Minggu, 11 Oktober 2026
- Advertisement -

Empat Tewas saat Kerusuhan di Gedung DPR AS 

WASHINGTON (RIAUPOS.CO) – Kerusuhan sidang pengesahan kemenangan Joe Biden dalam pilpres AS 2020 oleh Kongres di Gedung Capitol, Washington DC, Rabu (6/1/2021) waktu setempat atau Kamis WIB, menewaskan empat orang. Selain itu polisi menangkap 52 perusuh yang menggeruduk Gedung Capitol.

Dilaporkan USA Today, ratusan pendukung Presiden Donald Trump menyerbu gedung tempat berkantornya anggota parlemen itu untuk menghentikan sidang sejak Rabu pagi.  

Kepala Departemen Kepolisian Washington DC Robert J Contee mengatakan, 47 dari 52 orang yang ditangkap  terkait dengan pelanggaran batas waktu berkumpul yakni pukul 18.00 waktu setempat. 

Wali Kota Washington DC Muriel Bowser menerapkan jam malam terkait sidang Kongres yang dipimpin Wakil Presiden Mike Pence itu.  

Baca Juga:  Waduhh…Biaya Haji Kurang Rp1,5 Triliun

Beberapa orang lainnya ditangkap dengan tuduhan membawa senjata api tanpa izin. Contee melanjutkan, dua bom pipa ditemukan di Kantor Pusat Komite Nasional Partai Republik dan Demokrat. Selain itu ditemukan pula bom molotov yang disimpan di kotak pendingin pada kendaraan yang diparkir di halaman Gedung Capitol. 

Satu dari tiga korban tewas merupakan perempuan, namun Contee menolak menyebutkan identitas perempuan yang ditembak oleh polisi di Gedung Capitol dengan alasan masih menunggu izin dari keluarga, sebagaimana halnya tiga korban lainnya. Tiga korban lainnya meninggal akibat kondisi darurat medis. 

Seperti diketahui, polisi menggunakan gas airmata dan pentungan untuk membubarkan massa. Sementara itu dari pihak kepolisian, 14 petugas luka, dua di antaranya masih dirawat di rumah sakit. 

Baca Juga:  Pemerintah Terus Kebut Penyelesaian Visa Haji

Jumlah orang yang ditangkap diperkirakan akan terus bertambah. Angka tersebut masih di bawah dibandingkan 300 orang lebih yang ditangkap polisi saat unjuk rasa Black Lives Matter pada 1 Juni di dekat Gedung Putih.

Sumber: USA Today/News/CNN
Editor: Hary B Koriun

WASHINGTON (RIAUPOS.CO) – Kerusuhan sidang pengesahan kemenangan Joe Biden dalam pilpres AS 2020 oleh Kongres di Gedung Capitol, Washington DC, Rabu (6/1/2021) waktu setempat atau Kamis WIB, menewaskan empat orang. Selain itu polisi menangkap 52 perusuh yang menggeruduk Gedung Capitol.

Dilaporkan USA Today, ratusan pendukung Presiden Donald Trump menyerbu gedung tempat berkantornya anggota parlemen itu untuk menghentikan sidang sejak Rabu pagi.  

Kepala Departemen Kepolisian Washington DC Robert J Contee mengatakan, 47 dari 52 orang yang ditangkap  terkait dengan pelanggaran batas waktu berkumpul yakni pukul 18.00 waktu setempat. 

Wali Kota Washington DC Muriel Bowser menerapkan jam malam terkait sidang Kongres yang dipimpin Wakil Presiden Mike Pence itu.  

Baca Juga:  Pahlawan Baru di Masa Pademi, Mengabdi Merawat Anak Negeri

Beberapa orang lainnya ditangkap dengan tuduhan membawa senjata api tanpa izin. Contee melanjutkan, dua bom pipa ditemukan di Kantor Pusat Komite Nasional Partai Republik dan Demokrat. Selain itu ditemukan pula bom molotov yang disimpan di kotak pendingin pada kendaraan yang diparkir di halaman Gedung Capitol. 

- Advertisement -

Satu dari tiga korban tewas merupakan perempuan, namun Contee menolak menyebutkan identitas perempuan yang ditembak oleh polisi di Gedung Capitol dengan alasan masih menunggu izin dari keluarga, sebagaimana halnya tiga korban lainnya. Tiga korban lainnya meninggal akibat kondisi darurat medis. 

Seperti diketahui, polisi menggunakan gas airmata dan pentungan untuk membubarkan massa. Sementara itu dari pihak kepolisian, 14 petugas luka, dua di antaranya masih dirawat di rumah sakit. 

- Advertisement -
Baca Juga:  KPK Eksekusi Penyuap Wali Kota Medan ke Rutan Tanjung Gusta

Jumlah orang yang ditangkap diperkirakan akan terus bertambah. Angka tersebut masih di bawah dibandingkan 300 orang lebih yang ditangkap polisi saat unjuk rasa Black Lives Matter pada 1 Juni di dekat Gedung Putih.

Sumber: USA Today/News/CNN
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

WASHINGTON (RIAUPOS.CO) – Kerusuhan sidang pengesahan kemenangan Joe Biden dalam pilpres AS 2020 oleh Kongres di Gedung Capitol, Washington DC, Rabu (6/1/2021) waktu setempat atau Kamis WIB, menewaskan empat orang. Selain itu polisi menangkap 52 perusuh yang menggeruduk Gedung Capitol.

Dilaporkan USA Today, ratusan pendukung Presiden Donald Trump menyerbu gedung tempat berkantornya anggota parlemen itu untuk menghentikan sidang sejak Rabu pagi.  

Kepala Departemen Kepolisian Washington DC Robert J Contee mengatakan, 47 dari 52 orang yang ditangkap  terkait dengan pelanggaran batas waktu berkumpul yakni pukul 18.00 waktu setempat. 

Wali Kota Washington DC Muriel Bowser menerapkan jam malam terkait sidang Kongres yang dipimpin Wakil Presiden Mike Pence itu.  

Baca Juga:  Total Aset Milik Indra Kenz yang Telah Disita Rp55 Miliar

Beberapa orang lainnya ditangkap dengan tuduhan membawa senjata api tanpa izin. Contee melanjutkan, dua bom pipa ditemukan di Kantor Pusat Komite Nasional Partai Republik dan Demokrat. Selain itu ditemukan pula bom molotov yang disimpan di kotak pendingin pada kendaraan yang diparkir di halaman Gedung Capitol. 

Satu dari tiga korban tewas merupakan perempuan, namun Contee menolak menyebutkan identitas perempuan yang ditembak oleh polisi di Gedung Capitol dengan alasan masih menunggu izin dari keluarga, sebagaimana halnya tiga korban lainnya. Tiga korban lainnya meninggal akibat kondisi darurat medis. 

Seperti diketahui, polisi menggunakan gas airmata dan pentungan untuk membubarkan massa. Sementara itu dari pihak kepolisian, 14 petugas luka, dua di antaranya masih dirawat di rumah sakit. 

Baca Juga:  Korupsi RTH, KPK Periksa Dirut BCA Finance Roni Haslim

Jumlah orang yang ditangkap diperkirakan akan terus bertambah. Angka tersebut masih di bawah dibandingkan 300 orang lebih yang ditangkap polisi saat unjuk rasa Black Lives Matter pada 1 Juni di dekat Gedung Putih.

Sumber: USA Today/News/CNN
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari