Kamis, 3 April 2025
spot_img

BPR Pekanbaru Raih Laba Rp415 Juta

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Hari ulang tahun (HUT) ke-13 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pekanbaru (Bank Pekanbaru) terasa spesial. Sebab, pada saat inilah bank pelat merah ini pertama kalinya meraih laba. Sampai tahun lalu, BPR Pekanbaru masih mengalami kerugian sebesar Rp474,254 juta. Tapi tahun ini, laba BPR Pekanbaru per Juni 2020 atau semester I 2020 mencapai Rp415,075 juta.

"Alhamdulillah, ini berkat kerja keras semua jajaran karyawan BPR Pekanbaru. Ini kado istimewa bagi BPR Pekanbaru di umur ke-13 tahun," ujar Direktur Utama BPR Pekanbaru Akhmad Fauzi Lindung, Rabu (22/7).

Ulang tahun BPR Pekanbaru jatuh pada hari ini, Kamis (23/7) dan akan dilaksanakan secara sederhana di area kantor BPR Pekanbaru Jalan Arifin Achmad. Acara ini akan dihadiri beberapa mitra bisnis, kolega, dan kalangan internal BPR Pekanbaru. Wali Kota Pekanbaru Firdaus diagendakan juga akan hadir.

Akhmad Fauzi menyebut, selain kenaikan laba, aset BPR Pekanbaru juga meningkat sebesar Rp5 miliar. Pada 2019, aset BPR Pekanbaru mencapai Rp26,7 miliar. Sementara pada 2020 naik menjadi Rp31,7 miliar.

Baca Juga:  BPJS TK Pekanbaru Sosialisasi Pengembangan Program JKK-RTW

Sementara kredit bermasalah/NPL (non performance loan) pada Juni 2019 atau tahun lalu masih sangat tinggi yakni 18,28 persen net. Sementara saat ini per Juni 2020 hanya 4,5 persen. "Pencapaian ini sudah baik sesuai standar OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," ujarnya.

Begitu juga indikator lainnya yakni rasio beban terhadap pendapatan atau BOPO (biaya operasional per pendapatan operasional). Pada 2019 angkanya 120,98 persen. Tapi tahun ini sudah dapat ditekan menjadi 87,7 persen. Kondisi ini sudah sesuai dengan peraturan OJK, yakni maksimal 93,52 persen.

Dia juga mengimbau masyarakat tidak ragu menggunakan jasa BPR Pekanbaru. "Bank ini sudah berbenah. Kami dijamin LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Jadi jangan ragu menempatkan dana di sini," ujar Akhmad.

Saat ini, BPR Pekanbaru sedang gencar memberikan pinjaman konsumtif kepada PNS, BUMN, dan BUMD. Bentuknya kredit pegawai multiguna, misalnya untuk biaya pendidikan anak sekolah, beli mobil, beli rumah dan sebagainya.

Salah satu kinerja terbaru BPR Pekanbaru adalah melakukan MoU (memorandum of understanding) dengan PT Makmur Papan Perkasa (MPP) pengelola Sudirman Trade Center (STC) terkait pinjaman untuk pedagang. Ada 1.200 pedagang di STC. Kepada mereka sudah ditawarkan untuk pengajuan kredit.

Baca Juga:  RS KPJ Malaysia Akan Launcing Kantor Perwakilan Pekanbaru Besok

"Kepada pedagang yang minat silakan ke kantor kami atau datang ke gerai kami di STC,” ujar Akhmad. Sempena ulang tahun ke-13 ini, BPR Pekanbaru memiliki slogan yakni “Menuju Smart Mikro Banking". Pihaknya juga akan terus meningkatkan kinerja menjadi lebih baik lagi ke depannya.

Ditambahkan Direktur BPR Pekanbaru Albadri, terdapat beberapa indikator peningkatan kinerja bank daerah ini. Di antaranya adalah ROA  (return on asset) atau kemampuan perusahaan menghasilkan laba berbanding total aset yang meningkat dari tahun lalu. Adapun ROE (return on equity) atau kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih dengan modal sendiri juga menunjukkan kondisi sehat. Out standing (OS) credit/penyaluran kredit juga tumbuh dan total aset meningkat signifikan.(c)

Laporan: MUHAMMAD AMIN (Pekanbaru)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Hari ulang tahun (HUT) ke-13 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pekanbaru (Bank Pekanbaru) terasa spesial. Sebab, pada saat inilah bank pelat merah ini pertama kalinya meraih laba. Sampai tahun lalu, BPR Pekanbaru masih mengalami kerugian sebesar Rp474,254 juta. Tapi tahun ini, laba BPR Pekanbaru per Juni 2020 atau semester I 2020 mencapai Rp415,075 juta.

"Alhamdulillah, ini berkat kerja keras semua jajaran karyawan BPR Pekanbaru. Ini kado istimewa bagi BPR Pekanbaru di umur ke-13 tahun," ujar Direktur Utama BPR Pekanbaru Akhmad Fauzi Lindung, Rabu (22/7).

Ulang tahun BPR Pekanbaru jatuh pada hari ini, Kamis (23/7) dan akan dilaksanakan secara sederhana di area kantor BPR Pekanbaru Jalan Arifin Achmad. Acara ini akan dihadiri beberapa mitra bisnis, kolega, dan kalangan internal BPR Pekanbaru. Wali Kota Pekanbaru Firdaus diagendakan juga akan hadir.

Akhmad Fauzi menyebut, selain kenaikan laba, aset BPR Pekanbaru juga meningkat sebesar Rp5 miliar. Pada 2019, aset BPR Pekanbaru mencapai Rp26,7 miliar. Sementara pada 2020 naik menjadi Rp31,7 miliar.

Baca Juga:  New Honda Stylo 160 Lebih Trendy dan Modis

Sementara kredit bermasalah/NPL (non performance loan) pada Juni 2019 atau tahun lalu masih sangat tinggi yakni 18,28 persen net. Sementara saat ini per Juni 2020 hanya 4,5 persen. "Pencapaian ini sudah baik sesuai standar OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," ujarnya.

Begitu juga indikator lainnya yakni rasio beban terhadap pendapatan atau BOPO (biaya operasional per pendapatan operasional). Pada 2019 angkanya 120,98 persen. Tapi tahun ini sudah dapat ditekan menjadi 87,7 persen. Kondisi ini sudah sesuai dengan peraturan OJK, yakni maksimal 93,52 persen.

Dia juga mengimbau masyarakat tidak ragu menggunakan jasa BPR Pekanbaru. "Bank ini sudah berbenah. Kami dijamin LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Jadi jangan ragu menempatkan dana di sini," ujar Akhmad.

Saat ini, BPR Pekanbaru sedang gencar memberikan pinjaman konsumtif kepada PNS, BUMN, dan BUMD. Bentuknya kredit pegawai multiguna, misalnya untuk biaya pendidikan anak sekolah, beli mobil, beli rumah dan sebagainya.

Salah satu kinerja terbaru BPR Pekanbaru adalah melakukan MoU (memorandum of understanding) dengan PT Makmur Papan Perkasa (MPP) pengelola Sudirman Trade Center (STC) terkait pinjaman untuk pedagang. Ada 1.200 pedagang di STC. Kepada mereka sudah ditawarkan untuk pengajuan kredit.

Baca Juga:  BPJS TK Pekanbaru Sosialisasi Pengembangan Program JKK-RTW

"Kepada pedagang yang minat silakan ke kantor kami atau datang ke gerai kami di STC,” ujar Akhmad. Sempena ulang tahun ke-13 ini, BPR Pekanbaru memiliki slogan yakni “Menuju Smart Mikro Banking". Pihaknya juga akan terus meningkatkan kinerja menjadi lebih baik lagi ke depannya.

Ditambahkan Direktur BPR Pekanbaru Albadri, terdapat beberapa indikator peningkatan kinerja bank daerah ini. Di antaranya adalah ROA  (return on asset) atau kemampuan perusahaan menghasilkan laba berbanding total aset yang meningkat dari tahun lalu. Adapun ROE (return on equity) atau kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih dengan modal sendiri juga menunjukkan kondisi sehat. Out standing (OS) credit/penyaluran kredit juga tumbuh dan total aset meningkat signifikan.(c)

Laporan: MUHAMMAD AMIN (Pekanbaru)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

BPR Pekanbaru Raih Laba Rp415 Juta

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Hari ulang tahun (HUT) ke-13 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pekanbaru (Bank Pekanbaru) terasa spesial. Sebab, pada saat inilah bank pelat merah ini pertama kalinya meraih laba. Sampai tahun lalu, BPR Pekanbaru masih mengalami kerugian sebesar Rp474,254 juta. Tapi tahun ini, laba BPR Pekanbaru per Juni 2020 atau semester I 2020 mencapai Rp415,075 juta.

"Alhamdulillah, ini berkat kerja keras semua jajaran karyawan BPR Pekanbaru. Ini kado istimewa bagi BPR Pekanbaru di umur ke-13 tahun," ujar Direktur Utama BPR Pekanbaru Akhmad Fauzi Lindung, Rabu (22/7).

Ulang tahun BPR Pekanbaru jatuh pada hari ini, Kamis (23/7) dan akan dilaksanakan secara sederhana di area kantor BPR Pekanbaru Jalan Arifin Achmad. Acara ini akan dihadiri beberapa mitra bisnis, kolega, dan kalangan internal BPR Pekanbaru. Wali Kota Pekanbaru Firdaus diagendakan juga akan hadir.

Akhmad Fauzi menyebut, selain kenaikan laba, aset BPR Pekanbaru juga meningkat sebesar Rp5 miliar. Pada 2019, aset BPR Pekanbaru mencapai Rp26,7 miliar. Sementara pada 2020 naik menjadi Rp31,7 miliar.

Baca Juga:  Tukiyem Menangkan Hadiah Mobil Honda Mobilio

Sementara kredit bermasalah/NPL (non performance loan) pada Juni 2019 atau tahun lalu masih sangat tinggi yakni 18,28 persen net. Sementara saat ini per Juni 2020 hanya 4,5 persen. "Pencapaian ini sudah baik sesuai standar OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," ujarnya.

Begitu juga indikator lainnya yakni rasio beban terhadap pendapatan atau BOPO (biaya operasional per pendapatan operasional). Pada 2019 angkanya 120,98 persen. Tapi tahun ini sudah dapat ditekan menjadi 87,7 persen. Kondisi ini sudah sesuai dengan peraturan OJK, yakni maksimal 93,52 persen.

Dia juga mengimbau masyarakat tidak ragu menggunakan jasa BPR Pekanbaru. "Bank ini sudah berbenah. Kami dijamin LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Jadi jangan ragu menempatkan dana di sini," ujar Akhmad.

Saat ini, BPR Pekanbaru sedang gencar memberikan pinjaman konsumtif kepada PNS, BUMN, dan BUMD. Bentuknya kredit pegawai multiguna, misalnya untuk biaya pendidikan anak sekolah, beli mobil, beli rumah dan sebagainya.

Salah satu kinerja terbaru BPR Pekanbaru adalah melakukan MoU (memorandum of understanding) dengan PT Makmur Papan Perkasa (MPP) pengelola Sudirman Trade Center (STC) terkait pinjaman untuk pedagang. Ada 1.200 pedagang di STC. Kepada mereka sudah ditawarkan untuk pengajuan kredit.

Baca Juga:  Terbanyak Dilaporkan, Jumlah Peminjam Fintech Naik  

"Kepada pedagang yang minat silakan ke kantor kami atau datang ke gerai kami di STC,” ujar Akhmad. Sempena ulang tahun ke-13 ini, BPR Pekanbaru memiliki slogan yakni “Menuju Smart Mikro Banking". Pihaknya juga akan terus meningkatkan kinerja menjadi lebih baik lagi ke depannya.

Ditambahkan Direktur BPR Pekanbaru Albadri, terdapat beberapa indikator peningkatan kinerja bank daerah ini. Di antaranya adalah ROA  (return on asset) atau kemampuan perusahaan menghasilkan laba berbanding total aset yang meningkat dari tahun lalu. Adapun ROE (return on equity) atau kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih dengan modal sendiri juga menunjukkan kondisi sehat. Out standing (OS) credit/penyaluran kredit juga tumbuh dan total aset meningkat signifikan.(c)

Laporan: MUHAMMAD AMIN (Pekanbaru)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Hari ulang tahun (HUT) ke-13 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pekanbaru (Bank Pekanbaru) terasa spesial. Sebab, pada saat inilah bank pelat merah ini pertama kalinya meraih laba. Sampai tahun lalu, BPR Pekanbaru masih mengalami kerugian sebesar Rp474,254 juta. Tapi tahun ini, laba BPR Pekanbaru per Juni 2020 atau semester I 2020 mencapai Rp415,075 juta.

"Alhamdulillah, ini berkat kerja keras semua jajaran karyawan BPR Pekanbaru. Ini kado istimewa bagi BPR Pekanbaru di umur ke-13 tahun," ujar Direktur Utama BPR Pekanbaru Akhmad Fauzi Lindung, Rabu (22/7).

Ulang tahun BPR Pekanbaru jatuh pada hari ini, Kamis (23/7) dan akan dilaksanakan secara sederhana di area kantor BPR Pekanbaru Jalan Arifin Achmad. Acara ini akan dihadiri beberapa mitra bisnis, kolega, dan kalangan internal BPR Pekanbaru. Wali Kota Pekanbaru Firdaus diagendakan juga akan hadir.

Akhmad Fauzi menyebut, selain kenaikan laba, aset BPR Pekanbaru juga meningkat sebesar Rp5 miliar. Pada 2019, aset BPR Pekanbaru mencapai Rp26,7 miliar. Sementara pada 2020 naik menjadi Rp31,7 miliar.

Baca Juga:  New Honda Stylo 160 Lebih Trendy dan Modis

Sementara kredit bermasalah/NPL (non performance loan) pada Juni 2019 atau tahun lalu masih sangat tinggi yakni 18,28 persen net. Sementara saat ini per Juni 2020 hanya 4,5 persen. "Pencapaian ini sudah baik sesuai standar OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," ujarnya.

Begitu juga indikator lainnya yakni rasio beban terhadap pendapatan atau BOPO (biaya operasional per pendapatan operasional). Pada 2019 angkanya 120,98 persen. Tapi tahun ini sudah dapat ditekan menjadi 87,7 persen. Kondisi ini sudah sesuai dengan peraturan OJK, yakni maksimal 93,52 persen.

Dia juga mengimbau masyarakat tidak ragu menggunakan jasa BPR Pekanbaru. "Bank ini sudah berbenah. Kami dijamin LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Jadi jangan ragu menempatkan dana di sini," ujar Akhmad.

Saat ini, BPR Pekanbaru sedang gencar memberikan pinjaman konsumtif kepada PNS, BUMN, dan BUMD. Bentuknya kredit pegawai multiguna, misalnya untuk biaya pendidikan anak sekolah, beli mobil, beli rumah dan sebagainya.

Salah satu kinerja terbaru BPR Pekanbaru adalah melakukan MoU (memorandum of understanding) dengan PT Makmur Papan Perkasa (MPP) pengelola Sudirman Trade Center (STC) terkait pinjaman untuk pedagang. Ada 1.200 pedagang di STC. Kepada mereka sudah ditawarkan untuk pengajuan kredit.

Baca Juga:  Terbanyak Dilaporkan, Jumlah Peminjam Fintech Naik  

"Kepada pedagang yang minat silakan ke kantor kami atau datang ke gerai kami di STC,” ujar Akhmad. Sempena ulang tahun ke-13 ini, BPR Pekanbaru memiliki slogan yakni “Menuju Smart Mikro Banking". Pihaknya juga akan terus meningkatkan kinerja menjadi lebih baik lagi ke depannya.

Ditambahkan Direktur BPR Pekanbaru Albadri, terdapat beberapa indikator peningkatan kinerja bank daerah ini. Di antaranya adalah ROA  (return on asset) atau kemampuan perusahaan menghasilkan laba berbanding total aset yang meningkat dari tahun lalu. Adapun ROE (return on equity) atau kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih dengan modal sendiri juga menunjukkan kondisi sehat. Out standing (OS) credit/penyaluran kredit juga tumbuh dan total aset meningkat signifikan.(c)

Laporan: MUHAMMAD AMIN (Pekanbaru)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari