Rabu, 1 April 2026
- Advertisement -

Jika PKB Diusik Cak Imin Isyaratkan Perang

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Isu perombakan kabinet Indonesia Maju belakangan ini menjadi perbincangan hangat. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku sempat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Bali beberapa waktu lalu, tetapi tidak pernah membicarakan terkait reshuffle kabinet.

"Sampai dengan hari ini belum ada tanda-tanda reshuffle. Saya juga heran banyak yang nanyak reshuffle, kelihatannya belum ada tanda-tanda," kata Cak Imin di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/3).

Meski demikian, apabila benar terjadi reshuffle kabinet, Cak Imin berharap posisi PKB di kabinet tidak diganggu. Menurutnya, jika PKB diganggu dia mengisyaratkan akan terjadi perang di internal koalisi pemerintah seperti Rusia-Ukraina di Eropa.

Baca Juga:  Dua Dekade Partai Demokrat, Aidil Berbagi 100 Paket Sembako

"Yang penting jangan ganggu posisi PKB. Rombak kabinet silakan, asal enggak ganggu PKB. Kalau ganggu PKB, bisa seperti Ukraina lawan Rusia nanti," tegas Cak Imin.

Wakil Ketua DPR RI ini menambahkan, pihaknya juga tidak mempermasalahkan, jika PAN akan mendapatkan jatah koalisi di kabinet. Tapi, kursi jatah menteri PKB tidak bisa diubah.

"Silakan masuk, tapi jangan ganggu PKB," kata Cak Imin.

Namun, Cak Imin tetap menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi yang memiliki hak prerogatif untuk melakukan perombakan kabinet. Dia tak mempermasalahkan, jika Kepala Negara ingin mengevaluasi jajaran menteri dalam memperbaiki kinerja pemerintah.

"Terserah presiden. Setiap saat memang harus ada evaluasi, terutama menghadapi ancaman perang dan juga recovery pasca pandemi. Saya kira semua kementerian," tegas Cak Imin.

Baca Juga:  Legitimasi RUU TPKS Tinggi

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Isu perombakan kabinet Indonesia Maju belakangan ini menjadi perbincangan hangat. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku sempat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Bali beberapa waktu lalu, tetapi tidak pernah membicarakan terkait reshuffle kabinet.

"Sampai dengan hari ini belum ada tanda-tanda reshuffle. Saya juga heran banyak yang nanyak reshuffle, kelihatannya belum ada tanda-tanda," kata Cak Imin di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/3).

Meski demikian, apabila benar terjadi reshuffle kabinet, Cak Imin berharap posisi PKB di kabinet tidak diganggu. Menurutnya, jika PKB diganggu dia mengisyaratkan akan terjadi perang di internal koalisi pemerintah seperti Rusia-Ukraina di Eropa.

Baca Juga:  PKS dan Demokrat Kecam Jokowi Terapkan Darurat Sipil

"Yang penting jangan ganggu posisi PKB. Rombak kabinet silakan, asal enggak ganggu PKB. Kalau ganggu PKB, bisa seperti Ukraina lawan Rusia nanti," tegas Cak Imin.

Wakil Ketua DPR RI ini menambahkan, pihaknya juga tidak mempermasalahkan, jika PAN akan mendapatkan jatah koalisi di kabinet. Tapi, kursi jatah menteri PKB tidak bisa diubah.

- Advertisement -

"Silakan masuk, tapi jangan ganggu PKB," kata Cak Imin.

Namun, Cak Imin tetap menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi yang memiliki hak prerogatif untuk melakukan perombakan kabinet. Dia tak mempermasalahkan, jika Kepala Negara ingin mengevaluasi jajaran menteri dalam memperbaiki kinerja pemerintah.

- Advertisement -

"Terserah presiden. Setiap saat memang harus ada evaluasi, terutama menghadapi ancaman perang dan juga recovery pasca pandemi. Saya kira semua kementerian," tegas Cak Imin.

Baca Juga:  Dua Dekade Partai Demokrat, Aidil Berbagi 100 Paket Sembako

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Isu perombakan kabinet Indonesia Maju belakangan ini menjadi perbincangan hangat. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku sempat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Bali beberapa waktu lalu, tetapi tidak pernah membicarakan terkait reshuffle kabinet.

"Sampai dengan hari ini belum ada tanda-tanda reshuffle. Saya juga heran banyak yang nanyak reshuffle, kelihatannya belum ada tanda-tanda," kata Cak Imin di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/3).

Meski demikian, apabila benar terjadi reshuffle kabinet, Cak Imin berharap posisi PKB di kabinet tidak diganggu. Menurutnya, jika PKB diganggu dia mengisyaratkan akan terjadi perang di internal koalisi pemerintah seperti Rusia-Ukraina di Eropa.

Baca Juga:  Legitimasi RUU TPKS Tinggi

"Yang penting jangan ganggu posisi PKB. Rombak kabinet silakan, asal enggak ganggu PKB. Kalau ganggu PKB, bisa seperti Ukraina lawan Rusia nanti," tegas Cak Imin.

Wakil Ketua DPR RI ini menambahkan, pihaknya juga tidak mempermasalahkan, jika PAN akan mendapatkan jatah koalisi di kabinet. Tapi, kursi jatah menteri PKB tidak bisa diubah.

"Silakan masuk, tapi jangan ganggu PKB," kata Cak Imin.

Namun, Cak Imin tetap menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi yang memiliki hak prerogatif untuk melakukan perombakan kabinet. Dia tak mempermasalahkan, jika Kepala Negara ingin mengevaluasi jajaran menteri dalam memperbaiki kinerja pemerintah.

"Terserah presiden. Setiap saat memang harus ada evaluasi, terutama menghadapi ancaman perang dan juga recovery pasca pandemi. Saya kira semua kementerian," tegas Cak Imin.

Baca Juga:  Koalisi Golkar dan Demokrat Diklaim Mumpuni, Duetkan Airlangga-AHY?

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari