Minggu, 6 April 2025
spot_img

Pertamina Klaim Lakukan Pengeboran 350 Sumur Migas di Blok Rokan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengklaim saat ini telah melakukan pengeboran 350 sumur di Blok Rokan, Riau, meski belum genap satu tahun pasca alih kelola wilayah kerja tersebut.

Direktur Utama Pertamina Hulu Rokan Jaffee Suardin mengatakan, pihaknya telah berhasil mempertahankan tingkat produksi yang kini mencapai rata-rata 161 MBOPD (ribu barel minyak per hari), sebuah hasil yang baik dibandingkan 142 MBOPD jika perusahaan tidak melakukan pengeboran yang masif dan agresif.

"Kontribusi dari sumur-sumur pengembangan mampu mempertahankan tingkat produksi dan menunjukkan operasi yang optimal, sehingga wilayah kerja Rokan tetap menduduki posisi sebagai salah satu produsen minyak terbesar di Indonesia dengan kontribusi 24 persen produksi minyak nasional,"ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (20/7).

Baca Juga:  Perbaiki Lingkungan, UPDK Pekanbaru Salurkan Bantuan ke Desa Balai Pungut

Jaffee menuturkan keberhasilan itu merupakan kolaborasi berbagai pihak, baik internal perusahaan, mitra kerja, maupun pihak pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa pengeboran masif tersebut adalah bagian dari upaya mendukung ketahanan energi nasional dan target-target yang telah ditetapkan.

Sejauh ini, PHR telah mengoperasikan 19 rig pengeboran serta 33 rig workover and well services. Blok Rokan menyumbangkan sepertiga total produksi minyak Pertamina atau hampir seperempat produksi nasional. "Seluruh hasil lifting wilayah kerja Rokan dimanfaatkan untuk konsumsi kilang domestik Pertamina,"kata Jaffee.

Lebih lanjut ia menyampaikan butuh proses komprehensif untuk melakukan pengeboran setiap sumur, mulai dari tahap perencanaan, perizinan, pengadaan barang-jasa pendukung, persiapan lokasi, hingga pelaksanaan pengeboran sumur minyak membutuhkan waktu setidaknya enam bulan.

Baca Juga:  Permintaan Kredit Triwulan II 2019 Naik Jadi 78,3 Persen

Rangkaian tahapan pekerjaan yang sedemikian rupa memerlukan kolaborasi yang kuat dan keahlian sumber daya manusia dari lintas fungsi Pertamina Hulu Rokan. "Ini adalah hasil kerja sama ratusan hingga ribuan pegawai dan mitra kerja PHR yang saling bahu membahu untuk mencapai kinerja yang selamat, andal, dan lancar,"pungkas Jaffee.(esi)

Laporan JPG, Jakarta

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengklaim saat ini telah melakukan pengeboran 350 sumur di Blok Rokan, Riau, meski belum genap satu tahun pasca alih kelola wilayah kerja tersebut.

Direktur Utama Pertamina Hulu Rokan Jaffee Suardin mengatakan, pihaknya telah berhasil mempertahankan tingkat produksi yang kini mencapai rata-rata 161 MBOPD (ribu barel minyak per hari), sebuah hasil yang baik dibandingkan 142 MBOPD jika perusahaan tidak melakukan pengeboran yang masif dan agresif.

"Kontribusi dari sumur-sumur pengembangan mampu mempertahankan tingkat produksi dan menunjukkan operasi yang optimal, sehingga wilayah kerja Rokan tetap menduduki posisi sebagai salah satu produsen minyak terbesar di Indonesia dengan kontribusi 24 persen produksi minyak nasional,"ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (20/7).

Baca Juga:  Generasi Terbaru All New Honda PCX Sudah Meluncur di Riau

Jaffee menuturkan keberhasilan itu merupakan kolaborasi berbagai pihak, baik internal perusahaan, mitra kerja, maupun pihak pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa pengeboran masif tersebut adalah bagian dari upaya mendukung ketahanan energi nasional dan target-target yang telah ditetapkan.

Sejauh ini, PHR telah mengoperasikan 19 rig pengeboran serta 33 rig workover and well services. Blok Rokan menyumbangkan sepertiga total produksi minyak Pertamina atau hampir seperempat produksi nasional. "Seluruh hasil lifting wilayah kerja Rokan dimanfaatkan untuk konsumsi kilang domestik Pertamina,"kata Jaffee.

Lebih lanjut ia menyampaikan butuh proses komprehensif untuk melakukan pengeboran setiap sumur, mulai dari tahap perencanaan, perizinan, pengadaan barang-jasa pendukung, persiapan lokasi, hingga pelaksanaan pengeboran sumur minyak membutuhkan waktu setidaknya enam bulan.

Baca Juga:  Mutiara Merdeka Hotel Rilis Paket Bento

Rangkaian tahapan pekerjaan yang sedemikian rupa memerlukan kolaborasi yang kuat dan keahlian sumber daya manusia dari lintas fungsi Pertamina Hulu Rokan. "Ini adalah hasil kerja sama ratusan hingga ribuan pegawai dan mitra kerja PHR yang saling bahu membahu untuk mencapai kinerja yang selamat, andal, dan lancar,"pungkas Jaffee.(esi)

Laporan JPG, Jakarta

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Pertamina Klaim Lakukan Pengeboran 350 Sumur Migas di Blok Rokan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengklaim saat ini telah melakukan pengeboran 350 sumur di Blok Rokan, Riau, meski belum genap satu tahun pasca alih kelola wilayah kerja tersebut.

Direktur Utama Pertamina Hulu Rokan Jaffee Suardin mengatakan, pihaknya telah berhasil mempertahankan tingkat produksi yang kini mencapai rata-rata 161 MBOPD (ribu barel minyak per hari), sebuah hasil yang baik dibandingkan 142 MBOPD jika perusahaan tidak melakukan pengeboran yang masif dan agresif.

"Kontribusi dari sumur-sumur pengembangan mampu mempertahankan tingkat produksi dan menunjukkan operasi yang optimal, sehingga wilayah kerja Rokan tetap menduduki posisi sebagai salah satu produsen minyak terbesar di Indonesia dengan kontribusi 24 persen produksi minyak nasional,"ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (20/7).

Baca Juga:  Perbaiki Lingkungan, UPDK Pekanbaru Salurkan Bantuan ke Desa Balai Pungut

Jaffee menuturkan keberhasilan itu merupakan kolaborasi berbagai pihak, baik internal perusahaan, mitra kerja, maupun pihak pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa pengeboran masif tersebut adalah bagian dari upaya mendukung ketahanan energi nasional dan target-target yang telah ditetapkan.

Sejauh ini, PHR telah mengoperasikan 19 rig pengeboran serta 33 rig workover and well services. Blok Rokan menyumbangkan sepertiga total produksi minyak Pertamina atau hampir seperempat produksi nasional. "Seluruh hasil lifting wilayah kerja Rokan dimanfaatkan untuk konsumsi kilang domestik Pertamina,"kata Jaffee.

Lebih lanjut ia menyampaikan butuh proses komprehensif untuk melakukan pengeboran setiap sumur, mulai dari tahap perencanaan, perizinan, pengadaan barang-jasa pendukung, persiapan lokasi, hingga pelaksanaan pengeboran sumur minyak membutuhkan waktu setidaknya enam bulan.

Baca Juga:  Mutiara Merdeka Hotel Rilis Paket Bento

Rangkaian tahapan pekerjaan yang sedemikian rupa memerlukan kolaborasi yang kuat dan keahlian sumber daya manusia dari lintas fungsi Pertamina Hulu Rokan. "Ini adalah hasil kerja sama ratusan hingga ribuan pegawai dan mitra kerja PHR yang saling bahu membahu untuk mencapai kinerja yang selamat, andal, dan lancar,"pungkas Jaffee.(esi)

Laporan JPG, Jakarta

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengklaim saat ini telah melakukan pengeboran 350 sumur di Blok Rokan, Riau, meski belum genap satu tahun pasca alih kelola wilayah kerja tersebut.

Direktur Utama Pertamina Hulu Rokan Jaffee Suardin mengatakan, pihaknya telah berhasil mempertahankan tingkat produksi yang kini mencapai rata-rata 161 MBOPD (ribu barel minyak per hari), sebuah hasil yang baik dibandingkan 142 MBOPD jika perusahaan tidak melakukan pengeboran yang masif dan agresif.

"Kontribusi dari sumur-sumur pengembangan mampu mempertahankan tingkat produksi dan menunjukkan operasi yang optimal, sehingga wilayah kerja Rokan tetap menduduki posisi sebagai salah satu produsen minyak terbesar di Indonesia dengan kontribusi 24 persen produksi minyak nasional,"ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (20/7).

Baca Juga:  PT Riau Perkasa Steel Berikan Bantuan ke RSUD Arifin Achmad

Jaffee menuturkan keberhasilan itu merupakan kolaborasi berbagai pihak, baik internal perusahaan, mitra kerja, maupun pihak pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa pengeboran masif tersebut adalah bagian dari upaya mendukung ketahanan energi nasional dan target-target yang telah ditetapkan.

Sejauh ini, PHR telah mengoperasikan 19 rig pengeboran serta 33 rig workover and well services. Blok Rokan menyumbangkan sepertiga total produksi minyak Pertamina atau hampir seperempat produksi nasional. "Seluruh hasil lifting wilayah kerja Rokan dimanfaatkan untuk konsumsi kilang domestik Pertamina,"kata Jaffee.

Lebih lanjut ia menyampaikan butuh proses komprehensif untuk melakukan pengeboran setiap sumur, mulai dari tahap perencanaan, perizinan, pengadaan barang-jasa pendukung, persiapan lokasi, hingga pelaksanaan pengeboran sumur minyak membutuhkan waktu setidaknya enam bulan.

Baca Juga:  Menko Airlangga sebut Ekonomi Indonesia Mulai Pulih, Ini Indikatornya

Rangkaian tahapan pekerjaan yang sedemikian rupa memerlukan kolaborasi yang kuat dan keahlian sumber daya manusia dari lintas fungsi Pertamina Hulu Rokan. "Ini adalah hasil kerja sama ratusan hingga ribuan pegawai dan mitra kerja PHR yang saling bahu membahu untuk mencapai kinerja yang selamat, andal, dan lancar,"pungkas Jaffee.(esi)

Laporan JPG, Jakarta

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari