Minggu, 6 April 2025
spot_img

Bank Dunia: Krisis Saat ini Terburuk Setelah Perang Dunia

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Direktur Pelaksana Bank Dunia Marie Elka Pangestu membeberkan, krisis perekonomian yang terjadi saat ini berbeda dari krisis ekonomi 2008 silam. Bahkan menurutnya, krisis ekonomi yang terjadi akibat wabah virus corona Covid-19 merupakan yang terburuk setelah perang dunia.

"Secara terminologi apa yang terjadi saat ini bisa dibilang yang terburuk setelah perang dunia," ujarnya dalam video conference, Sabtu (25/4).

Mantan Menteri Perdagangan itu menjelaskan, pada krisis 2008 lalu, tidak semua negara terdampak secara ekonomi. Saat itu, negara yang terdampak krisis kebanyakan hanyalah negara berkembang.

Namun saat ini, krisis ekonomi terjadi di hampir seluruh negara di dunia. "Pada 2020 situasi sejak awal sudah melemah. Pada 2008 tidak, namun kemudian terjadi krisis," tuturnya.

Baca Juga:  IPhone 14 Dipastikan Hadir, Model Lawas IPhone 11 Tersingkir

Marie menuturkan, krisis yang terjadi akibat wabah Covid-19 memberikan efek domino ke segala sektor ekonomi. Mulai dari permintaan, stok, produksi, logistik, perdagangan, keuangan, komoditas, hingga pariwisata.

Dia menyebut, salah satu langkah utama dalam memerangi wabah ini adalah dengan mematuhi kebijakan pemerintah dalam menjaga jarak. Kemudian, masyarakat harus menjalankan protokol kesehatan, misalnya melalui penyediaan sanitasi yang memadai.

Di samping itu, pemerintah juga harus memastikan ketersediaan pangan tercukupi. Salah satunya dengan tetap menjaga agar sektor pertanian dapat berjalan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Dia menambahkan, yang tak kalah penting adalah tenaga medis harus didukung sebagai garda terdepan dalam mengahadapi pandemi Covid-19.

Sumber: JawaPos.com

Baca Juga:  Oleh-Oleh Ong Kiat Sukses Diresmikan Wabup Bengkalis

Editor: Erizal

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Direktur Pelaksana Bank Dunia Marie Elka Pangestu membeberkan, krisis perekonomian yang terjadi saat ini berbeda dari krisis ekonomi 2008 silam. Bahkan menurutnya, krisis ekonomi yang terjadi akibat wabah virus corona Covid-19 merupakan yang terburuk setelah perang dunia.

"Secara terminologi apa yang terjadi saat ini bisa dibilang yang terburuk setelah perang dunia," ujarnya dalam video conference, Sabtu (25/4).

Mantan Menteri Perdagangan itu menjelaskan, pada krisis 2008 lalu, tidak semua negara terdampak secara ekonomi. Saat itu, negara yang terdampak krisis kebanyakan hanyalah negara berkembang.

Namun saat ini, krisis ekonomi terjadi di hampir seluruh negara di dunia. "Pada 2020 situasi sejak awal sudah melemah. Pada 2008 tidak, namun kemudian terjadi krisis," tuturnya.

Baca Juga:  Menprin Tegur 24 Perusahaan Tak Salurkan Minyak Curah

Marie menuturkan, krisis yang terjadi akibat wabah Covid-19 memberikan efek domino ke segala sektor ekonomi. Mulai dari permintaan, stok, produksi, logistik, perdagangan, keuangan, komoditas, hingga pariwisata.

Dia menyebut, salah satu langkah utama dalam memerangi wabah ini adalah dengan mematuhi kebijakan pemerintah dalam menjaga jarak. Kemudian, masyarakat harus menjalankan protokol kesehatan, misalnya melalui penyediaan sanitasi yang memadai.

Di samping itu, pemerintah juga harus memastikan ketersediaan pangan tercukupi. Salah satunya dengan tetap menjaga agar sektor pertanian dapat berjalan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Dia menambahkan, yang tak kalah penting adalah tenaga medis harus didukung sebagai garda terdepan dalam mengahadapi pandemi Covid-19.

Sumber: JawaPos.com

Baca Juga:  Global Bangunan Cabut Undian Surprise Periode Terakhir

Editor: Erizal

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Bank Dunia: Krisis Saat ini Terburuk Setelah Perang Dunia

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Direktur Pelaksana Bank Dunia Marie Elka Pangestu membeberkan, krisis perekonomian yang terjadi saat ini berbeda dari krisis ekonomi 2008 silam. Bahkan menurutnya, krisis ekonomi yang terjadi akibat wabah virus corona Covid-19 merupakan yang terburuk setelah perang dunia.

"Secara terminologi apa yang terjadi saat ini bisa dibilang yang terburuk setelah perang dunia," ujarnya dalam video conference, Sabtu (25/4).

Mantan Menteri Perdagangan itu menjelaskan, pada krisis 2008 lalu, tidak semua negara terdampak secara ekonomi. Saat itu, negara yang terdampak krisis kebanyakan hanyalah negara berkembang.

Namun saat ini, krisis ekonomi terjadi di hampir seluruh negara di dunia. "Pada 2020 situasi sejak awal sudah melemah. Pada 2008 tidak, namun kemudian terjadi krisis," tuturnya.

Baca Juga:  Oleh-Oleh Ong Kiat Sukses Diresmikan Wabup Bengkalis

Marie menuturkan, krisis yang terjadi akibat wabah Covid-19 memberikan efek domino ke segala sektor ekonomi. Mulai dari permintaan, stok, produksi, logistik, perdagangan, keuangan, komoditas, hingga pariwisata.

Dia menyebut, salah satu langkah utama dalam memerangi wabah ini adalah dengan mematuhi kebijakan pemerintah dalam menjaga jarak. Kemudian, masyarakat harus menjalankan protokol kesehatan, misalnya melalui penyediaan sanitasi yang memadai.

Di samping itu, pemerintah juga harus memastikan ketersediaan pangan tercukupi. Salah satunya dengan tetap menjaga agar sektor pertanian dapat berjalan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Dia menambahkan, yang tak kalah penting adalah tenaga medis harus didukung sebagai garda terdepan dalam mengahadapi pandemi Covid-19.

Sumber: JawaPos.com

Baca Juga:  Accor Live Limitless Tawarkan Ramadan Wonderful Indonesia

Editor: Erizal

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Direktur Pelaksana Bank Dunia Marie Elka Pangestu membeberkan, krisis perekonomian yang terjadi saat ini berbeda dari krisis ekonomi 2008 silam. Bahkan menurutnya, krisis ekonomi yang terjadi akibat wabah virus corona Covid-19 merupakan yang terburuk setelah perang dunia.

"Secara terminologi apa yang terjadi saat ini bisa dibilang yang terburuk setelah perang dunia," ujarnya dalam video conference, Sabtu (25/4).

Mantan Menteri Perdagangan itu menjelaskan, pada krisis 2008 lalu, tidak semua negara terdampak secara ekonomi. Saat itu, negara yang terdampak krisis kebanyakan hanyalah negara berkembang.

Namun saat ini, krisis ekonomi terjadi di hampir seluruh negara di dunia. "Pada 2020 situasi sejak awal sudah melemah. Pada 2008 tidak, namun kemudian terjadi krisis," tuturnya.

Baca Juga:  Global Bangunan Cabut Undian Surprise Periode Terakhir

Marie menuturkan, krisis yang terjadi akibat wabah Covid-19 memberikan efek domino ke segala sektor ekonomi. Mulai dari permintaan, stok, produksi, logistik, perdagangan, keuangan, komoditas, hingga pariwisata.

Dia menyebut, salah satu langkah utama dalam memerangi wabah ini adalah dengan mematuhi kebijakan pemerintah dalam menjaga jarak. Kemudian, masyarakat harus menjalankan protokol kesehatan, misalnya melalui penyediaan sanitasi yang memadai.

Di samping itu, pemerintah juga harus memastikan ketersediaan pangan tercukupi. Salah satunya dengan tetap menjaga agar sektor pertanian dapat berjalan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Dia menambahkan, yang tak kalah penting adalah tenaga medis harus didukung sebagai garda terdepan dalam mengahadapi pandemi Covid-19.

Sumber: JawaPos.com

Baca Juga:  IMA Chapter Pekanbaru Bahas Bisnis Kreatif dan Berkelanjutan

Editor: Erizal

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari