Rabu, 18 Maret 2026
- Advertisement -

Usulkan Sistem Skor 5×11, Ini Alasan PBSI 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menyebut berbagai alasan di balik pengusulan perubahan sistem skor badminton dari 3×21 menjadi 5×11.

Melalui Kepala Bidang Hubungan Luar Negeri, Bambang Roedyanto, keputusan pengajuan perubahan sistem skor sudah dikaji dengan pengurus dan pelatih.

"Seperti para pemain tidak hanya mengandalkan stamina, durasi pertandingan bisa ditekan menjadi lebih singkat dan dipastikan laga akan seru dari awal," ucap sosok yang sering disapa Rudy tersebut.

Rudy tak menampik awalnya Indonesia sempat menolak sistem skor 5×11 yang pernah diusulkan Federasi Badminton Dunia (BWF) pada 2018, namun itu lebih karena faktor waktu adaptasi yang mepet dengan pelaksanaan kualifikasi Olimpiade 2020.

Baca Juga:  UEFA Akan Hapus Aturan Gol Tandang

"Saat itu beberapa negara menolak dan inginnya pembahasan ini dilanjutkan setelah Olimpiade. Lalu kami melakukan rapat dengan pengurus dan pelatih, ternyata format sistem skor 5X11 akan cocok bagi bulutangkis ke depannya," ujar Rudy.

Jika mendapat persetujuan, Rudy menyebut sistem poin 5×11 bakal diuji pada Januari 2022 selama satu tahun di seluruh level turnamen.

"Setelah satu tahun, kami juga mengusulkan harus ada feedback dari para pemain," terang Rudy dikutip dari situs resmi PBSI.

Proposal perubahan sistem skor telah diajukan Indonesia dan Maladewa serta mendapat persetujuan BWF Asia.

Sementara menurut Rudy, kejuaraan nasional di Cina juga sudah menggunakan sistem poin 5×11.

"Badminton Cina juga sudah mencoba di kejuaraan nasional mereka bulan November 2020 dan statistiknya cukup baik," kata Rudy.

Baca Juga:  Hasil Pembentukan Pengurus Pabersi Riau Diserahkan ke KONI

Selanjutnya, permintaan perubahan sistem skor ini akan dibawa ke agenda Rapat Tahunan BWF pada tanggal 21 Mei 2021 untuk didiskusikan. Mekanime pengambilan keputusan melalui voting para anggota BWF.

Sumber: PBSI/News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menyebut berbagai alasan di balik pengusulan perubahan sistem skor badminton dari 3×21 menjadi 5×11.

Melalui Kepala Bidang Hubungan Luar Negeri, Bambang Roedyanto, keputusan pengajuan perubahan sistem skor sudah dikaji dengan pengurus dan pelatih.

"Seperti para pemain tidak hanya mengandalkan stamina, durasi pertandingan bisa ditekan menjadi lebih singkat dan dipastikan laga akan seru dari awal," ucap sosok yang sering disapa Rudy tersebut.

Rudy tak menampik awalnya Indonesia sempat menolak sistem skor 5×11 yang pernah diusulkan Federasi Badminton Dunia (BWF) pada 2018, namun itu lebih karena faktor waktu adaptasi yang mepet dengan pelaksanaan kualifikasi Olimpiade 2020.

Baca Juga:  UEFA Akan Hapus Aturan Gol Tandang

"Saat itu beberapa negara menolak dan inginnya pembahasan ini dilanjutkan setelah Olimpiade. Lalu kami melakukan rapat dengan pengurus dan pelatih, ternyata format sistem skor 5X11 akan cocok bagi bulutangkis ke depannya," ujar Rudy.

- Advertisement -

Jika mendapat persetujuan, Rudy menyebut sistem poin 5×11 bakal diuji pada Januari 2022 selama satu tahun di seluruh level turnamen.

"Setelah satu tahun, kami juga mengusulkan harus ada feedback dari para pemain," terang Rudy dikutip dari situs resmi PBSI.

- Advertisement -

Proposal perubahan sistem skor telah diajukan Indonesia dan Maladewa serta mendapat persetujuan BWF Asia.

Sementara menurut Rudy, kejuaraan nasional di Cina juga sudah menggunakan sistem poin 5×11.

"Badminton Cina juga sudah mencoba di kejuaraan nasional mereka bulan November 2020 dan statistiknya cukup baik," kata Rudy.

Baca Juga:  Ini yang Dilakukan Guardiola untuk Mendapatkan Messi

Selanjutnya, permintaan perubahan sistem skor ini akan dibawa ke agenda Rapat Tahunan BWF pada tanggal 21 Mei 2021 untuk didiskusikan. Mekanime pengambilan keputusan melalui voting para anggota BWF.

Sumber: PBSI/News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menyebut berbagai alasan di balik pengusulan perubahan sistem skor badminton dari 3×21 menjadi 5×11.

Melalui Kepala Bidang Hubungan Luar Negeri, Bambang Roedyanto, keputusan pengajuan perubahan sistem skor sudah dikaji dengan pengurus dan pelatih.

"Seperti para pemain tidak hanya mengandalkan stamina, durasi pertandingan bisa ditekan menjadi lebih singkat dan dipastikan laga akan seru dari awal," ucap sosok yang sering disapa Rudy tersebut.

Rudy tak menampik awalnya Indonesia sempat menolak sistem skor 5×11 yang pernah diusulkan Federasi Badminton Dunia (BWF) pada 2018, namun itu lebih karena faktor waktu adaptasi yang mepet dengan pelaksanaan kualifikasi Olimpiade 2020.

Baca Juga:  Meski Mahal, Thiago Bisa Jadi Penyempurna Lini Tengah Liverpool

"Saat itu beberapa negara menolak dan inginnya pembahasan ini dilanjutkan setelah Olimpiade. Lalu kami melakukan rapat dengan pengurus dan pelatih, ternyata format sistem skor 5X11 akan cocok bagi bulutangkis ke depannya," ujar Rudy.

Jika mendapat persetujuan, Rudy menyebut sistem poin 5×11 bakal diuji pada Januari 2022 selama satu tahun di seluruh level turnamen.

"Setelah satu tahun, kami juga mengusulkan harus ada feedback dari para pemain," terang Rudy dikutip dari situs resmi PBSI.

Proposal perubahan sistem skor telah diajukan Indonesia dan Maladewa serta mendapat persetujuan BWF Asia.

Sementara menurut Rudy, kejuaraan nasional di Cina juga sudah menggunakan sistem poin 5×11.

"Badminton Cina juga sudah mencoba di kejuaraan nasional mereka bulan November 2020 dan statistiknya cukup baik," kata Rudy.

Baca Juga:  Pembalap Alex Asmasoebrata Tutup Usia

Selanjutnya, permintaan perubahan sistem skor ini akan dibawa ke agenda Rapat Tahunan BWF pada tanggal 21 Mei 2021 untuk didiskusikan. Mekanime pengambilan keputusan melalui voting para anggota BWF.

Sumber: PBSI/News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari