Jumat, 9 Oktober 2026
- Advertisement -

Arief Poyuono: Copot Semua Direksi Angkasa Pura II dan PT Inti

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono menilai aksi pejabat dua perusahaan pelat merah yang kena operasi tangkap tangan atau OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sangat memalukan.

Pernyataan itu disampaikan Arief merespons OTT tim KPK terhadap Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II Andra Y Agussalam dan direksi PT INTI yang juga BUMN. Totalnya KPK memgamankan lima orang dengan uang dugaan suap sekitar Rp 1 miliar dalam bentuk mata uang asing.

“Yang sangat memalukan lagi yang ketangkap dalam operasi OTT melibatkan direski PT INTI yang juga adalah BUMN. Jadi kerja sama antar-BUMN ternyata juga syarat korupsi ya,” ucap Arief di Jakarta, Kamis (1/8).

Baca Juga:  Akhirnya, Kajian Musyawarah Dude Harlino Cs Bersama UAS Dibuka untuk Masyarakat

Pria yang juga menjabat Wakil Ketua Umun DPP Gerindra itu memuji aksi lembaga antirasuah itu dalam OTT tersebut yang disebutnya makin konclong karena menjerat petinggi dua BUMN.

“Ini tugas KPK untuk membongkar konspirasi jahat korupsi kakap di Angkasa Pura II yang (diduga) juga melibatkan direksi Angkasa Pura II Dan PT INTI,” tegas Arief.

Pihak menilai, OTT KPK ini bisa menjadi dasar pertimbangan bagi Menteri BUMN Rini Soemarno dalam melakukan bersih-bersih di perusahaan pelat merah tersebut.

“Ini bisa jadi dasar bagi menteri BUMN untuk mencopot semua direksi Angkasa Pura II dan PT INTI agar mempermudah penyelidikan KPK,” tandasnya.(fat)

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

Baca Juga:  4 Tiang Kayu Kulin, Corak Bangunan Bergaya Turki dan Eropa

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono menilai aksi pejabat dua perusahaan pelat merah yang kena operasi tangkap tangan atau OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sangat memalukan.

Pernyataan itu disampaikan Arief merespons OTT tim KPK terhadap Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II Andra Y Agussalam dan direksi PT INTI yang juga BUMN. Totalnya KPK memgamankan lima orang dengan uang dugaan suap sekitar Rp 1 miliar dalam bentuk mata uang asing.

“Yang sangat memalukan lagi yang ketangkap dalam operasi OTT melibatkan direski PT INTI yang juga adalah BUMN. Jadi kerja sama antar-BUMN ternyata juga syarat korupsi ya,” ucap Arief di Jakarta, Kamis (1/8).

Baca Juga:  Rohil Tak Miliki Alat Ukur Udara

Pria yang juga menjabat Wakil Ketua Umun DPP Gerindra itu memuji aksi lembaga antirasuah itu dalam OTT tersebut yang disebutnya makin konclong karena menjerat petinggi dua BUMN.

“Ini tugas KPK untuk membongkar konspirasi jahat korupsi kakap di Angkasa Pura II yang (diduga) juga melibatkan direksi Angkasa Pura II Dan PT INTI,” tegas Arief.

- Advertisement -

Pihak menilai, OTT KPK ini bisa menjadi dasar pertimbangan bagi Menteri BUMN Rini Soemarno dalam melakukan bersih-bersih di perusahaan pelat merah tersebut.

“Ini bisa jadi dasar bagi menteri BUMN untuk mencopot semua direksi Angkasa Pura II dan PT INTI agar mempermudah penyelidikan KPK,” tandasnya.(fat)

- Advertisement -

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

Baca Juga:  Nunung Berterimakasih Ditangkap Polisi
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono menilai aksi pejabat dua perusahaan pelat merah yang kena operasi tangkap tangan atau OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sangat memalukan.

Pernyataan itu disampaikan Arief merespons OTT tim KPK terhadap Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II Andra Y Agussalam dan direksi PT INTI yang juga BUMN. Totalnya KPK memgamankan lima orang dengan uang dugaan suap sekitar Rp 1 miliar dalam bentuk mata uang asing.

“Yang sangat memalukan lagi yang ketangkap dalam operasi OTT melibatkan direski PT INTI yang juga adalah BUMN. Jadi kerja sama antar-BUMN ternyata juga syarat korupsi ya,” ucap Arief di Jakarta, Kamis (1/8).

Baca Juga:  Obat HIV Diyakini Bisa Obati Pasien Virus Corona

Pria yang juga menjabat Wakil Ketua Umun DPP Gerindra itu memuji aksi lembaga antirasuah itu dalam OTT tersebut yang disebutnya makin konclong karena menjerat petinggi dua BUMN.

“Ini tugas KPK untuk membongkar konspirasi jahat korupsi kakap di Angkasa Pura II yang (diduga) juga melibatkan direksi Angkasa Pura II Dan PT INTI,” tegas Arief.

Pihak menilai, OTT KPK ini bisa menjadi dasar pertimbangan bagi Menteri BUMN Rini Soemarno dalam melakukan bersih-bersih di perusahaan pelat merah tersebut.

“Ini bisa jadi dasar bagi menteri BUMN untuk mencopot semua direksi Angkasa Pura II dan PT INTI agar mempermudah penyelidikan KPK,” tandasnya.(fat)

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

Baca Juga:  Nunung Berterimakasih Ditangkap Polisi

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari