Rabu, 7 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Kia Tandai 80 Tahun Perjalanan Global dengan Konsep Mobil Masa Depan

YONGIN (RIAUPOS.CO) – Kia menandai 80 tahun kiprahnya pada 2025 melalui seremoni khusus dan pameran bertema warisan serta visi masa depan yang digelar di Kia Vision Square, Yongin, Korea Selatan. Perayaan ini menjadi simbol perjalanan panjang Kia dalam menghadapi tantangan dan komitmennya untuk terus bergerak maju di industri mobilitas global.

Lebih dari 400 tamu menghadiri perayaan tersebut, termasuk jajaran pimpinan Hyundai Motor Group dan Kia, karyawan lintas generasi, serta para mitra yang menjadi bagian dari perjalanan panjang perusahaan. Acara ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Kia Global.

Perayaan 80 tahun ini menjadi refleksi transformasi Kia, dari industri manufaktur sederhana hingga berkembang sebagai salah satu pemimpin global dalam mobilitas berkelanjutan. Momentum tersebut sekaligus menegaskan arah masa depan Kia yang berfokus pada inovasi dan manusia sebagai pusat pengembangan teknologi.

Kia didirikan pada 1944 dengan nama Kyungsung Precision Industry oleh Kim Cheol-ho sebagai produsen komponen logam. Nama Kia resmi digunakan pada 1952, bersamaan dengan peluncuran produk mobilitas pertamanya berupa sepeda 3000-Liho.

Tonggak penting berikutnya terjadi pada 1973 dengan berdirinya Sohari Plant, yang kini dikenal sebagai AutoLand Gwangmyeong, sebagai fasilitas produksi otomotif terintegrasi pertama di Korea Selatan. Setahun kemudian, Kia memasuki industri otomotif roda empat melalui peluncuran Kia Brisa.

Baca Juga:  Rasakan Mudahnya Kebaikan lewat Sedekah Kuota Tri

Sejak itu, Kia terus memperluas jejak globalnya lewat berbagai model ikonik, di antaranya Kia Pride pada 1987 dan Kia Sportage pada 1993 yang dikenal sebagai urban SUV pertama di dunia.

Transformasi besar Kia berlanjut pada 1997 saat perusahaan bergabung dengan Hyundai Motor Group. Perubahan semakin terasa pada 2005 ketika Euisun Chung menjabat sebagai Presiden Kia dan menerapkan strategi Design Management, termasuk merekrut desainer global Peter Schreyer sebagai Chief Design Officer untuk memperkuat identitas desain Kia.

Perayaan 80 tahun ini tidak hanya menyoroti pencapaian historis, tetapi juga menampilkan peran sumber daya manusia lintas generasi yang membentuk filosofi dan arah masa depan Kia. Melalui rangkaian cerita visual, film khusus, serta penampilan dari Kia Ambassador sekaligus violinist kelas dunia Clara-Jumi Kang, Kia menegaskan bahwa kekuatan brand bertumpu pada manusia di baliknya.

Dalam kesempatan tersebut, Kia juga memperkenalkan Vision Meta Turismo Concept, sebuah konsep kendaraan yang merepresentasikan visi Kia terhadap era baru mobilitas. Konsep ini memadukan performa dinamis dengan interior bergaya lounge yang terinspirasi dari keanggunan perjalanan jarak jauh era 1960-an.

Baca Juga:  Gedung ULTG Bintan Diresmikan, PLN Terus Tingkatkan Pelayanan

Vision Meta Turismo mengusung filosofi desain “Opposites United” yang menggabungkan garis futuristik dengan pendekatan human-centered design. Interiornya dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara imersif melalui teknologi digital yang mengutamakan kenyamanan pengemudi dan penumpang.

Salah satu fitur unggulannya adalah setir generasi terbaru dengan tiga mode digital, yakni speedster, dreamer, dan gamer, yang didukung teknologi Augmented Reality Head-Up Display (AR HUD). Teknologi ini memungkinkan informasi visual ditampilkan secara tiga dimensi, seolah melayang di atas jalan.

“Vision Meta Turismo merepresentasikan visi Kia dalam menggabungkan mobilitas dinamis dengan ruang yang berorientasi pada manusia. Ini adalah wujud komitmen kami menghadirkan pengalaman mobilitas yang tidak hanya canggih, tetapi juga menginspirasi,” ujar Executive Vice President and Head of Kia Global Design, Karim Habib, Senin (5/1).

Melalui strategi Total Transformation yang diperkenalkan sejak 2021, Kia menegaskan komitmennya terhadap mobilitas berkelanjutan, termasuk pengembangan kendaraan listrik, Platform Beyond Vehicle (PBV), serta layanan mobilitas berbasis perangkat lunak.

Sebagai bagian dari perayaan, Kia juga membuka Pameran 80 Tahun Kia bertajuk “The Legacy of Movement”. Pameran ini menghadirkan delapan zona tematik dengan 17 kendaraan ikonik yang merepresentasikan perjalanan Kia selama delapan dekade.(ali)

YONGIN (RIAUPOS.CO) – Kia menandai 80 tahun kiprahnya pada 2025 melalui seremoni khusus dan pameran bertema warisan serta visi masa depan yang digelar di Kia Vision Square, Yongin, Korea Selatan. Perayaan ini menjadi simbol perjalanan panjang Kia dalam menghadapi tantangan dan komitmennya untuk terus bergerak maju di industri mobilitas global.

Lebih dari 400 tamu menghadiri perayaan tersebut, termasuk jajaran pimpinan Hyundai Motor Group dan Kia, karyawan lintas generasi, serta para mitra yang menjadi bagian dari perjalanan panjang perusahaan. Acara ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Kia Global.

Perayaan 80 tahun ini menjadi refleksi transformasi Kia, dari industri manufaktur sederhana hingga berkembang sebagai salah satu pemimpin global dalam mobilitas berkelanjutan. Momentum tersebut sekaligus menegaskan arah masa depan Kia yang berfokus pada inovasi dan manusia sebagai pusat pengembangan teknologi.

Kia didirikan pada 1944 dengan nama Kyungsung Precision Industry oleh Kim Cheol-ho sebagai produsen komponen logam. Nama Kia resmi digunakan pada 1952, bersamaan dengan peluncuran produk mobilitas pertamanya berupa sepeda 3000-Liho.

Tonggak penting berikutnya terjadi pada 1973 dengan berdirinya Sohari Plant, yang kini dikenal sebagai AutoLand Gwangmyeong, sebagai fasilitas produksi otomotif terintegrasi pertama di Korea Selatan. Setahun kemudian, Kia memasuki industri otomotif roda empat melalui peluncuran Kia Brisa.

- Advertisement -
Baca Juga:  Penjualan Mobil Juni 2025 Masih Lesu, Gaikindo Sebut Tren Belum Membaik

Sejak itu, Kia terus memperluas jejak globalnya lewat berbagai model ikonik, di antaranya Kia Pride pada 1987 dan Kia Sportage pada 1993 yang dikenal sebagai urban SUV pertama di dunia.

Transformasi besar Kia berlanjut pada 1997 saat perusahaan bergabung dengan Hyundai Motor Group. Perubahan semakin terasa pada 2005 ketika Euisun Chung menjabat sebagai Presiden Kia dan menerapkan strategi Design Management, termasuk merekrut desainer global Peter Schreyer sebagai Chief Design Officer untuk memperkuat identitas desain Kia.

- Advertisement -

Perayaan 80 tahun ini tidak hanya menyoroti pencapaian historis, tetapi juga menampilkan peran sumber daya manusia lintas generasi yang membentuk filosofi dan arah masa depan Kia. Melalui rangkaian cerita visual, film khusus, serta penampilan dari Kia Ambassador sekaligus violinist kelas dunia Clara-Jumi Kang, Kia menegaskan bahwa kekuatan brand bertumpu pada manusia di baliknya.

Dalam kesempatan tersebut, Kia juga memperkenalkan Vision Meta Turismo Concept, sebuah konsep kendaraan yang merepresentasikan visi Kia terhadap era baru mobilitas. Konsep ini memadukan performa dinamis dengan interior bergaya lounge yang terinspirasi dari keanggunan perjalanan jarak jauh era 1960-an.

Baca Juga:  BEST4Life dari PLN Permudah UMKM Mendapatkan Pelayanan Kelistrikan di Riau

Vision Meta Turismo mengusung filosofi desain “Opposites United” yang menggabungkan garis futuristik dengan pendekatan human-centered design. Interiornya dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara imersif melalui teknologi digital yang mengutamakan kenyamanan pengemudi dan penumpang.

Salah satu fitur unggulannya adalah setir generasi terbaru dengan tiga mode digital, yakni speedster, dreamer, dan gamer, yang didukung teknologi Augmented Reality Head-Up Display (AR HUD). Teknologi ini memungkinkan informasi visual ditampilkan secara tiga dimensi, seolah melayang di atas jalan.

“Vision Meta Turismo merepresentasikan visi Kia dalam menggabungkan mobilitas dinamis dengan ruang yang berorientasi pada manusia. Ini adalah wujud komitmen kami menghadirkan pengalaman mobilitas yang tidak hanya canggih, tetapi juga menginspirasi,” ujar Executive Vice President and Head of Kia Global Design, Karim Habib, Senin (5/1).

Melalui strategi Total Transformation yang diperkenalkan sejak 2021, Kia menegaskan komitmennya terhadap mobilitas berkelanjutan, termasuk pengembangan kendaraan listrik, Platform Beyond Vehicle (PBV), serta layanan mobilitas berbasis perangkat lunak.

Sebagai bagian dari perayaan, Kia juga membuka Pameran 80 Tahun Kia bertajuk “The Legacy of Movement”. Pameran ini menghadirkan delapan zona tematik dengan 17 kendaraan ikonik yang merepresentasikan perjalanan Kia selama delapan dekade.(ali)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

YONGIN (RIAUPOS.CO) – Kia menandai 80 tahun kiprahnya pada 2025 melalui seremoni khusus dan pameran bertema warisan serta visi masa depan yang digelar di Kia Vision Square, Yongin, Korea Selatan. Perayaan ini menjadi simbol perjalanan panjang Kia dalam menghadapi tantangan dan komitmennya untuk terus bergerak maju di industri mobilitas global.

Lebih dari 400 tamu menghadiri perayaan tersebut, termasuk jajaran pimpinan Hyundai Motor Group dan Kia, karyawan lintas generasi, serta para mitra yang menjadi bagian dari perjalanan panjang perusahaan. Acara ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Kia Global.

Perayaan 80 tahun ini menjadi refleksi transformasi Kia, dari industri manufaktur sederhana hingga berkembang sebagai salah satu pemimpin global dalam mobilitas berkelanjutan. Momentum tersebut sekaligus menegaskan arah masa depan Kia yang berfokus pada inovasi dan manusia sebagai pusat pengembangan teknologi.

Kia didirikan pada 1944 dengan nama Kyungsung Precision Industry oleh Kim Cheol-ho sebagai produsen komponen logam. Nama Kia resmi digunakan pada 1952, bersamaan dengan peluncuran produk mobilitas pertamanya berupa sepeda 3000-Liho.

Tonggak penting berikutnya terjadi pada 1973 dengan berdirinya Sohari Plant, yang kini dikenal sebagai AutoLand Gwangmyeong, sebagai fasilitas produksi otomotif terintegrasi pertama di Korea Selatan. Setahun kemudian, Kia memasuki industri otomotif roda empat melalui peluncuran Kia Brisa.

Baca Juga:  Aletra L8 EV Kini Hadir di Pekanbaru, Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik Sumatera

Sejak itu, Kia terus memperluas jejak globalnya lewat berbagai model ikonik, di antaranya Kia Pride pada 1987 dan Kia Sportage pada 1993 yang dikenal sebagai urban SUV pertama di dunia.

Transformasi besar Kia berlanjut pada 1997 saat perusahaan bergabung dengan Hyundai Motor Group. Perubahan semakin terasa pada 2005 ketika Euisun Chung menjabat sebagai Presiden Kia dan menerapkan strategi Design Management, termasuk merekrut desainer global Peter Schreyer sebagai Chief Design Officer untuk memperkuat identitas desain Kia.

Perayaan 80 tahun ini tidak hanya menyoroti pencapaian historis, tetapi juga menampilkan peran sumber daya manusia lintas generasi yang membentuk filosofi dan arah masa depan Kia. Melalui rangkaian cerita visual, film khusus, serta penampilan dari Kia Ambassador sekaligus violinist kelas dunia Clara-Jumi Kang, Kia menegaskan bahwa kekuatan brand bertumpu pada manusia di baliknya.

Dalam kesempatan tersebut, Kia juga memperkenalkan Vision Meta Turismo Concept, sebuah konsep kendaraan yang merepresentasikan visi Kia terhadap era baru mobilitas. Konsep ini memadukan performa dinamis dengan interior bergaya lounge yang terinspirasi dari keanggunan perjalanan jarak jauh era 1960-an.

Baca Juga:  Capella Dinamik Nusantara Asah Kompetensi Garda Terdepan Honda

Vision Meta Turismo mengusung filosofi desain “Opposites United” yang menggabungkan garis futuristik dengan pendekatan human-centered design. Interiornya dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara imersif melalui teknologi digital yang mengutamakan kenyamanan pengemudi dan penumpang.

Salah satu fitur unggulannya adalah setir generasi terbaru dengan tiga mode digital, yakni speedster, dreamer, dan gamer, yang didukung teknologi Augmented Reality Head-Up Display (AR HUD). Teknologi ini memungkinkan informasi visual ditampilkan secara tiga dimensi, seolah melayang di atas jalan.

“Vision Meta Turismo merepresentasikan visi Kia dalam menggabungkan mobilitas dinamis dengan ruang yang berorientasi pada manusia. Ini adalah wujud komitmen kami menghadirkan pengalaman mobilitas yang tidak hanya canggih, tetapi juga menginspirasi,” ujar Executive Vice President and Head of Kia Global Design, Karim Habib, Senin (5/1).

Melalui strategi Total Transformation yang diperkenalkan sejak 2021, Kia menegaskan komitmennya terhadap mobilitas berkelanjutan, termasuk pengembangan kendaraan listrik, Platform Beyond Vehicle (PBV), serta layanan mobilitas berbasis perangkat lunak.

Sebagai bagian dari perayaan, Kia juga membuka Pameran 80 Tahun Kia bertajuk “The Legacy of Movement”. Pameran ini menghadirkan delapan zona tematik dengan 17 kendaraan ikonik yang merepresentasikan perjalanan Kia selama delapan dekade.(ali)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari