Rabu, 21 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Pusat Data Tingkatkan Permintaan Kawasan Industri

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Perkembangan bisnis dan ekosistem digital yang pesat akan membuat permintaan lahan untuk fa­silitas pusat data meningkat. Kawasan industri diprediksi menuai demand tersebut.

Colliers Indonesia melihat kawasan industri telah memasuki era Industri 4.0 dengan adanya penerapan sistem cerdas serta integrasi konsep ramah lingkungan dalam pengembangan infrastruktur dan fasilitas pendukung di dalam zona industri. Hal itu melibatkan penerapan teknologi internet of things (IoT) dan artificial intelligence (AI) dalam aktivitas logistik dengan tujuan meningkatkan efisiensi.

Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto menyatakan, pada 2024 sektor pusat data diprediksi terus mendominasi permintaan lahan. Perkembangan dalam teknologi informasi, transformasi digital, penetrasi internet dengan pertumbuhan perangkat pintar, serta minat yang meningkat dan antusiasme terhadap penggunaan big data dan artificial intelligence menjadi faktor yang mendorong permintaan ting­gi dari sektor ter­sebut. ”Permintaan juga diperkirakan muncul dari segmen industri lain seperti otomotif, FMCG, kimia, logistik, kendaraan listrik, dan industri lain selain pusat data,’’ ujarnya.

Baca Juga:  Bank BJB Selenggarakan RUPST Tahun Buku 2020

Ferry menambahkan, kesuksesan bisnis di kawasan industri tidak diragukan memerlukan kepastian hukum dan peraturan yang transparan. Apalagi, masih terdapat potensi pertumbuhan untuk penjualan lahan di zona industri Indonesia. ”Kami berharap pertumbuhan akan berlangsung dengan laju yang hampir sama seperti pada 2023,” tambahnya.

Pada kuartal keempat 2023, penjualan total lahan industri mencapai 214,2 hektare. Daerah Bekasi dan Karawang sebagai kontributor utama. Masing-masing mencatat penjualan sebesar 92,54 dan 88,71 hektare.

Untuk penjualan pada 2023, sektor pusat data mendominasi dengan sekitar 31 persen (67,4 hektare) dari total luas lahan yang diperjualbelikan. Industri itu juga memberikan kontribusi sebesar 30 persen (63,17 hektare) dari total penjualan lahan selama 2022. Sejak 2019, ketika sektor pusat data mulai masuk ke kawasan industri, laju pertumbuhan serapan lahan tahunan telah mencapai CAGR 59,3 persen.(agf/dio/jpg)

Baca Juga:  Bengkel Siaga Suzuki Hadir di 66 Titik

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Perkembangan bisnis dan ekosistem digital yang pesat akan membuat permintaan lahan untuk fa­silitas pusat data meningkat. Kawasan industri diprediksi menuai demand tersebut.

Colliers Indonesia melihat kawasan industri telah memasuki era Industri 4.0 dengan adanya penerapan sistem cerdas serta integrasi konsep ramah lingkungan dalam pengembangan infrastruktur dan fasilitas pendukung di dalam zona industri. Hal itu melibatkan penerapan teknologi internet of things (IoT) dan artificial intelligence (AI) dalam aktivitas logistik dengan tujuan meningkatkan efisiensi.

Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto menyatakan, pada 2024 sektor pusat data diprediksi terus mendominasi permintaan lahan. Perkembangan dalam teknologi informasi, transformasi digital, penetrasi internet dengan pertumbuhan perangkat pintar, serta minat yang meningkat dan antusiasme terhadap penggunaan big data dan artificial intelligence menjadi faktor yang mendorong permintaan ting­gi dari sektor ter­sebut. ”Permintaan juga diperkirakan muncul dari segmen industri lain seperti otomotif, FMCG, kimia, logistik, kendaraan listrik, dan industri lain selain pusat data,’’ ujarnya.

Baca Juga:  Apresiasi Timnas Indonesia, Hyundai Serahkan 2 Unit Mobil untuk Pelatih

Ferry menambahkan, kesuksesan bisnis di kawasan industri tidak diragukan memerlukan kepastian hukum dan peraturan yang transparan. Apalagi, masih terdapat potensi pertumbuhan untuk penjualan lahan di zona industri Indonesia. ”Kami berharap pertumbuhan akan berlangsung dengan laju yang hampir sama seperti pada 2023,” tambahnya.

Pada kuartal keempat 2023, penjualan total lahan industri mencapai 214,2 hektare. Daerah Bekasi dan Karawang sebagai kontributor utama. Masing-masing mencatat penjualan sebesar 92,54 dan 88,71 hektare.

- Advertisement -

Untuk penjualan pada 2023, sektor pusat data mendominasi dengan sekitar 31 persen (67,4 hektare) dari total luas lahan yang diperjualbelikan. Industri itu juga memberikan kontribusi sebesar 30 persen (63,17 hektare) dari total penjualan lahan selama 2022. Sejak 2019, ketika sektor pusat data mulai masuk ke kawasan industri, laju pertumbuhan serapan lahan tahunan telah mencapai CAGR 59,3 persen.(agf/dio/jpg)

Baca Juga:  Simak, Ini Alasan Mitsubishi Triton jadi Kendaraan Untuk Segala Medan
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Perkembangan bisnis dan ekosistem digital yang pesat akan membuat permintaan lahan untuk fa­silitas pusat data meningkat. Kawasan industri diprediksi menuai demand tersebut.

Colliers Indonesia melihat kawasan industri telah memasuki era Industri 4.0 dengan adanya penerapan sistem cerdas serta integrasi konsep ramah lingkungan dalam pengembangan infrastruktur dan fasilitas pendukung di dalam zona industri. Hal itu melibatkan penerapan teknologi internet of things (IoT) dan artificial intelligence (AI) dalam aktivitas logistik dengan tujuan meningkatkan efisiensi.

Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto menyatakan, pada 2024 sektor pusat data diprediksi terus mendominasi permintaan lahan. Perkembangan dalam teknologi informasi, transformasi digital, penetrasi internet dengan pertumbuhan perangkat pintar, serta minat yang meningkat dan antusiasme terhadap penggunaan big data dan artificial intelligence menjadi faktor yang mendorong permintaan ting­gi dari sektor ter­sebut. ”Permintaan juga diperkirakan muncul dari segmen industri lain seperti otomotif, FMCG, kimia, logistik, kendaraan listrik, dan industri lain selain pusat data,’’ ujarnya.

Baca Juga:  RS Awal Bros Group Jalin Kerja Sama dengan Charles Bonar Sirait & CBS School of Communications Jakarta

Ferry menambahkan, kesuksesan bisnis di kawasan industri tidak diragukan memerlukan kepastian hukum dan peraturan yang transparan. Apalagi, masih terdapat potensi pertumbuhan untuk penjualan lahan di zona industri Indonesia. ”Kami berharap pertumbuhan akan berlangsung dengan laju yang hampir sama seperti pada 2023,” tambahnya.

Pada kuartal keempat 2023, penjualan total lahan industri mencapai 214,2 hektare. Daerah Bekasi dan Karawang sebagai kontributor utama. Masing-masing mencatat penjualan sebesar 92,54 dan 88,71 hektare.

Untuk penjualan pada 2023, sektor pusat data mendominasi dengan sekitar 31 persen (67,4 hektare) dari total luas lahan yang diperjualbelikan. Industri itu juga memberikan kontribusi sebesar 30 persen (63,17 hektare) dari total penjualan lahan selama 2022. Sejak 2019, ketika sektor pusat data mulai masuk ke kawasan industri, laju pertumbuhan serapan lahan tahunan telah mencapai CAGR 59,3 persen.(agf/dio/jpg)

Baca Juga:  Tiga Tahun Berturut-turut, Indodax Trading Fest 2022 Hadir Kembali

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari