Rabu, 17 April 2024

Kadin Apresiasi Ekspor Perdana Pupuk Batu Bara Futura ke Bostwana

SUNGAIPINANG (RIAUPOS.CO) – Sejak berdiri Oktober 2023 lalu, pabrik pupuk baru bara Futura yang dikelola PT Bursatani Futura Andyta (PT BFA), sukses melakukan ekspor perdana sebanyak 18 ton pupuk Futura ke Negara Bostwana, yang merupakan negara di Selatan Afrika, Sabtu (30/3).

Ekspor perdana perdana ke negara penghasil intan ini merupakan lanjutan kerja sama business to business yang dilakukan PT BFA bersama perusahaan di Negara Bostwana pada Oktober 2023 lalu.

- Advertisement -

Direktur PT Bursatani Futura Andyta Anton Amrin mengatakan, ekspor perdana dilakukan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama business to business dengan perusahaan di negara Bostwana yang telah ditandatangani pada Oktober 2023 lalu. ‘’Pupuk Futura yang diproduksi sudah terbukti kualitas hasilnya bagi petani. Insya Allah ekspor ini akan terus berlanjut. Sebab permintaan pupuk ini oleh negara negara Afrika akan terus berlanjut,’’ kata Anton Amrin.

Baca Juga:  Tampang Toyota New Agya 2020 Keren, Bukan Lagi Terkesan Mobil Murah

Pelepasan ekspor perdana ke negara Bostwana ini dilakukan Ketua Umum Kadin Riau H Masuri SH. Ketua Kadin yang akrab disapa Mas Bagong ini melakukan prosesi pemotongan pita tanda dimulainya ekspor puPuk ke luar negeri.

Mas Bagong dalam sambutannya mengatakan, merasa bangga dan mengapresiasi adanya produk pupuk batu bara Futura yang diproduksi di Riau. ‘’Saya berharap pupuk ini dapat membumi di dalam negeri. Jadi tidak berharap hanya membumi di dalam negeri tetapi juga di mancanegara,’’ harap Mas Bagong di depan jajaran manajemen dan Komisaris PT BFA H Agus Triawan.

- Advertisement -

Bagong juga mengatakan, Kadin komitmen mendorong investasi di Riau, khususnya sektor hilirisasi dalam upaya meningkatkan daya saing produktivitas agroindustri di Riau. ‘’Selain itu investasi di Riau, sebagai upaya untuk mendorong peningatkan devisa negara maupun pertumbuhan ekonomi daerah melalui realisasi ekspor hasil industri di Riau,’’ kata Bagong.

Baca Juga:  PLN Lakukan Pemeliharaan Gardu Induk

Dalam sambutan itu juga Mas Bagong menyampaikan terima kasih dan selamat kepada PT BFA atas ekspor perdana ke Bostwana. ‘’Kami berharap perusahaan ini terus maju dan berkembang. Dengan begitu dapat ikut serta memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan ekonomi di Provinsi Riau,’’ harap Mas Bagong.(esi)

SUNGAIPINANG (RIAUPOS.CO) – Sejak berdiri Oktober 2023 lalu, pabrik pupuk baru bara Futura yang dikelola PT Bursatani Futura Andyta (PT BFA), sukses melakukan ekspor perdana sebanyak 18 ton pupuk Futura ke Negara Bostwana, yang merupakan negara di Selatan Afrika, Sabtu (30/3).

Ekspor perdana perdana ke negara penghasil intan ini merupakan lanjutan kerja sama business to business yang dilakukan PT BFA bersama perusahaan di Negara Bostwana pada Oktober 2023 lalu.

Direktur PT Bursatani Futura Andyta Anton Amrin mengatakan, ekspor perdana dilakukan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama business to business dengan perusahaan di negara Bostwana yang telah ditandatangani pada Oktober 2023 lalu. ‘’Pupuk Futura yang diproduksi sudah terbukti kualitas hasilnya bagi petani. Insya Allah ekspor ini akan terus berlanjut. Sebab permintaan pupuk ini oleh negara negara Afrika akan terus berlanjut,’’ kata Anton Amrin.

Baca Juga:  Menko Airlangga: Presiden Minta Kredit UMKM Digenjot hingga 30 Persen

Pelepasan ekspor perdana ke negara Bostwana ini dilakukan Ketua Umum Kadin Riau H Masuri SH. Ketua Kadin yang akrab disapa Mas Bagong ini melakukan prosesi pemotongan pita tanda dimulainya ekspor puPuk ke luar negeri.

Mas Bagong dalam sambutannya mengatakan, merasa bangga dan mengapresiasi adanya produk pupuk batu bara Futura yang diproduksi di Riau. ‘’Saya berharap pupuk ini dapat membumi di dalam negeri. Jadi tidak berharap hanya membumi di dalam negeri tetapi juga di mancanegara,’’ harap Mas Bagong di depan jajaran manajemen dan Komisaris PT BFA H Agus Triawan.

Bagong juga mengatakan, Kadin komitmen mendorong investasi di Riau, khususnya sektor hilirisasi dalam upaya meningkatkan daya saing produktivitas agroindustri di Riau. ‘’Selain itu investasi di Riau, sebagai upaya untuk mendorong peningatkan devisa negara maupun pertumbuhan ekonomi daerah melalui realisasi ekspor hasil industri di Riau,’’ kata Bagong.

Baca Juga:  Berbuka Sambil Beramal di Grand Jatra Hotel Pekanbaru

Dalam sambutan itu juga Mas Bagong menyampaikan terima kasih dan selamat kepada PT BFA atas ekspor perdana ke Bostwana. ‘’Kami berharap perusahaan ini terus maju dan berkembang. Dengan begitu dapat ikut serta memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan ekonomi di Provinsi Riau,’’ harap Mas Bagong.(esi)

Berita Lainnya

spot_img
spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari