Minggu, 11 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Penyakit LSD Belum Ditemukan di Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Meskipun Pemerintah Provinsi Riau sudah menemukan masuknya penyakit lumpy skin disease (LSD) di sejumlah daerah di Riau, namun Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Pekanbaru memastikan hingga kini penyakit kulit yang terjadi pada sapi tersebut belum ditemukan di Kota Pekanbaru, Rabu (23/3).

Menurut Kepala Bidang Distankan Kota Pekanbaru Herlandria S, hingga kini petugas terus melakukan pantauan di lapangan untuk mendeteksi adanya hewan yang memiliki gejala LSD. Namun, sampai saat ini pihaknya masih belum menemukan adanya indikasi terkait penyebab penyakit kulit pada sapi tersebut.

"In sya Allah, LSD belum ada di Kota Pekanbaru. Kami doakan saja semua sapi di Kota Pekanbaru dalam keadaan sehat," kata dia.

Baca Juga:  Laksanakan Tugas dengan Baik dan Bertanggung Jawab

Herlandria juga meminta kepada para peternak, agar tetap menjaga kebersihan kandang ternak dan melakukan pengasapan guna meminimalisir penyebaran penyakit tersebut.

Pasalnya, LSD ini disebabkan virus yang penularannya melalui insektisida, lalat, caplak dan sejenisnya. Sehingga pihaknya menyarankan agar menjaga kebersihan kandang, lakukan pengasapan, dan pakan minum ternak secukupnya.

Tak hanya itu, dirinya juga meminta para peternak untuk memberikan informasi kepada Distankan bila menemukan sapi yang sakit dengan memiliki ciri-ciri penyakit LSD, sehingga dapat ditangani dengan cepat agar penyakit tersebut tidak menular ke hewan ternak lainnya.

"Kalau ada silahkan segera melapor jika menemukan hewannya terpapar virus tersebut. Agar kami tindaklanjuti," tutupnya.(lim)

Laporan PRAPTI DWI LESTARI, pekanbaru

Baca Juga:  Petakan Arah Pembangunan Musrenbang Kecamatan Senapelan

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Meskipun Pemerintah Provinsi Riau sudah menemukan masuknya penyakit lumpy skin disease (LSD) di sejumlah daerah di Riau, namun Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Pekanbaru memastikan hingga kini penyakit kulit yang terjadi pada sapi tersebut belum ditemukan di Kota Pekanbaru, Rabu (23/3).

Menurut Kepala Bidang Distankan Kota Pekanbaru Herlandria S, hingga kini petugas terus melakukan pantauan di lapangan untuk mendeteksi adanya hewan yang memiliki gejala LSD. Namun, sampai saat ini pihaknya masih belum menemukan adanya indikasi terkait penyebab penyakit kulit pada sapi tersebut.

"In sya Allah, LSD belum ada di Kota Pekanbaru. Kami doakan saja semua sapi di Kota Pekanbaru dalam keadaan sehat," kata dia.

Baca Juga:  Ratusan Anak Masih Alami Tengkes 

Herlandria juga meminta kepada para peternak, agar tetap menjaga kebersihan kandang ternak dan melakukan pengasapan guna meminimalisir penyebaran penyakit tersebut.

Pasalnya, LSD ini disebabkan virus yang penularannya melalui insektisida, lalat, caplak dan sejenisnya. Sehingga pihaknya menyarankan agar menjaga kebersihan kandang, lakukan pengasapan, dan pakan minum ternak secukupnya.

- Advertisement -

Tak hanya itu, dirinya juga meminta para peternak untuk memberikan informasi kepada Distankan bila menemukan sapi yang sakit dengan memiliki ciri-ciri penyakit LSD, sehingga dapat ditangani dengan cepat agar penyakit tersebut tidak menular ke hewan ternak lainnya.

"Kalau ada silahkan segera melapor jika menemukan hewannya terpapar virus tersebut. Agar kami tindaklanjuti," tutupnya.(lim)

- Advertisement -

Laporan PRAPTI DWI LESTARI, pekanbaru

Baca Juga:  Dishub Sosialisasi Perubahan Pengelolaan Parkir

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Meskipun Pemerintah Provinsi Riau sudah menemukan masuknya penyakit lumpy skin disease (LSD) di sejumlah daerah di Riau, namun Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Pekanbaru memastikan hingga kini penyakit kulit yang terjadi pada sapi tersebut belum ditemukan di Kota Pekanbaru, Rabu (23/3).

Menurut Kepala Bidang Distankan Kota Pekanbaru Herlandria S, hingga kini petugas terus melakukan pantauan di lapangan untuk mendeteksi adanya hewan yang memiliki gejala LSD. Namun, sampai saat ini pihaknya masih belum menemukan adanya indikasi terkait penyebab penyakit kulit pada sapi tersebut.

"In sya Allah, LSD belum ada di Kota Pekanbaru. Kami doakan saja semua sapi di Kota Pekanbaru dalam keadaan sehat," kata dia.

Baca Juga:  Ratusan Anak Masih Alami Tengkes 

Herlandria juga meminta kepada para peternak, agar tetap menjaga kebersihan kandang ternak dan melakukan pengasapan guna meminimalisir penyebaran penyakit tersebut.

Pasalnya, LSD ini disebabkan virus yang penularannya melalui insektisida, lalat, caplak dan sejenisnya. Sehingga pihaknya menyarankan agar menjaga kebersihan kandang, lakukan pengasapan, dan pakan minum ternak secukupnya.

Tak hanya itu, dirinya juga meminta para peternak untuk memberikan informasi kepada Distankan bila menemukan sapi yang sakit dengan memiliki ciri-ciri penyakit LSD, sehingga dapat ditangani dengan cepat agar penyakit tersebut tidak menular ke hewan ternak lainnya.

"Kalau ada silahkan segera melapor jika menemukan hewannya terpapar virus tersebut. Agar kami tindaklanjuti," tutupnya.(lim)

Laporan PRAPTI DWI LESTARI, pekanbaru

Baca Juga:  Laksanakan Tugas dengan Baik dan Bertanggung Jawab

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari