Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Nissan Pangkas Target Penjualan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Wabah virus corona jenis baru atau Covid-19 telah membuat banyak perusahaan otomotif berpikir ulang dan memaksa mereka merombak strategi penjualannya. Salah satunya adalah Nissan. Merek otomotif Jepang itu dikabarkan melakukan perombakan strategi besar-besaran akibat pandemi global Covid-19 yang sedang melanda banyak negara di dunia.

Sumber yang dekat dengan Nissan yang dikutip Reuters via Motor1, Selasa (14/4), mengatakan Nissan akan secara drastis mengurangi target penjualan tahunan sebesar satu juta mobil dalam rencana restrukturisasi baru yang akan diumumkan pada Mei.

Dengan kata lain, merek Jepang itu akan menetapkan tujuan baru hanya menjual lima juta mobil per tahun dibandingkan dengan target sebelumnya yaitu enam juta yang disebut oleh mantan CEO Hiroto Saikawa. Target sendiri jauh lebih rendah daripada keinginan Charlos Ghosn, mantan CEO Nissan, yakni sekitar delapan juta mobil setiap tahun.

Baca Juga:  Dua Varian Baru Suzuki Satria F150 Resmi Mengaspal, Ini Perbedaannya

Rencana restrukturisasi diharapkan berlangsung hingga Maret 2023. Karena target penjualan diturunkan sebesar satu juta mobil, tentunya akan memiliki dampak di seluruh perusahaan.

Reuters mengatakan tiga atau empat pabrik bisa ditutup, yang akan menyebabkan ribuan pekerja kehilangan pekerjaan. Sebelumnya, Nissan mengumumkan rencana untuk mengurangi tenaga kerja sebesar 10 persen.

Target penjualan lima juta kendaraan per tahun bisa turun lebih jauh jika wabah terus menyebar. Seberapa buruk situasinya di Nissan? Produsen mobil tersebut mencatat kerugian kuartal terbesar dalam satu dekade yakni USD 238 juta atau setara dengan Rp3,7 triliun untuk kuartal Oktober hingga Desember 2019. Automotive News Europe juga mengatakan perusahaan sekarang mencari batas kredit USD 4,6 miliar atau berkisar Rp72,3 triliun untuk membantu melalui masa-masa sulit di industri otomotif yang disebabkan oleh wabah Covid-19.

Baca Juga:  Lintasarta Tingkatkan Solusi ICT Andal

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Wabah virus corona jenis baru atau Covid-19 telah membuat banyak perusahaan otomotif berpikir ulang dan memaksa mereka merombak strategi penjualannya. Salah satunya adalah Nissan. Merek otomotif Jepang itu dikabarkan melakukan perombakan strategi besar-besaran akibat pandemi global Covid-19 yang sedang melanda banyak negara di dunia.

Sumber yang dekat dengan Nissan yang dikutip Reuters via Motor1, Selasa (14/4), mengatakan Nissan akan secara drastis mengurangi target penjualan tahunan sebesar satu juta mobil dalam rencana restrukturisasi baru yang akan diumumkan pada Mei.

Dengan kata lain, merek Jepang itu akan menetapkan tujuan baru hanya menjual lima juta mobil per tahun dibandingkan dengan target sebelumnya yaitu enam juta yang disebut oleh mantan CEO Hiroto Saikawa. Target sendiri jauh lebih rendah daripada keinginan Charlos Ghosn, mantan CEO Nissan, yakni sekitar delapan juta mobil setiap tahun.

Baca Juga:  Mendag Sebut Kemampuan Beradaptasi Bikin Pengusaha Waralaba Tangguh

Rencana restrukturisasi diharapkan berlangsung hingga Maret 2023. Karena target penjualan diturunkan sebesar satu juta mobil, tentunya akan memiliki dampak di seluruh perusahaan.

Reuters mengatakan tiga atau empat pabrik bisa ditutup, yang akan menyebabkan ribuan pekerja kehilangan pekerjaan. Sebelumnya, Nissan mengumumkan rencana untuk mengurangi tenaga kerja sebesar 10 persen.

Target penjualan lima juta kendaraan per tahun bisa turun lebih jauh jika wabah terus menyebar. Seberapa buruk situasinya di Nissan? Produsen mobil tersebut mencatat kerugian kuartal terbesar dalam satu dekade yakni USD 238 juta atau setara dengan Rp3,7 triliun untuk kuartal Oktober hingga Desember 2019. Automotive News Europe juga mengatakan perusahaan sekarang mencari batas kredit USD 4,6 miliar atau berkisar Rp72,3 triliun untuk membantu melalui masa-masa sulit di industri otomotif yang disebabkan oleh wabah Covid-19.

Baca Juga:  Telkomsel Berikan Apresiasi Pejuang Sinyal di Riau

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Nissan Pangkas Target Penjualan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Wabah virus corona jenis baru atau Covid-19 telah membuat banyak perusahaan otomotif berpikir ulang dan memaksa mereka merombak strategi penjualannya. Salah satunya adalah Nissan. Merek otomotif Jepang itu dikabarkan melakukan perombakan strategi besar-besaran akibat pandemi global Covid-19 yang sedang melanda banyak negara di dunia.

Sumber yang dekat dengan Nissan yang dikutip Reuters via Motor1, Selasa (14/4), mengatakan Nissan akan secara drastis mengurangi target penjualan tahunan sebesar satu juta mobil dalam rencana restrukturisasi baru yang akan diumumkan pada Mei.

Dengan kata lain, merek Jepang itu akan menetapkan tujuan baru hanya menjual lima juta mobil per tahun dibandingkan dengan target sebelumnya yaitu enam juta yang disebut oleh mantan CEO Hiroto Saikawa. Target sendiri jauh lebih rendah daripada keinginan Charlos Ghosn, mantan CEO Nissan, yakni sekitar delapan juta mobil setiap tahun.

Baca Juga:  Telkomsel Berikan Apresiasi Pejuang Sinyal di Riau

Rencana restrukturisasi diharapkan berlangsung hingga Maret 2023. Karena target penjualan diturunkan sebesar satu juta mobil, tentunya akan memiliki dampak di seluruh perusahaan.

Reuters mengatakan tiga atau empat pabrik bisa ditutup, yang akan menyebabkan ribuan pekerja kehilangan pekerjaan. Sebelumnya, Nissan mengumumkan rencana untuk mengurangi tenaga kerja sebesar 10 persen.

Target penjualan lima juta kendaraan per tahun bisa turun lebih jauh jika wabah terus menyebar. Seberapa buruk situasinya di Nissan? Produsen mobil tersebut mencatat kerugian kuartal terbesar dalam satu dekade yakni USD 238 juta atau setara dengan Rp3,7 triliun untuk kuartal Oktober hingga Desember 2019. Automotive News Europe juga mengatakan perusahaan sekarang mencari batas kredit USD 4,6 miliar atau berkisar Rp72,3 triliun untuk membantu melalui masa-masa sulit di industri otomotif yang disebabkan oleh wabah Covid-19.

Baca Juga:  Di Jepang Honda All New HR-V Pakai Mesin Hybrid

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Wabah virus corona jenis baru atau Covid-19 telah membuat banyak perusahaan otomotif berpikir ulang dan memaksa mereka merombak strategi penjualannya. Salah satunya adalah Nissan. Merek otomotif Jepang itu dikabarkan melakukan perombakan strategi besar-besaran akibat pandemi global Covid-19 yang sedang melanda banyak negara di dunia.

Sumber yang dekat dengan Nissan yang dikutip Reuters via Motor1, Selasa (14/4), mengatakan Nissan akan secara drastis mengurangi target penjualan tahunan sebesar satu juta mobil dalam rencana restrukturisasi baru yang akan diumumkan pada Mei.

Dengan kata lain, merek Jepang itu akan menetapkan tujuan baru hanya menjual lima juta mobil per tahun dibandingkan dengan target sebelumnya yaitu enam juta yang disebut oleh mantan CEO Hiroto Saikawa. Target sendiri jauh lebih rendah daripada keinginan Charlos Ghosn, mantan CEO Nissan, yakni sekitar delapan juta mobil setiap tahun.

Baca Juga:  Lintasarta Tingkatkan Solusi ICT Andal

Rencana restrukturisasi diharapkan berlangsung hingga Maret 2023. Karena target penjualan diturunkan sebesar satu juta mobil, tentunya akan memiliki dampak di seluruh perusahaan.

Reuters mengatakan tiga atau empat pabrik bisa ditutup, yang akan menyebabkan ribuan pekerja kehilangan pekerjaan. Sebelumnya, Nissan mengumumkan rencana untuk mengurangi tenaga kerja sebesar 10 persen.

Target penjualan lima juta kendaraan per tahun bisa turun lebih jauh jika wabah terus menyebar. Seberapa buruk situasinya di Nissan? Produsen mobil tersebut mencatat kerugian kuartal terbesar dalam satu dekade yakni USD 238 juta atau setara dengan Rp3,7 triliun untuk kuartal Oktober hingga Desember 2019. Automotive News Europe juga mengatakan perusahaan sekarang mencari batas kredit USD 4,6 miliar atau berkisar Rp72,3 triliun untuk membantu melalui masa-masa sulit di industri otomotif yang disebabkan oleh wabah Covid-19.

Baca Juga:  Capella Honda Ajak Kartini Masa Kini #Cari_aman

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari