Kamis, 3 April 2025
spot_img

Cabai dan Beras Berikan Andil dalam Inflasi Riau

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – BADAN Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat bahwa pada Desember 2023, gabungan 3 kota di Provinsi Riau mengalami inflasi year on year (yoy) atau tahunan sebesar 2,50 persen. Dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 116,90, secara bulan ke bulan juga mengalami inflasi sebesar 0,17 persen.

Kepala BPS Provinsi Riau Asep Riyadi mengatakan, dari tiga kota IHK di Provinsi Riau, semua kota mengalami inflasi yoy. Untuk Kota Pekanbaru sendiri mengalami inflasi yoy sebesar 2,50 persen dan secara month to month (mtm) atau bulan ke bulan sebesar 0,21 persen. Sedangkan Kota Dumai mengalami inflasi yoy sebesar 2,78 persen. Namun secara mtm mengalami deflasi sebesar 0,03 persen. Sementara itu, Kota Tembilahan mengalami inflasi yoy sebesar 1,53 persen dan secara mtm mengalami inflasi sebesar 0,11 persen.

‘’Inflasi yoy terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,96 persen,’’ ungkapnya beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Kolaborasi PLN dengan Pemerintah Daerah, Percepat PSN SUTT 150 kV KID-Pakning

Kemudian diikuti kelompok transportasi sebesar 2,92 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,17 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,36 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,32 persen, kelompok pendidikan sebesar 1,10 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,00 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,70 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,35 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,12 persen.

Sementara itu satu kelompok lainnya mengalami deflasi yoy yaitu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,04 persen. ‘’Komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi yoy pada Desember 2023, antara lain cabai merah, beras, rokok kretek filter, mobil, emas perhiasan, sewa rumah, kontrak rumah, bawang merah, gula pasir, bawang putih, angkutan udara, kentang, dan bayam,’’ jelasnya.

Baca Juga:  Apple Gelar Program Perbaikan Layar IPhone 11 yang Bermasalah

Sementara, secara mtm komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi pada Desember 2023, antara lain bawang merah, angkutan udara, tomat, emas perhiasan, bayam, ayam hidup dan beras. Di sisi lain komoditas yang memberikan andil atau sumbangan deflasi mtm antara lain cabai merah, cabai rawit, ikan serai, kentang, dan udang basah.

Dari 24 kota di Sumatera yang menghitung IHK, seluruh kota mengalami inflasi yoy, dengan inflasi yoy tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 3,80 persen. Diikuti oleh Kota Bandar Lampung sebesar 3,52 persen dan Kota Jambi sebesar 3,27 persen. Sementara itu inflasi yoy terendah terjadi di Kota Meulaboh sebesar 1,42 persen.

Berdasarkan urutan inflasi yoy kota-kota di Sumatera, kota-kota di Provinsi Riau berturut-turut yaitu Dumai urutan ke-11, Pekanbaru urutan ke-14 dan Tembilahan urutan ke-23.(esi)

Laporan SITI AZURA, Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – BADAN Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat bahwa pada Desember 2023, gabungan 3 kota di Provinsi Riau mengalami inflasi year on year (yoy) atau tahunan sebesar 2,50 persen. Dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 116,90, secara bulan ke bulan juga mengalami inflasi sebesar 0,17 persen.

Kepala BPS Provinsi Riau Asep Riyadi mengatakan, dari tiga kota IHK di Provinsi Riau, semua kota mengalami inflasi yoy. Untuk Kota Pekanbaru sendiri mengalami inflasi yoy sebesar 2,50 persen dan secara month to month (mtm) atau bulan ke bulan sebesar 0,21 persen. Sedangkan Kota Dumai mengalami inflasi yoy sebesar 2,78 persen. Namun secara mtm mengalami deflasi sebesar 0,03 persen. Sementara itu, Kota Tembilahan mengalami inflasi yoy sebesar 1,53 persen dan secara mtm mengalami inflasi sebesar 0,11 persen.

‘’Inflasi yoy terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,96 persen,’’ ungkapnya beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Pedagang Sebut Daya Beli Masyarakat Rendah

Kemudian diikuti kelompok transportasi sebesar 2,92 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,17 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,36 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,32 persen, kelompok pendidikan sebesar 1,10 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,00 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,70 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,35 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,12 persen.

Sementara itu satu kelompok lainnya mengalami deflasi yoy yaitu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,04 persen. ‘’Komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi yoy pada Desember 2023, antara lain cabai merah, beras, rokok kretek filter, mobil, emas perhiasan, sewa rumah, kontrak rumah, bawang merah, gula pasir, bawang putih, angkutan udara, kentang, dan bayam,’’ jelasnya.

Baca Juga:  BI Prediksi Ekonomi Riau Tumbuh hingga 4,8 Persen Tahun Ini

Sementara, secara mtm komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi pada Desember 2023, antara lain bawang merah, angkutan udara, tomat, emas perhiasan, bayam, ayam hidup dan beras. Di sisi lain komoditas yang memberikan andil atau sumbangan deflasi mtm antara lain cabai merah, cabai rawit, ikan serai, kentang, dan udang basah.

Dari 24 kota di Sumatera yang menghitung IHK, seluruh kota mengalami inflasi yoy, dengan inflasi yoy tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 3,80 persen. Diikuti oleh Kota Bandar Lampung sebesar 3,52 persen dan Kota Jambi sebesar 3,27 persen. Sementara itu inflasi yoy terendah terjadi di Kota Meulaboh sebesar 1,42 persen.

Berdasarkan urutan inflasi yoy kota-kota di Sumatera, kota-kota di Provinsi Riau berturut-turut yaitu Dumai urutan ke-11, Pekanbaru urutan ke-14 dan Tembilahan urutan ke-23.(esi)

Laporan SITI AZURA, Pekanbaru

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Cabai dan Beras Berikan Andil dalam Inflasi Riau

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – BADAN Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat bahwa pada Desember 2023, gabungan 3 kota di Provinsi Riau mengalami inflasi year on year (yoy) atau tahunan sebesar 2,50 persen. Dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 116,90, secara bulan ke bulan juga mengalami inflasi sebesar 0,17 persen.

Kepala BPS Provinsi Riau Asep Riyadi mengatakan, dari tiga kota IHK di Provinsi Riau, semua kota mengalami inflasi yoy. Untuk Kota Pekanbaru sendiri mengalami inflasi yoy sebesar 2,50 persen dan secara month to month (mtm) atau bulan ke bulan sebesar 0,21 persen. Sedangkan Kota Dumai mengalami inflasi yoy sebesar 2,78 persen. Namun secara mtm mengalami deflasi sebesar 0,03 persen. Sementara itu, Kota Tembilahan mengalami inflasi yoy sebesar 1,53 persen dan secara mtm mengalami inflasi sebesar 0,11 persen.

‘’Inflasi yoy terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,96 persen,’’ ungkapnya beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  BNI Syariah KC Panam Arengka Layani Penukaran Uang Pecahan Kecil

Kemudian diikuti kelompok transportasi sebesar 2,92 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,17 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,36 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,32 persen, kelompok pendidikan sebesar 1,10 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,00 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,70 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,35 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,12 persen.

Sementara itu satu kelompok lainnya mengalami deflasi yoy yaitu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,04 persen. ‘’Komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi yoy pada Desember 2023, antara lain cabai merah, beras, rokok kretek filter, mobil, emas perhiasan, sewa rumah, kontrak rumah, bawang merah, gula pasir, bawang putih, angkutan udara, kentang, dan bayam,’’ jelasnya.

Baca Juga:  BPS Riau Catat 39.843 Kunjungan Wisman

Sementara, secara mtm komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi pada Desember 2023, antara lain bawang merah, angkutan udara, tomat, emas perhiasan, bayam, ayam hidup dan beras. Di sisi lain komoditas yang memberikan andil atau sumbangan deflasi mtm antara lain cabai merah, cabai rawit, ikan serai, kentang, dan udang basah.

Dari 24 kota di Sumatera yang menghitung IHK, seluruh kota mengalami inflasi yoy, dengan inflasi yoy tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 3,80 persen. Diikuti oleh Kota Bandar Lampung sebesar 3,52 persen dan Kota Jambi sebesar 3,27 persen. Sementara itu inflasi yoy terendah terjadi di Kota Meulaboh sebesar 1,42 persen.

Berdasarkan urutan inflasi yoy kota-kota di Sumatera, kota-kota di Provinsi Riau berturut-turut yaitu Dumai urutan ke-11, Pekanbaru urutan ke-14 dan Tembilahan urutan ke-23.(esi)

Laporan SITI AZURA, Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – BADAN Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat bahwa pada Desember 2023, gabungan 3 kota di Provinsi Riau mengalami inflasi year on year (yoy) atau tahunan sebesar 2,50 persen. Dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 116,90, secara bulan ke bulan juga mengalami inflasi sebesar 0,17 persen.

Kepala BPS Provinsi Riau Asep Riyadi mengatakan, dari tiga kota IHK di Provinsi Riau, semua kota mengalami inflasi yoy. Untuk Kota Pekanbaru sendiri mengalami inflasi yoy sebesar 2,50 persen dan secara month to month (mtm) atau bulan ke bulan sebesar 0,21 persen. Sedangkan Kota Dumai mengalami inflasi yoy sebesar 2,78 persen. Namun secara mtm mengalami deflasi sebesar 0,03 persen. Sementara itu, Kota Tembilahan mengalami inflasi yoy sebesar 1,53 persen dan secara mtm mengalami inflasi sebesar 0,11 persen.

‘’Inflasi yoy terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,96 persen,’’ ungkapnya beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Pedagang Sebut Daya Beli Masyarakat Rendah

Kemudian diikuti kelompok transportasi sebesar 2,92 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,17 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,36 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,32 persen, kelompok pendidikan sebesar 1,10 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,00 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,70 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,35 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,12 persen.

Sementara itu satu kelompok lainnya mengalami deflasi yoy yaitu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,04 persen. ‘’Komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi yoy pada Desember 2023, antara lain cabai merah, beras, rokok kretek filter, mobil, emas perhiasan, sewa rumah, kontrak rumah, bawang merah, gula pasir, bawang putih, angkutan udara, kentang, dan bayam,’’ jelasnya.

Baca Juga:  Produksi Beras di Riau Alami Penurunan Selama 2023

Sementara, secara mtm komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi pada Desember 2023, antara lain bawang merah, angkutan udara, tomat, emas perhiasan, bayam, ayam hidup dan beras. Di sisi lain komoditas yang memberikan andil atau sumbangan deflasi mtm antara lain cabai merah, cabai rawit, ikan serai, kentang, dan udang basah.

Dari 24 kota di Sumatera yang menghitung IHK, seluruh kota mengalami inflasi yoy, dengan inflasi yoy tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 3,80 persen. Diikuti oleh Kota Bandar Lampung sebesar 3,52 persen dan Kota Jambi sebesar 3,27 persen. Sementara itu inflasi yoy terendah terjadi di Kota Meulaboh sebesar 1,42 persen.

Berdasarkan urutan inflasi yoy kota-kota di Sumatera, kota-kota di Provinsi Riau berturut-turut yaitu Dumai urutan ke-11, Pekanbaru urutan ke-14 dan Tembilahan urutan ke-23.(esi)

Laporan SITI AZURA, Pekanbaru

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari