Kamis, 3 April 2025
spot_img

Salurkan 2,4 Juta Metrik Ton Gas 3 Kg

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mendistribusikan 2.416.193 metrik ton (MT) tabung liquefied petroleum gas (LPG/elpiji) 3 kilogram hingga April. Realisasi penyerapan elpiji 3 kilogram yang disebut elpiji melon itu menelan subsidi sebesar Rp15,04 triliun.

"Realisasi penyaluran Januari hingga April 2021 sebesar 32,21 persen dari kuota nasional sebesar 7.500.000 MT,’’ papar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR. Total realisasi itu setara dengan 99,81 persen proyeksi kuota bulanan.

Penyaluran Maret, menurut Tutuka, melebihi kuota yang di­tetapkan. Berbeda dengan penyaluran pada Januari, Februari, dan April. Sebab, jumlah hari penyalurannya lebih banyak. "Yakni, 27 hari dan ada penambahan jumlah sub penyalur/pangkalan untuk mengejar target one village one outlet (OVOO)," jelasnya.

Baca Juga:  Kawasaki Pamerkan Teaser Ninja 250 4 Silinder

Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah merupakan tiga provinsi dengan kuota terbesar. Rencananya, untuk penyaluran tahun ini, pemerintah menambah jumlah subpenyalur atau pangkalan. Dengan demikian, penyaluran bisa mencapai semua desa yang telah melakukan konversi minyak tanah ke elpiji. Selain itu, langkah tersebut bisa mengurangi penjualan elpiji melon ke pengecer. 

Pemerintah juga bakal me­ngembangkan jaringan pendistribusian elpiji melon untuk daerah yang baru dikonversi dan daerah yang akan dikonversi. Selanjutnya, Kementerian ESDM akan bekerja sama dengan para pemangku kepentingan dalam pengawasan dan pengendalian penyalurannya. 

 "Sebanyak 12 pemerintah dae­rah di tingkat provinsi dan 154 pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota telah membuat kebijakan penggunaan elpiji nonsubsidi bagi ASN dan nonusaha mikro," papar Tutuka.

Baca Juga:  Yamaha Alfa Scorpii Berikan Bantuan Sembako untuk Komunitas Yamaha dan Awak Media

Sepanjang 2021, pagu subsidi untuk elpiji melon mencapai Rp36,56 triliun. Pada 2020, realisasi subsidi sesuai hasil audit BPK untuk LPG 3 kilogram adalah Rp 40,25 triliun. Kuota nasional elpiji melon tahun ini mencapai 7,5 juta MT. 

Itu sudah mencakup rencana konversi elpiji tabung 3 kilogram untuk rumah tangga dan usaha mikro di Indonesia Timur. Juga, rencana konversi elpiji tabung 3 kilogram untuk nelayan dan petani sasaran. 

"Pemerintah juga sudah mengalokasikan untuk kebutuhan yang bersifat force majeure dan kelangkaan. Sedangkan, kuota nasional di luar konversi sebesar 7.435.335 MT," jelas Tutuka. (dee/c12/hep/das)

Laporan : JPG (Jakarta)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mendistribusikan 2.416.193 metrik ton (MT) tabung liquefied petroleum gas (LPG/elpiji) 3 kilogram hingga April. Realisasi penyerapan elpiji 3 kilogram yang disebut elpiji melon itu menelan subsidi sebesar Rp15,04 triliun.

"Realisasi penyaluran Januari hingga April 2021 sebesar 32,21 persen dari kuota nasional sebesar 7.500.000 MT,’’ papar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR. Total realisasi itu setara dengan 99,81 persen proyeksi kuota bulanan.

Penyaluran Maret, menurut Tutuka, melebihi kuota yang di­tetapkan. Berbeda dengan penyaluran pada Januari, Februari, dan April. Sebab, jumlah hari penyalurannya lebih banyak. "Yakni, 27 hari dan ada penambahan jumlah sub penyalur/pangkalan untuk mengejar target one village one outlet (OVOO)," jelasnya.

Baca Juga:  BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 6,25 Persen

Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah merupakan tiga provinsi dengan kuota terbesar. Rencananya, untuk penyaluran tahun ini, pemerintah menambah jumlah subpenyalur atau pangkalan. Dengan demikian, penyaluran bisa mencapai semua desa yang telah melakukan konversi minyak tanah ke elpiji. Selain itu, langkah tersebut bisa mengurangi penjualan elpiji melon ke pengecer. 

Pemerintah juga bakal me­ngembangkan jaringan pendistribusian elpiji melon untuk daerah yang baru dikonversi dan daerah yang akan dikonversi. Selanjutnya, Kementerian ESDM akan bekerja sama dengan para pemangku kepentingan dalam pengawasan dan pengendalian penyalurannya. 

 "Sebanyak 12 pemerintah dae­rah di tingkat provinsi dan 154 pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota telah membuat kebijakan penggunaan elpiji nonsubsidi bagi ASN dan nonusaha mikro," papar Tutuka.

Baca Juga:  Realme Siapkan Model Anyar Seri 5

Sepanjang 2021, pagu subsidi untuk elpiji melon mencapai Rp36,56 triliun. Pada 2020, realisasi subsidi sesuai hasil audit BPK untuk LPG 3 kilogram adalah Rp 40,25 triliun. Kuota nasional elpiji melon tahun ini mencapai 7,5 juta MT. 

Itu sudah mencakup rencana konversi elpiji tabung 3 kilogram untuk rumah tangga dan usaha mikro di Indonesia Timur. Juga, rencana konversi elpiji tabung 3 kilogram untuk nelayan dan petani sasaran. 

"Pemerintah juga sudah mengalokasikan untuk kebutuhan yang bersifat force majeure dan kelangkaan. Sedangkan, kuota nasional di luar konversi sebesar 7.435.335 MT," jelas Tutuka. (dee/c12/hep/das)

Laporan : JPG (Jakarta)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Salurkan 2,4 Juta Metrik Ton Gas 3 Kg

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mendistribusikan 2.416.193 metrik ton (MT) tabung liquefied petroleum gas (LPG/elpiji) 3 kilogram hingga April. Realisasi penyerapan elpiji 3 kilogram yang disebut elpiji melon itu menelan subsidi sebesar Rp15,04 triliun.

"Realisasi penyaluran Januari hingga April 2021 sebesar 32,21 persen dari kuota nasional sebesar 7.500.000 MT,’’ papar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR. Total realisasi itu setara dengan 99,81 persen proyeksi kuota bulanan.

Penyaluran Maret, menurut Tutuka, melebihi kuota yang di­tetapkan. Berbeda dengan penyaluran pada Januari, Februari, dan April. Sebab, jumlah hari penyalurannya lebih banyak. "Yakni, 27 hari dan ada penambahan jumlah sub penyalur/pangkalan untuk mengejar target one village one outlet (OVOO)," jelasnya.

Baca Juga:  Yamaha Alfa Scorpii Berikan Bantuan Sembako untuk Komunitas Yamaha dan Awak Media

Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah merupakan tiga provinsi dengan kuota terbesar. Rencananya, untuk penyaluran tahun ini, pemerintah menambah jumlah subpenyalur atau pangkalan. Dengan demikian, penyaluran bisa mencapai semua desa yang telah melakukan konversi minyak tanah ke elpiji. Selain itu, langkah tersebut bisa mengurangi penjualan elpiji melon ke pengecer. 

Pemerintah juga bakal me­ngembangkan jaringan pendistribusian elpiji melon untuk daerah yang baru dikonversi dan daerah yang akan dikonversi. Selanjutnya, Kementerian ESDM akan bekerja sama dengan para pemangku kepentingan dalam pengawasan dan pengendalian penyalurannya. 

 "Sebanyak 12 pemerintah dae­rah di tingkat provinsi dan 154 pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota telah membuat kebijakan penggunaan elpiji nonsubsidi bagi ASN dan nonusaha mikro," papar Tutuka.

Baca Juga:  Mitra Bangunan Supermarket Hadirkan Bazar September PPKM

Sepanjang 2021, pagu subsidi untuk elpiji melon mencapai Rp36,56 triliun. Pada 2020, realisasi subsidi sesuai hasil audit BPK untuk LPG 3 kilogram adalah Rp 40,25 triliun. Kuota nasional elpiji melon tahun ini mencapai 7,5 juta MT. 

Itu sudah mencakup rencana konversi elpiji tabung 3 kilogram untuk rumah tangga dan usaha mikro di Indonesia Timur. Juga, rencana konversi elpiji tabung 3 kilogram untuk nelayan dan petani sasaran. 

"Pemerintah juga sudah mengalokasikan untuk kebutuhan yang bersifat force majeure dan kelangkaan. Sedangkan, kuota nasional di luar konversi sebesar 7.435.335 MT," jelas Tutuka. (dee/c12/hep/das)

Laporan : JPG (Jakarta)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mendistribusikan 2.416.193 metrik ton (MT) tabung liquefied petroleum gas (LPG/elpiji) 3 kilogram hingga April. Realisasi penyerapan elpiji 3 kilogram yang disebut elpiji melon itu menelan subsidi sebesar Rp15,04 triliun.

"Realisasi penyaluran Januari hingga April 2021 sebesar 32,21 persen dari kuota nasional sebesar 7.500.000 MT,’’ papar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR. Total realisasi itu setara dengan 99,81 persen proyeksi kuota bulanan.

Penyaluran Maret, menurut Tutuka, melebihi kuota yang di­tetapkan. Berbeda dengan penyaluran pada Januari, Februari, dan April. Sebab, jumlah hari penyalurannya lebih banyak. "Yakni, 27 hari dan ada penambahan jumlah sub penyalur/pangkalan untuk mengejar target one village one outlet (OVOO)," jelasnya.

Baca Juga:  BRI RO Pekanbaru Hadirkan Pameran Aset di Mal SKA

Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah merupakan tiga provinsi dengan kuota terbesar. Rencananya, untuk penyaluran tahun ini, pemerintah menambah jumlah subpenyalur atau pangkalan. Dengan demikian, penyaluran bisa mencapai semua desa yang telah melakukan konversi minyak tanah ke elpiji. Selain itu, langkah tersebut bisa mengurangi penjualan elpiji melon ke pengecer. 

Pemerintah juga bakal me­ngembangkan jaringan pendistribusian elpiji melon untuk daerah yang baru dikonversi dan daerah yang akan dikonversi. Selanjutnya, Kementerian ESDM akan bekerja sama dengan para pemangku kepentingan dalam pengawasan dan pengendalian penyalurannya. 

 "Sebanyak 12 pemerintah dae­rah di tingkat provinsi dan 154 pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota telah membuat kebijakan penggunaan elpiji nonsubsidi bagi ASN dan nonusaha mikro," papar Tutuka.

Baca Juga:  Mitra Bangunan Supermarket Hadirkan Bazar September PPKM

Sepanjang 2021, pagu subsidi untuk elpiji melon mencapai Rp36,56 triliun. Pada 2020, realisasi subsidi sesuai hasil audit BPK untuk LPG 3 kilogram adalah Rp 40,25 triliun. Kuota nasional elpiji melon tahun ini mencapai 7,5 juta MT. 

Itu sudah mencakup rencana konversi elpiji tabung 3 kilogram untuk rumah tangga dan usaha mikro di Indonesia Timur. Juga, rencana konversi elpiji tabung 3 kilogram untuk nelayan dan petani sasaran. 

"Pemerintah juga sudah mengalokasikan untuk kebutuhan yang bersifat force majeure dan kelangkaan. Sedangkan, kuota nasional di luar konversi sebesar 7.435.335 MT," jelas Tutuka. (dee/c12/hep/das)

Laporan : JPG (Jakarta)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari