varga yang menyetujui grasi itu juga mengundurkan diri. Dia melepas jabatannya saat ini sebagai pemimpin kampanye pemilu Eropa untuk Partai Fidesz yang digawangi Orban.

Pemberian grasi itu sejatinya dilakukan April 2023 lalu. Namun, baru ramai sekarang setelah muncul pemberitaan situs berita lokal 444.hu. Saat itu ada 25 orang yang diampuni sebagai bagian dari kunjungan Paus Fransiskus ke Hungaria.

Salah satu yang mendapat grasi adalah mantan wakil direktur panti asuhan dekat Budapest. Dia dipenjara 3 tahun setelah memaksa anak-anak untuk mencabut tudingan pelecehan yang dilakukan direktur panti tersebut. Direktur itu sendiri divonis 8 tahun penjara karena kasus terkait.

Fakta tersebut memicu kemarahan. Massa dan oposisi di Hungaria menyerukan agar Novak mengundurkan diri. Politico mengungkapkan, setidaknya seribu orang berdemo di depan kediaman resmi Novak pada Jumat (9/2).(sha/bay/esi)

Baca Juga:  Temuan Kuburan Massal di Gaza, PBB Desak Gelar Penyelidikan Independen

Laporan JPG, Budapest

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Buntut Grasi Kasus Pedofil

Presiden Hungaria Pilih Mundur

BUDAPEST (RIAUPOS.CO) – KATALIN NOVAK harus melepas jabatannya sebagai presiden Hungaria. Keputusan pengunduran diri itu disiarkan langsung di televisi pada Sabtu (10/2) lalu. Langkah tersebut diambil akibat tekanan politik.

Novak ketahuan memberikan grasi kepada pria yang dihukum karena menutupi kasus pelecehan seksual terhadap anak di panti asuhan. Dalam pidatonya, Novak meminta maaf kepada para korban. ’’Saya melakukan kesalahan, karena pengampunan dan kurangnya alasan dapat memicu keraguan tentang toleransi nol yang berlaku terhadap pedofilia,’’ katanya, seperti dikutip BBC.

Posisi Novak sangat mungkin digantikan Ketua Parlemen Hungaria Laszlo Kover untuk sementara. Dia merupakan sekutu Perdana Menteri Victor Orban. Belum diketahui kapan parlemen memilih presiden yang baru.

Baca Juga:  Hak Angket Digulirkan PDIP, PKS dan PKB

Mantan Menteri Kehakiman Judit Varga yang menyetujui grasi itu juga mengundurkan diri. Dia melepas jabatannya saat ini sebagai pemimpin kampanye pemilu Eropa untuk Partai Fidesz yang digawangi Orban.

Pemberian grasi itu sejatinya dilakukan April 2023 lalu. Namun, baru ramai sekarang setelah muncul pemberitaan situs berita lokal 444.hu. Saat itu ada 25 orang yang diampuni sebagai bagian dari kunjungan Paus Fransiskus ke Hungaria.

Salah satu yang mendapat grasi adalah mantan wakil direktur panti asuhan dekat Budapest. Dia dipenjara 3 tahun setelah memaksa anak-anak untuk mencabut tudingan pelecehan yang dilakukan direktur panti tersebut. Direktur itu sendiri divonis 8 tahun penjara karena kasus terkait.

Fakta tersebut memicu kemarahan. Massa dan oposisi di Hungaria menyerukan agar Novak mengundurkan diri. Politico mengungkapkan, setidaknya seribu orang berdemo di depan kediaman resmi Novak pada Jumat (9/2).(sha/bay/esi)

Baca Juga:  Pemilu Lokal Inggris Menangkan Sadiq Khan Konservatif Kalah Telak

Laporan JPG, Budapest

BUDAPEST (RIAUPOS.CO) – KATALIN NOVAK harus melepas jabatannya sebagai presiden Hungaria. Keputusan pengunduran diri itu disiarkan langsung di televisi pada Sabtu (10/2) lalu. Langkah tersebut diambil akibat tekanan politik.

Novak ketahuan memberikan grasi kepada pria yang dihukum karena menutupi kasus pelecehan seksual terhadap anak di panti asuhan. Dalam pidatonya, Novak meminta maaf kepada para korban. ’’Saya melakukan kesalahan, karena pengampunan dan kurangnya alasan dapat memicu keraguan tentang toleransi nol yang berlaku terhadap pedofilia,’’ katanya, seperti dikutip BBC.

Posisi Novak sangat mungkin digantikan Ketua Parlemen Hungaria Laszlo Kover untuk sementara. Dia merupakan sekutu Perdana Menteri Victor Orban. Belum diketahui kapan parlemen memilih presiden yang baru.

Baca Juga:  Penghentian Dukungan Keuangan ke UNRWA Memperburuk Situasi di Palestina

Mantan Menteri Kehakiman Judit Varga yang menyetujui grasi itu juga mengundurkan diri. Dia melepas jabatannya saat ini sebagai pemimpin kampanye pemilu Eropa untuk Partai Fidesz yang digawangi Orban.

Pemberian grasi itu sejatinya dilakukan April 2023 lalu. Namun, baru ramai sekarang setelah muncul pemberitaan situs berita lokal 444.hu. Saat itu ada 25 orang yang diampuni sebagai bagian dari kunjungan Paus Fransiskus ke Hungaria.

Salah satu yang mendapat grasi adalah mantan wakil direktur panti asuhan dekat Budapest. Dia dipenjara 3 tahun setelah memaksa anak-anak untuk mencabut tudingan pelecehan yang dilakukan direktur panti tersebut. Direktur itu sendiri divonis 8 tahun penjara karena kasus terkait.

Fakta tersebut memicu kemarahan. Massa dan oposisi di Hungaria menyerukan agar Novak mengundurkan diri. Politico mengungkapkan, setidaknya seribu orang berdemo di depan kediaman resmi Novak pada Jumat (9/2).(sha/bay/esi)

Baca Juga:  Israel Bom Rumah Warga dan Masjid

Laporan JPG, Budapest

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari