Minggu, 6 April 2025
spot_img

Jaguar hingga Nissan Buat Jaringan Hindari Kebangkrutan karena Brexit

LONDON (RIAUPOS.CO) – Produsen mobil termasuk, Jaguar Land Rover dan Nissan Motor, akan membuat jaringan gabungan guna melindungi rantai pasokan industri di Inggris dan Uni Eropa (UE). Hal itu bertujuan untuk menghindari risiko kebangkrutan akibat pandemi corona (Covid-19) serta Brexit yang terancam tanpa kesepakatan.

Kerja sama itu akan diwadahi oleh Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT) yang berbasis di London, melalui jaringan yang disebut safe harbour plan. Para pemasok yang mengalami kesulitan keuangan dapat mengajukan pembelian kepada produsen dengan persyaratan pembayaran khusus. Sementara lembaga pemberi pinjaman akan membantu dari sisi kredit.

Sasaran SMMT adalah meminimalkan risiko kebangkrutan sambil tetap berada dalam batas-batas undang-undang persaingan Inggris dan UE. Hingga saat ini, hubungan dagang Inggris dengan UE masih belum menemukan kesepakatan. Sementara masa transisi Brexit, di mana Inggris tetap mengikuti aturan perdagangan UE, akan berakhir pada 31 Desember.

Baca Juga:  Menkeu Tetapkan 332 Industri Tujuan Investasi PPS

Tanpa kesepakatan, produsen mobil Inggris akan menghadapi prospek bea yang dikenakan atas ekspor ke UE sebagai pasar terbesar untuk mobil buatan Inggris. Tarif yang akan diterapkan berpotensi merusak aktivitas produksi dan bisnis pemasok di tengah pandemi Covid-19.

“Mengingat sifat terintegrasi dari rantai pasokan otomotif dan ketergantungan pada teknik manufaktur tepat waktu, maka jika satu tautan dalam rantai mengalami masalah, hal itu dapat merusak semua perusahaan yang terlibat, termasuk produsen kendaraan. Ini akan mengancam seluruh sektor,” ujar juru bicara SMMT dikutip dari Bloomberg pada Selasa (29/9/2020).

SMMT telah berulang kali memperingatkan, ketidakpastian tentang ekonomi dan keluarnya Inggris dari UE akan membebani produsen mobil yang sudah berjuang untuk pulih dari dampak Covid-19. Produksi mobil tercatat anjlok 40 persen dalam delapan bulan pertama tahun ini.

Baca Juga:  Turun, Harga TBS Sawit Mitra Jadi Rp2.836 per Kg

Sumber: Bloomberg/Reuters/News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

LONDON (RIAUPOS.CO) – Produsen mobil termasuk, Jaguar Land Rover dan Nissan Motor, akan membuat jaringan gabungan guna melindungi rantai pasokan industri di Inggris dan Uni Eropa (UE). Hal itu bertujuan untuk menghindari risiko kebangkrutan akibat pandemi corona (Covid-19) serta Brexit yang terancam tanpa kesepakatan.

Kerja sama itu akan diwadahi oleh Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT) yang berbasis di London, melalui jaringan yang disebut safe harbour plan. Para pemasok yang mengalami kesulitan keuangan dapat mengajukan pembelian kepada produsen dengan persyaratan pembayaran khusus. Sementara lembaga pemberi pinjaman akan membantu dari sisi kredit.

Sasaran SMMT adalah meminimalkan risiko kebangkrutan sambil tetap berada dalam batas-batas undang-undang persaingan Inggris dan UE. Hingga saat ini, hubungan dagang Inggris dengan UE masih belum menemukan kesepakatan. Sementara masa transisi Brexit, di mana Inggris tetap mengikuti aturan perdagangan UE, akan berakhir pada 31 Desember.

Baca Juga:  Perpalz Goes to Sumatra Tiba di Pekanbaru

Tanpa kesepakatan, produsen mobil Inggris akan menghadapi prospek bea yang dikenakan atas ekspor ke UE sebagai pasar terbesar untuk mobil buatan Inggris. Tarif yang akan diterapkan berpotensi merusak aktivitas produksi dan bisnis pemasok di tengah pandemi Covid-19.

“Mengingat sifat terintegrasi dari rantai pasokan otomotif dan ketergantungan pada teknik manufaktur tepat waktu, maka jika satu tautan dalam rantai mengalami masalah, hal itu dapat merusak semua perusahaan yang terlibat, termasuk produsen kendaraan. Ini akan mengancam seluruh sektor,” ujar juru bicara SMMT dikutip dari Bloomberg pada Selasa (29/9/2020).

SMMT telah berulang kali memperingatkan, ketidakpastian tentang ekonomi dan keluarnya Inggris dari UE akan membebani produsen mobil yang sudah berjuang untuk pulih dari dampak Covid-19. Produksi mobil tercatat anjlok 40 persen dalam delapan bulan pertama tahun ini.

Baca Juga:  Asuransi Astra Serahkan Bantuan Sembako dan Masker Trasparan untuk Teman Tuli

Sumber: Bloomberg/Reuters/News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Jaguar hingga Nissan Buat Jaringan Hindari Kebangkrutan karena Brexit

LONDON (RIAUPOS.CO) – Produsen mobil termasuk, Jaguar Land Rover dan Nissan Motor, akan membuat jaringan gabungan guna melindungi rantai pasokan industri di Inggris dan Uni Eropa (UE). Hal itu bertujuan untuk menghindari risiko kebangkrutan akibat pandemi corona (Covid-19) serta Brexit yang terancam tanpa kesepakatan.

Kerja sama itu akan diwadahi oleh Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT) yang berbasis di London, melalui jaringan yang disebut safe harbour plan. Para pemasok yang mengalami kesulitan keuangan dapat mengajukan pembelian kepada produsen dengan persyaratan pembayaran khusus. Sementara lembaga pemberi pinjaman akan membantu dari sisi kredit.

Sasaran SMMT adalah meminimalkan risiko kebangkrutan sambil tetap berada dalam batas-batas undang-undang persaingan Inggris dan UE. Hingga saat ini, hubungan dagang Inggris dengan UE masih belum menemukan kesepakatan. Sementara masa transisi Brexit, di mana Inggris tetap mengikuti aturan perdagangan UE, akan berakhir pada 31 Desember.

Baca Juga:  12 BUMN Siapkan Buyback Rp 8 Triliun

Tanpa kesepakatan, produsen mobil Inggris akan menghadapi prospek bea yang dikenakan atas ekspor ke UE sebagai pasar terbesar untuk mobil buatan Inggris. Tarif yang akan diterapkan berpotensi merusak aktivitas produksi dan bisnis pemasok di tengah pandemi Covid-19.

“Mengingat sifat terintegrasi dari rantai pasokan otomotif dan ketergantungan pada teknik manufaktur tepat waktu, maka jika satu tautan dalam rantai mengalami masalah, hal itu dapat merusak semua perusahaan yang terlibat, termasuk produsen kendaraan. Ini akan mengancam seluruh sektor,” ujar juru bicara SMMT dikutip dari Bloomberg pada Selasa (29/9/2020).

SMMT telah berulang kali memperingatkan, ketidakpastian tentang ekonomi dan keluarnya Inggris dari UE akan membebani produsen mobil yang sudah berjuang untuk pulih dari dampak Covid-19. Produksi mobil tercatat anjlok 40 persen dalam delapan bulan pertama tahun ini.

Baca Juga:  Perpalz Goes to Sumatra Tiba di Pekanbaru

Sumber: Bloomberg/Reuters/News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

LONDON (RIAUPOS.CO) – Produsen mobil termasuk, Jaguar Land Rover dan Nissan Motor, akan membuat jaringan gabungan guna melindungi rantai pasokan industri di Inggris dan Uni Eropa (UE). Hal itu bertujuan untuk menghindari risiko kebangkrutan akibat pandemi corona (Covid-19) serta Brexit yang terancam tanpa kesepakatan.

Kerja sama itu akan diwadahi oleh Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT) yang berbasis di London, melalui jaringan yang disebut safe harbour plan. Para pemasok yang mengalami kesulitan keuangan dapat mengajukan pembelian kepada produsen dengan persyaratan pembayaran khusus. Sementara lembaga pemberi pinjaman akan membantu dari sisi kredit.

Sasaran SMMT adalah meminimalkan risiko kebangkrutan sambil tetap berada dalam batas-batas undang-undang persaingan Inggris dan UE. Hingga saat ini, hubungan dagang Inggris dengan UE masih belum menemukan kesepakatan. Sementara masa transisi Brexit, di mana Inggris tetap mengikuti aturan perdagangan UE, akan berakhir pada 31 Desember.

Baca Juga:  Perpalz Goes to Sumatra Tiba di Pekanbaru

Tanpa kesepakatan, produsen mobil Inggris akan menghadapi prospek bea yang dikenakan atas ekspor ke UE sebagai pasar terbesar untuk mobil buatan Inggris. Tarif yang akan diterapkan berpotensi merusak aktivitas produksi dan bisnis pemasok di tengah pandemi Covid-19.

“Mengingat sifat terintegrasi dari rantai pasokan otomotif dan ketergantungan pada teknik manufaktur tepat waktu, maka jika satu tautan dalam rantai mengalami masalah, hal itu dapat merusak semua perusahaan yang terlibat, termasuk produsen kendaraan. Ini akan mengancam seluruh sektor,” ujar juru bicara SMMT dikutip dari Bloomberg pada Selasa (29/9/2020).

SMMT telah berulang kali memperingatkan, ketidakpastian tentang ekonomi dan keluarnya Inggris dari UE akan membebani produsen mobil yang sudah berjuang untuk pulih dari dampak Covid-19. Produksi mobil tercatat anjlok 40 persen dalam delapan bulan pertama tahun ini.

Baca Juga:  Bank Riau Kepri Sosialisasikan Fitur QRIS ke OPD di Pemerintah Kota Batam

Sumber: Bloomberg/Reuters/News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari