Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Demo Ricuh Bikin Investor Waswas

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus terkoreksi cukup dalam pada perdagangan hari ini, Kamis (3/10). IHSG juga sempat menyentuh level 5.000, tepatnya 5.997,69 pada awal pembukaan perdagangan.

Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia, Alfred Nainggolan menilai, faktor eksternal dominan mempengaruhi IHSG selama satu pekan ini. Mulai dari perang dagang, resesi yang melanda Uni Eropa dan lainnya.

“Eksternal dan internal, keduanya memengaruhi bursa kita. Termasuk juga bursa di regional terkoreksi cukup dalam,” kata Alfred kepada JawaPos.com, Kamis (3/10) sore.

Untuk faktor internal, penurunan IHSG menurut Alfred dikarenakan kondisi politik dalam negeri yang membuat was-was investor. Antara lain demo unjuk rasa yang berakhir dengan kerusuhan.

Baca Juga:  Tasyakuran BSI Pecahkan Rekor MURI, Pemotongan 1.300 Tumpeng Kue Tradisional se-Indonesia

“Ada beberapa katalis positif yang bisa membuat IHSG rebound, seperti data dari BPS. Tapi, tertutup oleh kondisi politik di dalam negeri,” tegas dia.

Hal yang sama diungkapkan Direktur Investa Saran Mandiri, Hans Kwee. Meski tidak terlalu signifikan, beberapa kali unjuk rasa yang berakhir dengan kericuhan membuat pasar gamang.

“Nilai tukar rupiah sedang tidak bagus, harga sejumlah komoditas sama. Ada beberapa kali unjuk rasa,” ungkap Hans.

Meski demikian, Hans optimistis IHSG kembali rebound pada akhir pekan ini setelah terjadi penurunan cukup dalam. “Jumat ini atau pekan depan, kita prediksi sudah rebound,” pungkas dia.

Pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG ditutup melemah 16,89 poin atau 0,28 persen ke level 6.038,52. Sepanjang hari ini, IHSG berada di zona merah.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal
 

Baca Juga:  Yamaha Jupiter Z1 Dapat Warna Baru

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus terkoreksi cukup dalam pada perdagangan hari ini, Kamis (3/10). IHSG juga sempat menyentuh level 5.000, tepatnya 5.997,69 pada awal pembukaan perdagangan.

Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia, Alfred Nainggolan menilai, faktor eksternal dominan mempengaruhi IHSG selama satu pekan ini. Mulai dari perang dagang, resesi yang melanda Uni Eropa dan lainnya.

“Eksternal dan internal, keduanya memengaruhi bursa kita. Termasuk juga bursa di regional terkoreksi cukup dalam,” kata Alfred kepada JawaPos.com, Kamis (3/10) sore.

Untuk faktor internal, penurunan IHSG menurut Alfred dikarenakan kondisi politik dalam negeri yang membuat was-was investor. Antara lain demo unjuk rasa yang berakhir dengan kerusuhan.

Baca Juga:  Mitsubishi Umumkan Field Fix Campaign

“Ada beberapa katalis positif yang bisa membuat IHSG rebound, seperti data dari BPS. Tapi, tertutup oleh kondisi politik di dalam negeri,” tegas dia.

Hal yang sama diungkapkan Direktur Investa Saran Mandiri, Hans Kwee. Meski tidak terlalu signifikan, beberapa kali unjuk rasa yang berakhir dengan kericuhan membuat pasar gamang.

“Nilai tukar rupiah sedang tidak bagus, harga sejumlah komoditas sama. Ada beberapa kali unjuk rasa,” ungkap Hans.

Meski demikian, Hans optimistis IHSG kembali rebound pada akhir pekan ini setelah terjadi penurunan cukup dalam. “Jumat ini atau pekan depan, kita prediksi sudah rebound,” pungkas dia.

Pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG ditutup melemah 16,89 poin atau 0,28 persen ke level 6.038,52. Sepanjang hari ini, IHSG berada di zona merah.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal
 

Baca Juga:  Modena Gelar Lomba Masak Discover the Chef in You
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Demo Ricuh Bikin Investor Waswas

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus terkoreksi cukup dalam pada perdagangan hari ini, Kamis (3/10). IHSG juga sempat menyentuh level 5.000, tepatnya 5.997,69 pada awal pembukaan perdagangan.

Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia, Alfred Nainggolan menilai, faktor eksternal dominan mempengaruhi IHSG selama satu pekan ini. Mulai dari perang dagang, resesi yang melanda Uni Eropa dan lainnya.

“Eksternal dan internal, keduanya memengaruhi bursa kita. Termasuk juga bursa di regional terkoreksi cukup dalam,” kata Alfred kepada JawaPos.com, Kamis (3/10) sore.

Untuk faktor internal, penurunan IHSG menurut Alfred dikarenakan kondisi politik dalam negeri yang membuat was-was investor. Antara lain demo unjuk rasa yang berakhir dengan kerusuhan.

Baca Juga:  Sektor Pertanian Jadi Penyangga Selama Resesi Ekonomi Indonesia

“Ada beberapa katalis positif yang bisa membuat IHSG rebound, seperti data dari BPS. Tapi, tertutup oleh kondisi politik di dalam negeri,” tegas dia.

Hal yang sama diungkapkan Direktur Investa Saran Mandiri, Hans Kwee. Meski tidak terlalu signifikan, beberapa kali unjuk rasa yang berakhir dengan kericuhan membuat pasar gamang.

“Nilai tukar rupiah sedang tidak bagus, harga sejumlah komoditas sama. Ada beberapa kali unjuk rasa,” ungkap Hans.

Meski demikian, Hans optimistis IHSG kembali rebound pada akhir pekan ini setelah terjadi penurunan cukup dalam. “Jumat ini atau pekan depan, kita prediksi sudah rebound,” pungkas dia.

Pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG ditutup melemah 16,89 poin atau 0,28 persen ke level 6.038,52. Sepanjang hari ini, IHSG berada di zona merah.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal
 

Baca Juga:  Pertamina Klaim Lakukan Pengeboran 350 Sumur Migas di Blok Rokan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus terkoreksi cukup dalam pada perdagangan hari ini, Kamis (3/10). IHSG juga sempat menyentuh level 5.000, tepatnya 5.997,69 pada awal pembukaan perdagangan.

Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia, Alfred Nainggolan menilai, faktor eksternal dominan mempengaruhi IHSG selama satu pekan ini. Mulai dari perang dagang, resesi yang melanda Uni Eropa dan lainnya.

“Eksternal dan internal, keduanya memengaruhi bursa kita. Termasuk juga bursa di regional terkoreksi cukup dalam,” kata Alfred kepada JawaPos.com, Kamis (3/10) sore.

Untuk faktor internal, penurunan IHSG menurut Alfred dikarenakan kondisi politik dalam negeri yang membuat was-was investor. Antara lain demo unjuk rasa yang berakhir dengan kerusuhan.

Baca Juga:  Mitsubishi Umumkan Field Fix Campaign

“Ada beberapa katalis positif yang bisa membuat IHSG rebound, seperti data dari BPS. Tapi, tertutup oleh kondisi politik di dalam negeri,” tegas dia.

Hal yang sama diungkapkan Direktur Investa Saran Mandiri, Hans Kwee. Meski tidak terlalu signifikan, beberapa kali unjuk rasa yang berakhir dengan kericuhan membuat pasar gamang.

“Nilai tukar rupiah sedang tidak bagus, harga sejumlah komoditas sama. Ada beberapa kali unjuk rasa,” ungkap Hans.

Meski demikian, Hans optimistis IHSG kembali rebound pada akhir pekan ini setelah terjadi penurunan cukup dalam. “Jumat ini atau pekan depan, kita prediksi sudah rebound,” pungkas dia.

Pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG ditutup melemah 16,89 poin atau 0,28 persen ke level 6.038,52. Sepanjang hari ini, IHSG berada di zona merah.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal
 

Baca Juga:  Sektor Pertanian Jadi Penyangga Selama Resesi Ekonomi Indonesia
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari