Minggu, 24 Mei 2026
- Advertisement -

Inka Ekspor 262 Gerbong Barang ke Selandia Baru

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pandemi Covid-19 yang belum berakhir tidak menghentikan laju bisnis PT Industri Kereta Api (Inka). Perusahaan pelat merah itu berhasil memasarkan produk-produknya ke luar negeri. Kali ini yang diekspor adalah gerbong barang jenis container flat top wagon. Negara pemesannya Selandia Baru. Pada tahap pertama, dikirim 262 gerbong barang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan kebanggaannya atas capaian PT Inka. Menurut dia, ekspor itu merupakan wujud produk yang mampu bersaing di pasar internasional. ”Kita harus bangga. Anak bangsa mampu mengekspor produk yang memiliki nilai strategis dan ekonomi tinggi,” ujarnya.

Budi mengungkapkan, PT Inka tidak hanya membuat gerbong kereta api. Perusahaan tersebut juga mampu membuat bus listrik.

Baca Juga:  Pemerintah Atur Tata Niaga Impor Elektronik

Bus listrik tersebut akan disiapkan untuk perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali. Selain itu, PT Inka membuat kontainer untuk kapal tol laut di wilayah Indonesia Timur. ”Semua itu adalah barang produktif yang memberikan dukungan investasi dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” kata Budi.

Dia berpesan kepada PT Inka untuk terus menjaga kualitas dan harga produknya. Dengan cara itu, daya saing di pasar luar negeri akan tetap terjaga. ”Presiden Joko Widodo meminta kepada saya untuk terus mengawal produk-produk dalam negeri,” imbuhnya.

Direktur Utama (Dirut) PT Inka Budi Noviantoro mengatakan, pemesan gerbong barang itu adalah perusahaan Kiwi Rail, BUMN di Selandia Baru. Perusahaan tersebut menjadi operator transportasi perkeretaapian dan feri antarpulau terbesar di negara itu. ”Masih ada beberapa paket kerja sama yang akan kita perjuangkan. Semoga PT Inka bisa mendapatkan proyek selanjutnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Tambah Cuan, Harga TBS Kelapa Sawit Riau Jadi Rp3.866 per Kg

Ekspor itu diharapkan menjadi langkah besar Indonesia, khususnya PT Inka, untuk kembali mengambil peran di pasar kereta api di wilayah Oceania. Sebelumnya, PT Inka juga mengekspor 224 blizzard centre sills untuk BradkenRail, Australia.(lyn/c6/oni)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pandemi Covid-19 yang belum berakhir tidak menghentikan laju bisnis PT Industri Kereta Api (Inka). Perusahaan pelat merah itu berhasil memasarkan produk-produknya ke luar negeri. Kali ini yang diekspor adalah gerbong barang jenis container flat top wagon. Negara pemesannya Selandia Baru. Pada tahap pertama, dikirim 262 gerbong barang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan kebanggaannya atas capaian PT Inka. Menurut dia, ekspor itu merupakan wujud produk yang mampu bersaing di pasar internasional. ”Kita harus bangga. Anak bangsa mampu mengekspor produk yang memiliki nilai strategis dan ekonomi tinggi,” ujarnya.

Budi mengungkapkan, PT Inka tidak hanya membuat gerbong kereta api. Perusahaan tersebut juga mampu membuat bus listrik.

Baca Juga:  Mitra10 di Jalan Soekarno Hatta Gelar Beragam Promo selama 20-23 Januari

Bus listrik tersebut akan disiapkan untuk perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali. Selain itu, PT Inka membuat kontainer untuk kapal tol laut di wilayah Indonesia Timur. ”Semua itu adalah barang produktif yang memberikan dukungan investasi dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” kata Budi.

Dia berpesan kepada PT Inka untuk terus menjaga kualitas dan harga produknya. Dengan cara itu, daya saing di pasar luar negeri akan tetap terjaga. ”Presiden Joko Widodo meminta kepada saya untuk terus mengawal produk-produk dalam negeri,” imbuhnya.

- Advertisement -

Direktur Utama (Dirut) PT Inka Budi Noviantoro mengatakan, pemesan gerbong barang itu adalah perusahaan Kiwi Rail, BUMN di Selandia Baru. Perusahaan tersebut menjadi operator transportasi perkeretaapian dan feri antarpulau terbesar di negara itu. ”Masih ada beberapa paket kerja sama yang akan kita perjuangkan. Semoga PT Inka bisa mendapatkan proyek selanjutnya,” ujarnya.

Baca Juga:  New Normal, Dealer dan AHASS Sediakan Layanan Honda Khusus

Ekspor itu diharapkan menjadi langkah besar Indonesia, khususnya PT Inka, untuk kembali mengambil peran di pasar kereta api di wilayah Oceania. Sebelumnya, PT Inka juga mengekspor 224 blizzard centre sills untuk BradkenRail, Australia.(lyn/c6/oni)

- Advertisement -

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pandemi Covid-19 yang belum berakhir tidak menghentikan laju bisnis PT Industri Kereta Api (Inka). Perusahaan pelat merah itu berhasil memasarkan produk-produknya ke luar negeri. Kali ini yang diekspor adalah gerbong barang jenis container flat top wagon. Negara pemesannya Selandia Baru. Pada tahap pertama, dikirim 262 gerbong barang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan kebanggaannya atas capaian PT Inka. Menurut dia, ekspor itu merupakan wujud produk yang mampu bersaing di pasar internasional. ”Kita harus bangga. Anak bangsa mampu mengekspor produk yang memiliki nilai strategis dan ekonomi tinggi,” ujarnya.

Budi mengungkapkan, PT Inka tidak hanya membuat gerbong kereta api. Perusahaan tersebut juga mampu membuat bus listrik.

Baca Juga:  Pemerintah Atur Tata Niaga Impor Elektronik

Bus listrik tersebut akan disiapkan untuk perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali. Selain itu, PT Inka membuat kontainer untuk kapal tol laut di wilayah Indonesia Timur. ”Semua itu adalah barang produktif yang memberikan dukungan investasi dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” kata Budi.

Dia berpesan kepada PT Inka untuk terus menjaga kualitas dan harga produknya. Dengan cara itu, daya saing di pasar luar negeri akan tetap terjaga. ”Presiden Joko Widodo meminta kepada saya untuk terus mengawal produk-produk dalam negeri,” imbuhnya.

Direktur Utama (Dirut) PT Inka Budi Noviantoro mengatakan, pemesan gerbong barang itu adalah perusahaan Kiwi Rail, BUMN di Selandia Baru. Perusahaan tersebut menjadi operator transportasi perkeretaapian dan feri antarpulau terbesar di negara itu. ”Masih ada beberapa paket kerja sama yang akan kita perjuangkan. Semoga PT Inka bisa mendapatkan proyek selanjutnya,” ujarnya.

Baca Juga:  BJB Gelar Kegiatan Sosial di Pekanbaru

Ekspor itu diharapkan menjadi langkah besar Indonesia, khususnya PT Inka, untuk kembali mengambil peran di pasar kereta api di wilayah Oceania. Sebelumnya, PT Inka juga mengekspor 224 blizzard centre sills untuk BradkenRail, Australia.(lyn/c6/oni)

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari