Rabu, 19 Juni 2024

Raline Shah Bicara Asmara, yang Takut Bisa Pergi

PERCAYA dan nyaman dengan diri sendiri. Begitulah cara yang tepat untuk menggambarkan Raline Shah. Status lajang tidak menjadi hal yang membebani aktris film Orang Kaya Baru itu. Raline justru masih ingin bereksplorasi dalam kariernya sebagai aktris.

Terbaru, Raline berperan sebagai Dina dalam serial web Dating Queen yang berkisah tentang kehidupan percintaan di aplikasi kencan. Kepada Jawa Pos, Raline berbicara tentang asmara dan kriteria pria idamannya.

- Advertisement -

 

Selain populer, Raline sudah mapan dari segi finansial dan karier. Apa yang menjadi goal hidup Raline saat ini?

Bisa lebih berdamai lagi dengan diri saya dan teman-teman saya, lebih produktif, lebih fokus ke keluarga, lebih dekat dengan Tuhan, serta lebih mapan lagi.

- Advertisement -

 

Apakah sudah memikirkan pasangan?

Pernikahan nggak usah diburu-buru. Kita semua punya jalan hidup yang berbeda-beda. Coba dilihat lagi, kebutuhan kita untuk mencari pasangan hidup dan menikah itu apa? Setiap perempuan mempunyai kebutuhan yang berbeda, entah finansial atau status sosial. Itu harus jelas dulu.

 

Lalu, bagaimana tanggapan Raline soal penilaian masyarakat yang bilang bahwa semakin mapan perempuan semakin sulit mendapat jodoh?

Ya, itulah kultur kita. Mungkin karena nggak bisa nerima pemberdayaan perempuan dan katanya bikin cowok-cowok takut sama kita. Ya, bagus lah, yang takut bisa pergi. Padahal, banyak sekali lho dampak positif memberdayakan diri sendiri. Sebagai perempuan, kami juga punya pilihan, hak, harga diri, dan kewajiban.

Baca Juga:  Suaminya Antar Jemaah Calon Haji, Fitri Carlina: Kesempatan Luar Biasa

 

Apa yang membuat Raline tetap tenang dan santai menikmati masa-masa lajang?

Kadang-kadang kebutuhan dan keinginan kita itu tidak berasal dari dalam diri. Melainkan, tekanan dari orang tua atau masyarakat. Jadi, hiduplah sesuai dengan cara pandang kita. Saya berusia 37 tahun dan belum menikah, itu perjalanan saya. Semua punya waktu dan perjalanan masing-masing. Toh, kita dapat pekerjaan dan meninggal pada waktu yang berbeda-beda.

 

Lalu, bagaimana dengan keluarga? Apa Raline pernah diburu-buru segera menikah oleh orang tua?

Keluarga saya itu sangat suportif. Ibu dan bapak saya juga sangat pengertian. Mereka benar-benar kenal saya karena tahu saya menjalani semua ini dengan amat serius. Mereka sangat respek dan enggak pernah nge-push saya. Mungkin sudah give up kali ya, jadi membebaskan pilihan (jodoh, red) saya.

 

Bagaimana perjalanan Raline sampai akhirnya bisa nyaman dengan prinsip dan keyakinan tersebut?

Proses healing itu terjadi saat kita bisa memperbaiki diri atau menemukan jati diri kita dengan melewati suatu pengalaman yang sangat sakit. Bukan pengalaman menyenangkan yang bikin kita bertumbuh, melainkan sesuatu yang menyakitkan. Saya sudah melewati itu dan bersyukur dengan kesakitan itu saya bisa melihat semua hal dengan lebih jelas, nyata, dan realistis.

 

Raline punya standar khusus untuk mencari calon pasangan?

Oh, iya. Menurut saya, selektif sangat penting. Karena wawasan saya sudah luas dan mapan, saya harus memilih laki-laki yang memang cocok untuk saya.

Baca Juga:  Felicya Angelista Melahirkan Anak Perempuan

 

Sebetulnya laki-laki yang bagaimana sih yang Raline inginkan menjadi pasangan?

Pastinya yang ideal, ya. Terus, seiman, bisa bikin saya ketawa, dan hal-hal lain yang saya nggak punya dalam diri saya. Bertanggung jawab juga, perhatian, peduli terhadap keluarga saya, anak-anak saya, dan masa depan mereka. Kalau seperti finansial atau status sosial, saya rasa nggak butuh lagi.

 

Apa pesan yang ingin Raline sampaikan untuk perempuan di luar sana yang mengalami gejolak batin karena diburu-buru menikah?

Saya ingin memotivasi perempuan Indonesia, terutama yang seumuran saya, bahwa masih ada karier yang bisa dicapai dan jati diri yang dicari. Jadi, kenapa nggak mencapai yang itu dulu? Dengan itu semua, kita (perempuan) juga mempunyai opsi lebih. Beranilah memperluas wawasan supaya kita bisa memilih pasangan dengan objektif. Jangan mencari hanya karena kesepian.

 

Beberapa waktu lalu, sempat ramai tagar #RalineonDatingApp. Apa itu Raline?

 

Nggak benar. Saya mau menegaskan bahwa saya tidak memakai aplikasi dating apa pun di Indonesia. Saya memang sempat download aplikasi dating waktu sekolah akting di Amerika Serikat untuk kebutuhan series demi bisa masuk ke karakter yang saya perankan. Tapi, sekarang sih tidak ada lagi.

 

Sumber: Jawa Pos

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

PERCAYA dan nyaman dengan diri sendiri. Begitulah cara yang tepat untuk menggambarkan Raline Shah. Status lajang tidak menjadi hal yang membebani aktris film Orang Kaya Baru itu. Raline justru masih ingin bereksplorasi dalam kariernya sebagai aktris.

Terbaru, Raline berperan sebagai Dina dalam serial web Dating Queen yang berkisah tentang kehidupan percintaan di aplikasi kencan. Kepada Jawa Pos, Raline berbicara tentang asmara dan kriteria pria idamannya.

 

Selain populer, Raline sudah mapan dari segi finansial dan karier. Apa yang menjadi goal hidup Raline saat ini?

Bisa lebih berdamai lagi dengan diri saya dan teman-teman saya, lebih produktif, lebih fokus ke keluarga, lebih dekat dengan Tuhan, serta lebih mapan lagi.

 

Apakah sudah memikirkan pasangan?

Pernikahan nggak usah diburu-buru. Kita semua punya jalan hidup yang berbeda-beda. Coba dilihat lagi, kebutuhan kita untuk mencari pasangan hidup dan menikah itu apa? Setiap perempuan mempunyai kebutuhan yang berbeda, entah finansial atau status sosial. Itu harus jelas dulu.

 

Lalu, bagaimana tanggapan Raline soal penilaian masyarakat yang bilang bahwa semakin mapan perempuan semakin sulit mendapat jodoh?

Ya, itulah kultur kita. Mungkin karena nggak bisa nerima pemberdayaan perempuan dan katanya bikin cowok-cowok takut sama kita. Ya, bagus lah, yang takut bisa pergi. Padahal, banyak sekali lho dampak positif memberdayakan diri sendiri. Sebagai perempuan, kami juga punya pilihan, hak, harga diri, dan kewajiban.

Baca Juga:  Windy Raih Penghargaan Busana Terbaik

 

Apa yang membuat Raline tetap tenang dan santai menikmati masa-masa lajang?

Kadang-kadang kebutuhan dan keinginan kita itu tidak berasal dari dalam diri. Melainkan, tekanan dari orang tua atau masyarakat. Jadi, hiduplah sesuai dengan cara pandang kita. Saya berusia 37 tahun dan belum menikah, itu perjalanan saya. Semua punya waktu dan perjalanan masing-masing. Toh, kita dapat pekerjaan dan meninggal pada waktu yang berbeda-beda.

 

Lalu, bagaimana dengan keluarga? Apa Raline pernah diburu-buru segera menikah oleh orang tua?

Keluarga saya itu sangat suportif. Ibu dan bapak saya juga sangat pengertian. Mereka benar-benar kenal saya karena tahu saya menjalani semua ini dengan amat serius. Mereka sangat respek dan enggak pernah nge-push saya. Mungkin sudah give up kali ya, jadi membebaskan pilihan (jodoh, red) saya.

 

Bagaimana perjalanan Raline sampai akhirnya bisa nyaman dengan prinsip dan keyakinan tersebut?

Proses healing itu terjadi saat kita bisa memperbaiki diri atau menemukan jati diri kita dengan melewati suatu pengalaman yang sangat sakit. Bukan pengalaman menyenangkan yang bikin kita bertumbuh, melainkan sesuatu yang menyakitkan. Saya sudah melewati itu dan bersyukur dengan kesakitan itu saya bisa melihat semua hal dengan lebih jelas, nyata, dan realistis.

 

Raline punya standar khusus untuk mencari calon pasangan?

Oh, iya. Menurut saya, selektif sangat penting. Karena wawasan saya sudah luas dan mapan, saya harus memilih laki-laki yang memang cocok untuk saya.

Baca Juga:  Hanya dalam 11 Hari, KKN di Desa Penari Raup 3,7 Juta Penonton

 

Sebetulnya laki-laki yang bagaimana sih yang Raline inginkan menjadi pasangan?

Pastinya yang ideal, ya. Terus, seiman, bisa bikin saya ketawa, dan hal-hal lain yang saya nggak punya dalam diri saya. Bertanggung jawab juga, perhatian, peduli terhadap keluarga saya, anak-anak saya, dan masa depan mereka. Kalau seperti finansial atau status sosial, saya rasa nggak butuh lagi.

 

Apa pesan yang ingin Raline sampaikan untuk perempuan di luar sana yang mengalami gejolak batin karena diburu-buru menikah?

Saya ingin memotivasi perempuan Indonesia, terutama yang seumuran saya, bahwa masih ada karier yang bisa dicapai dan jati diri yang dicari. Jadi, kenapa nggak mencapai yang itu dulu? Dengan itu semua, kita (perempuan) juga mempunyai opsi lebih. Beranilah memperluas wawasan supaya kita bisa memilih pasangan dengan objektif. Jangan mencari hanya karena kesepian.

 

Beberapa waktu lalu, sempat ramai tagar #RalineonDatingApp. Apa itu Raline?

 

Nggak benar. Saya mau menegaskan bahwa saya tidak memakai aplikasi dating apa pun di Indonesia. Saya memang sempat download aplikasi dating waktu sekolah akting di Amerika Serikat untuk kebutuhan series demi bisa masuk ke karakter yang saya perankan. Tapi, sekarang sih tidak ada lagi.

 

Sumber: Jawa Pos

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari