Sabtu, 10 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Xavi: Joachim Low Cocok dengan Filosofi Barcelona

BARCELONA (RIAUPOS.CO) – Joachim Low sudah dipastikan akan meninggalkan jabatannya sebagai pelatih Timnas Jerman setelah berakhirnya gelaran Piala Eropa 2020 yang berlangsung musim panas ini. Low pun dikaitkan dengan sejumlah klub sebagai pelabuhan karier berikutnya, termasuk Barcelona.

Awal pekan ini, Low mengungkapkan bahwa ia telah mempelajari bahasa Spanyol. Tak ayal, kondisi ini menimbulkan spekulasi bahwa pelatih 61 tahun tersebut akan berkiprah di Liga Spanyol setelah meninggalkan Der Panzer.

Sebagai informasi, Low telah menjadi pelatih Timnas Jerman sejak 2006. Puncak sukses Joachim Low bisa dibilang terjadi pada 2014 kala ia mengantarkan Der Panzer menjadi juara Piala Dunia yang dilangsungkan di Brasil.

Baca Juga:  Final, Buah Investasi Nasser Al-Khelaifi Sebesar Rp22,3 Triliun

Jika Low akan meninggalkan Timnas Jerman pada musim panas ini, maka itu tandanya ia sudah menangani Der Panzer selama 15 tahun. Menariknya, legenda Barcelona, Xavi Hernandez, justru menginginkan agar Low menangani Blaugrana.

Menurut Xavi, filosofi bermain yang diterapkan Low selama menukangi Timnas Jerman memiliki kemiripan dengan karakter Barcelona. Xavi juga mengakui bahwa ia menyukai kepribadian yang dipunyai oleh Low.

"Dia pelatih mewah. Dia menginginkan sepakbola yang cemerlang dan menyerang, dan dia adalah seorang juara dunia,” sebut Xavi, dinukil dari Marca, Ahad (28/3/2021).

“Low telah membantu Jerman mengembangkan pemahaman yang berbeda tentang sepakbola yang mengingatkan saya pada apa yang saya ketahui dari Spanyol dan Barcelona," sambungnya.

Baca Juga:  Thailand tanpa Dua Pemain Kunci

“(Low cocok dengan Barcelona, red) karena caranya memahami permainan dan karena kepribadiannya,” jelas pria yang kini menjadi pelatih klub asal Qatar, Al-Sadd, tersebut.

Xavi menilai bahwa Low sendiri sebenarnya membutuhkan tantangan baru. Selama 15 tahun menjadi pelatih Timnas Jerman dianggap Xavi membuat Low kini mulai kehilangan hasrat sehingga membutuhkan petualangan baru.

“Dengan jangka waktu seperti itu (15 tahun menangani Timnas Jerman, red), keausan tidak bisa dihindari. Mungkin itu masalahnya sekarang," ujar Xavi.

Sumber: Marca/News/Bild
Editor: Hary B Koriun

BARCELONA (RIAUPOS.CO) – Joachim Low sudah dipastikan akan meninggalkan jabatannya sebagai pelatih Timnas Jerman setelah berakhirnya gelaran Piala Eropa 2020 yang berlangsung musim panas ini. Low pun dikaitkan dengan sejumlah klub sebagai pelabuhan karier berikutnya, termasuk Barcelona.

Awal pekan ini, Low mengungkapkan bahwa ia telah mempelajari bahasa Spanyol. Tak ayal, kondisi ini menimbulkan spekulasi bahwa pelatih 61 tahun tersebut akan berkiprah di Liga Spanyol setelah meninggalkan Der Panzer.

Sebagai informasi, Low telah menjadi pelatih Timnas Jerman sejak 2006. Puncak sukses Joachim Low bisa dibilang terjadi pada 2014 kala ia mengantarkan Der Panzer menjadi juara Piala Dunia yang dilangsungkan di Brasil.

Baca Juga:  Belum Ada Sponsor, Yakin Dimulai Maret

Jika Low akan meninggalkan Timnas Jerman pada musim panas ini, maka itu tandanya ia sudah menangani Der Panzer selama 15 tahun. Menariknya, legenda Barcelona, Xavi Hernandez, justru menginginkan agar Low menangani Blaugrana.

Menurut Xavi, filosofi bermain yang diterapkan Low selama menukangi Timnas Jerman memiliki kemiripan dengan karakter Barcelona. Xavi juga mengakui bahwa ia menyukai kepribadian yang dipunyai oleh Low.

- Advertisement -

"Dia pelatih mewah. Dia menginginkan sepakbola yang cemerlang dan menyerang, dan dia adalah seorang juara dunia,” sebut Xavi, dinukil dari Marca, Ahad (28/3/2021).

“Low telah membantu Jerman mengembangkan pemahaman yang berbeda tentang sepakbola yang mengingatkan saya pada apa yang saya ketahui dari Spanyol dan Barcelona," sambungnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  UFC Digelar 9 Mei Waktu Amerika Tanpa Kehadiran Penonton

“(Low cocok dengan Barcelona, red) karena caranya memahami permainan dan karena kepribadiannya,” jelas pria yang kini menjadi pelatih klub asal Qatar, Al-Sadd, tersebut.

Xavi menilai bahwa Low sendiri sebenarnya membutuhkan tantangan baru. Selama 15 tahun menjadi pelatih Timnas Jerman dianggap Xavi membuat Low kini mulai kehilangan hasrat sehingga membutuhkan petualangan baru.

“Dengan jangka waktu seperti itu (15 tahun menangani Timnas Jerman, red), keausan tidak bisa dihindari. Mungkin itu masalahnya sekarang," ujar Xavi.

Sumber: Marca/News/Bild
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BARCELONA (RIAUPOS.CO) – Joachim Low sudah dipastikan akan meninggalkan jabatannya sebagai pelatih Timnas Jerman setelah berakhirnya gelaran Piala Eropa 2020 yang berlangsung musim panas ini. Low pun dikaitkan dengan sejumlah klub sebagai pelabuhan karier berikutnya, termasuk Barcelona.

Awal pekan ini, Low mengungkapkan bahwa ia telah mempelajari bahasa Spanyol. Tak ayal, kondisi ini menimbulkan spekulasi bahwa pelatih 61 tahun tersebut akan berkiprah di Liga Spanyol setelah meninggalkan Der Panzer.

Sebagai informasi, Low telah menjadi pelatih Timnas Jerman sejak 2006. Puncak sukses Joachim Low bisa dibilang terjadi pada 2014 kala ia mengantarkan Der Panzer menjadi juara Piala Dunia yang dilangsungkan di Brasil.

Baca Juga:  Klok: Tak Mudah Mengelola Klub Sepakbola 

Jika Low akan meninggalkan Timnas Jerman pada musim panas ini, maka itu tandanya ia sudah menangani Der Panzer selama 15 tahun. Menariknya, legenda Barcelona, Xavi Hernandez, justru menginginkan agar Low menangani Blaugrana.

Menurut Xavi, filosofi bermain yang diterapkan Low selama menukangi Timnas Jerman memiliki kemiripan dengan karakter Barcelona. Xavi juga mengakui bahwa ia menyukai kepribadian yang dipunyai oleh Low.

"Dia pelatih mewah. Dia menginginkan sepakbola yang cemerlang dan menyerang, dan dia adalah seorang juara dunia,” sebut Xavi, dinukil dari Marca, Ahad (28/3/2021).

“Low telah membantu Jerman mengembangkan pemahaman yang berbeda tentang sepakbola yang mengingatkan saya pada apa yang saya ketahui dari Spanyol dan Barcelona," sambungnya.

Baca Juga:  Jurnalis Italia dan Spanyol Beda Pendapat ke Mana Kounde Berlabuh

“(Low cocok dengan Barcelona, red) karena caranya memahami permainan dan karena kepribadiannya,” jelas pria yang kini menjadi pelatih klub asal Qatar, Al-Sadd, tersebut.

Xavi menilai bahwa Low sendiri sebenarnya membutuhkan tantangan baru. Selama 15 tahun menjadi pelatih Timnas Jerman dianggap Xavi membuat Low kini mulai kehilangan hasrat sehingga membutuhkan petualangan baru.

“Dengan jangka waktu seperti itu (15 tahun menangani Timnas Jerman, red), keausan tidak bisa dihindari. Mungkin itu masalahnya sekarang," ujar Xavi.

Sumber: Marca/News/Bild
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari