Jumat, 9 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Indonesia Beri Perhatian pada Ekonomi Digital dan SDM

OSAKA (RIAUPOS.CO) – Indonesia memberikan perhatian lebih terhadap isu inklusivitas dalam ekonomi digital dan pengembangan sumber daya manusia yang menjadi salah satu topik pembahasan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Osaka, Jepang, pada Jumat (28/6/2019).

Dalam forum internasional tersebut, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan inisiatif Indonesia yang diberi nama Inclusive Digital Economy Accelerator Hub atau IDEA Hub. Indonesia mengonsepkan IDEA Hub sebagai sebuah wadah global bagi para pelaku bisnis digital, utamanya yang berstatus Unicorn, untuk mengkurasi ide serta berbagi pengalaman yang diharapkan dapat bermanfaat bagi pemerintah, swasta, maupun UMKM. Usulan IDEA Hub ini dicetuskan untuk mengurangi angka kesenjangan sosial dan ekonomi antarnegara.

Baca Juga:  Jotun Buka Flagship Store Pertama di Pekanbaru, Tawarkan Solusi Cat Tahan Panas Ekstrem

’’IDEA Hub pada dasarnya merupakan tempat mengkurasi, mengelola, dan berbagi pengalaman model bisnis digital para Unicorn anggota G20,’’ ujar Jokowi dalam KTT G20 Sesi II yang membahas soal ekonomi digital dan kecerdasan buatan.

Pembelajaran terhadap model bisnis digital dalam IDEA Hub tersebut mencakup tiga area informasi, yakni sharing economy, workfoce digitalization, dan financial inclusion. Ketiga area informasi itu lah yang diharapkan dapat mengurangi ketimpangan ekonomi antarnegara dan mempercepat ekonomi inklusif secara global.

Isu inklusifitas ini pula yang mendorong Indonesia menyelenggarakan the 1st World Conference on Creative Economy’ di Bali pada November 2018 lalu. Di samping itu, Jokowi juga memandang perlunya mempersiapkan masyarakat ekonomi digital yang mampu memanfaatkan perkembangan ekonomi digital yang tengah berkembang. Menurutnya, ada tiga pilar utama dalam upaya mempersiapkan masyarakat ekonomi digital itu.

Baca Juga:  Peringati Harpelnas, BNI Syariah Perkenalkan Hasanah Ultimate Service

’’Pertama, peningkatan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia. Kedua, pembangunan infrastruktur digital penting untuk terus ditingkatkan,’’ ucapnya.

OSAKA (RIAUPOS.CO) – Indonesia memberikan perhatian lebih terhadap isu inklusivitas dalam ekonomi digital dan pengembangan sumber daya manusia yang menjadi salah satu topik pembahasan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Osaka, Jepang, pada Jumat (28/6/2019).

Dalam forum internasional tersebut, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan inisiatif Indonesia yang diberi nama Inclusive Digital Economy Accelerator Hub atau IDEA Hub. Indonesia mengonsepkan IDEA Hub sebagai sebuah wadah global bagi para pelaku bisnis digital, utamanya yang berstatus Unicorn, untuk mengkurasi ide serta berbagi pengalaman yang diharapkan dapat bermanfaat bagi pemerintah, swasta, maupun UMKM. Usulan IDEA Hub ini dicetuskan untuk mengurangi angka kesenjangan sosial dan ekonomi antarnegara.

Baca Juga:  Bank Mandiri Berganti Komisaris dan Setorkan Dividen Rp16,49 T

’’IDEA Hub pada dasarnya merupakan tempat mengkurasi, mengelola, dan berbagi pengalaman model bisnis digital para Unicorn anggota G20,’’ ujar Jokowi dalam KTT G20 Sesi II yang membahas soal ekonomi digital dan kecerdasan buatan.

Pembelajaran terhadap model bisnis digital dalam IDEA Hub tersebut mencakup tiga area informasi, yakni sharing economy, workfoce digitalization, dan financial inclusion. Ketiga area informasi itu lah yang diharapkan dapat mengurangi ketimpangan ekonomi antarnegara dan mempercepat ekonomi inklusif secara global.

Isu inklusifitas ini pula yang mendorong Indonesia menyelenggarakan the 1st World Conference on Creative Economy’ di Bali pada November 2018 lalu. Di samping itu, Jokowi juga memandang perlunya mempersiapkan masyarakat ekonomi digital yang mampu memanfaatkan perkembangan ekonomi digital yang tengah berkembang. Menurutnya, ada tiga pilar utama dalam upaya mempersiapkan masyarakat ekonomi digital itu.

- Advertisement -
Baca Juga:  Peringati Harpelnas, BNI Syariah Perkenalkan Hasanah Ultimate Service

’’Pertama, peningkatan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia. Kedua, pembangunan infrastruktur digital penting untuk terus ditingkatkan,’’ ucapnya.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

OSAKA (RIAUPOS.CO) – Indonesia memberikan perhatian lebih terhadap isu inklusivitas dalam ekonomi digital dan pengembangan sumber daya manusia yang menjadi salah satu topik pembahasan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Osaka, Jepang, pada Jumat (28/6/2019).

Dalam forum internasional tersebut, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan inisiatif Indonesia yang diberi nama Inclusive Digital Economy Accelerator Hub atau IDEA Hub. Indonesia mengonsepkan IDEA Hub sebagai sebuah wadah global bagi para pelaku bisnis digital, utamanya yang berstatus Unicorn, untuk mengkurasi ide serta berbagi pengalaman yang diharapkan dapat bermanfaat bagi pemerintah, swasta, maupun UMKM. Usulan IDEA Hub ini dicetuskan untuk mengurangi angka kesenjangan sosial dan ekonomi antarnegara.

Baca Juga:  Tingkatkan Layanan Sertifikat EBT

’’IDEA Hub pada dasarnya merupakan tempat mengkurasi, mengelola, dan berbagi pengalaman model bisnis digital para Unicorn anggota G20,’’ ujar Jokowi dalam KTT G20 Sesi II yang membahas soal ekonomi digital dan kecerdasan buatan.

Pembelajaran terhadap model bisnis digital dalam IDEA Hub tersebut mencakup tiga area informasi, yakni sharing economy, workfoce digitalization, dan financial inclusion. Ketiga area informasi itu lah yang diharapkan dapat mengurangi ketimpangan ekonomi antarnegara dan mempercepat ekonomi inklusif secara global.

Isu inklusifitas ini pula yang mendorong Indonesia menyelenggarakan the 1st World Conference on Creative Economy’ di Bali pada November 2018 lalu. Di samping itu, Jokowi juga memandang perlunya mempersiapkan masyarakat ekonomi digital yang mampu memanfaatkan perkembangan ekonomi digital yang tengah berkembang. Menurutnya, ada tiga pilar utama dalam upaya mempersiapkan masyarakat ekonomi digital itu.

Baca Juga:  PT Kimia Farma Luncurkan Pusat Cuci Darah di RS Lancang Kuning

’’Pertama, peningkatan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia. Kedua, pembangunan infrastruktur digital penting untuk terus ditingkatkan,’’ ucapnya.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari