Senin, 7 April 2025
spot_img

Sinar Mas Fokus Rampungkan Kemamputelusuran

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Setelah tahun 2017 Sinar Mas Agribusiness and Food (Smart Tbk) mencatatkan 100 persen kemamputelusuran hingga ke perkebunan untuk pabrik kelapa sawit (PKS) miliknya sendiri, maka pada akhir 2018 lebih dari 50 pemasok telah melaporkan pencapaian itu secara penuh.

Saat ini, lebih dari 60 persen rantai pasok kelapa sawit perusahaan telah sepenuhnya dapat ditelusuri hingga ke tempat asal buah sawit. Angka ini didapatkan dari surveyor yang membantu memetakan kemamputelusuran perusahaan.

Tidak hanya itu, pada 2019 Smart membantu para pemasok menjadi produsen minyak kelapa sawit berkelanjutan melalui kegiatan lokakarya “Ksatria Sawit” di mana pada kegiatan ini perusahaan mengumpulkan berbagai pemasok untuk mendapatkan pelatihan dan pendampingan. Kegiatan tersebut dilaksanakan beberapa provinsi di tanah air seperti Riau, Lampung, Sumatera Utara, Aceh, Jambi dan Bangka.

Baca Juga:  Anniversary X-Ride, Yamaha Berikan Bonus untuk Konsumen

"Kemamputelusuran memegang kunci penting dalam upaya perusahaan untuk membantu pemasok menuju arah yang lebih baik. Melalui pelibatan peran yang lebih mendalam, kami mendukung dan melatih pemasok untuk meningkatkan dan menerapkan praktik-praktik yang lebih baik. Ini membantu perusahaan mengurangi risiko rantai pasok sekaligus membuat industri sawit lebih tangguh sekaligus bertanggung jawab," jelas Managing Director SSSE, Sinar Mas Agribusiness and Food Agus Purnomo dalam acara Media Briefing Sustainability Report 2018.

Sinar Mas Agribusiness and Food juga mencatatkan sejumlah kemajuan pada upaya perencanaan konservasi bersama masyarakat. Hingga saat ini, lebih dari 20 desa telah ambil bagian dalam perencanaan Konservasi partisipatif dengan 13 desa.(rls/mng)

Baca Juga:  Penjualan Properti Sumbang Kenaikan Kredit Macet Bank BTN

Editor: Arif Oktafian

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Setelah tahun 2017 Sinar Mas Agribusiness and Food (Smart Tbk) mencatatkan 100 persen kemamputelusuran hingga ke perkebunan untuk pabrik kelapa sawit (PKS) miliknya sendiri, maka pada akhir 2018 lebih dari 50 pemasok telah melaporkan pencapaian itu secara penuh.

Saat ini, lebih dari 60 persen rantai pasok kelapa sawit perusahaan telah sepenuhnya dapat ditelusuri hingga ke tempat asal buah sawit. Angka ini didapatkan dari surveyor yang membantu memetakan kemamputelusuran perusahaan.

Tidak hanya itu, pada 2019 Smart membantu para pemasok menjadi produsen minyak kelapa sawit berkelanjutan melalui kegiatan lokakarya “Ksatria Sawit” di mana pada kegiatan ini perusahaan mengumpulkan berbagai pemasok untuk mendapatkan pelatihan dan pendampingan. Kegiatan tersebut dilaksanakan beberapa provinsi di tanah air seperti Riau, Lampung, Sumatera Utara, Aceh, Jambi dan Bangka.

Baca Juga:  DP Rp1 Juta, Bawa Pulang Yamaha Gear 

"Kemamputelusuran memegang kunci penting dalam upaya perusahaan untuk membantu pemasok menuju arah yang lebih baik. Melalui pelibatan peran yang lebih mendalam, kami mendukung dan melatih pemasok untuk meningkatkan dan menerapkan praktik-praktik yang lebih baik. Ini membantu perusahaan mengurangi risiko rantai pasok sekaligus membuat industri sawit lebih tangguh sekaligus bertanggung jawab," jelas Managing Director SSSE, Sinar Mas Agribusiness and Food Agus Purnomo dalam acara Media Briefing Sustainability Report 2018.

Sinar Mas Agribusiness and Food juga mencatatkan sejumlah kemajuan pada upaya perencanaan konservasi bersama masyarakat. Hingga saat ini, lebih dari 20 desa telah ambil bagian dalam perencanaan Konservasi partisipatif dengan 13 desa.(rls/mng)

Baca Juga:  Stok Menipis, Daihatsu Siap Pacu Produksi

Editor: Arif Oktafian

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Sinar Mas Fokus Rampungkan Kemamputelusuran

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Setelah tahun 2017 Sinar Mas Agribusiness and Food (Smart Tbk) mencatatkan 100 persen kemamputelusuran hingga ke perkebunan untuk pabrik kelapa sawit (PKS) miliknya sendiri, maka pada akhir 2018 lebih dari 50 pemasok telah melaporkan pencapaian itu secara penuh.

Saat ini, lebih dari 60 persen rantai pasok kelapa sawit perusahaan telah sepenuhnya dapat ditelusuri hingga ke tempat asal buah sawit. Angka ini didapatkan dari surveyor yang membantu memetakan kemamputelusuran perusahaan.

Tidak hanya itu, pada 2019 Smart membantu para pemasok menjadi produsen minyak kelapa sawit berkelanjutan melalui kegiatan lokakarya “Ksatria Sawit” di mana pada kegiatan ini perusahaan mengumpulkan berbagai pemasok untuk mendapatkan pelatihan dan pendampingan. Kegiatan tersebut dilaksanakan beberapa provinsi di tanah air seperti Riau, Lampung, Sumatera Utara, Aceh, Jambi dan Bangka.

Baca Juga:  Awal Tahun, Honda Berikan Banyak Kejutan

"Kemamputelusuran memegang kunci penting dalam upaya perusahaan untuk membantu pemasok menuju arah yang lebih baik. Melalui pelibatan peran yang lebih mendalam, kami mendukung dan melatih pemasok untuk meningkatkan dan menerapkan praktik-praktik yang lebih baik. Ini membantu perusahaan mengurangi risiko rantai pasok sekaligus membuat industri sawit lebih tangguh sekaligus bertanggung jawab," jelas Managing Director SSSE, Sinar Mas Agribusiness and Food Agus Purnomo dalam acara Media Briefing Sustainability Report 2018.

Sinar Mas Agribusiness and Food juga mencatatkan sejumlah kemajuan pada upaya perencanaan konservasi bersama masyarakat. Hingga saat ini, lebih dari 20 desa telah ambil bagian dalam perencanaan Konservasi partisipatif dengan 13 desa.(rls/mng)

Baca Juga:  EOA Gold Cabang Pekanbaru Gelar Historical Walking Tour 2020

Editor: Arif Oktafian

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Setelah tahun 2017 Sinar Mas Agribusiness and Food (Smart Tbk) mencatatkan 100 persen kemamputelusuran hingga ke perkebunan untuk pabrik kelapa sawit (PKS) miliknya sendiri, maka pada akhir 2018 lebih dari 50 pemasok telah melaporkan pencapaian itu secara penuh.

Saat ini, lebih dari 60 persen rantai pasok kelapa sawit perusahaan telah sepenuhnya dapat ditelusuri hingga ke tempat asal buah sawit. Angka ini didapatkan dari surveyor yang membantu memetakan kemamputelusuran perusahaan.

Tidak hanya itu, pada 2019 Smart membantu para pemasok menjadi produsen minyak kelapa sawit berkelanjutan melalui kegiatan lokakarya “Ksatria Sawit” di mana pada kegiatan ini perusahaan mengumpulkan berbagai pemasok untuk mendapatkan pelatihan dan pendampingan. Kegiatan tersebut dilaksanakan beberapa provinsi di tanah air seperti Riau, Lampung, Sumatera Utara, Aceh, Jambi dan Bangka.

Baca Juga:  Epson Raih Good Design Award 2021

"Kemamputelusuran memegang kunci penting dalam upaya perusahaan untuk membantu pemasok menuju arah yang lebih baik. Melalui pelibatan peran yang lebih mendalam, kami mendukung dan melatih pemasok untuk meningkatkan dan menerapkan praktik-praktik yang lebih baik. Ini membantu perusahaan mengurangi risiko rantai pasok sekaligus membuat industri sawit lebih tangguh sekaligus bertanggung jawab," jelas Managing Director SSSE, Sinar Mas Agribusiness and Food Agus Purnomo dalam acara Media Briefing Sustainability Report 2018.

Sinar Mas Agribusiness and Food juga mencatatkan sejumlah kemajuan pada upaya perencanaan konservasi bersama masyarakat. Hingga saat ini, lebih dari 20 desa telah ambil bagian dalam perencanaan Konservasi partisipatif dengan 13 desa.(rls/mng)

Baca Juga:  Stok Menipis, Daihatsu Siap Pacu Produksi

Editor: Arif Oktafian

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari