Selasa, 27 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

IHSG Anjlok 5 Persen, BEI Lakukan Trading Halt

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Perdagangan pasar saham pada awal pekan ini kembali diberlakukan pembekuan sementara atau trading halt. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan trading halt pada pukul 10:20:48 waktu JATS yang dipicu penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 5 persen.

Hal ini dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.

Perdagangan akan dilanjutkan pukul 10:50:48 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan. Halt trading kembali dilakukan pada pertengahan sesi pertama pagi ini setelah perdagangan pasar saham dibuka mendatar pada perdagangan awal pekan ini di titik 4.545.

Baca Juga:  Jangan Panik, Harga TBS Kelapa Sawit Turun Jadi Rp2.426 per Kg

Namun pada menit ke sembilan IHSG langsung anjlok drastis sebesar 4,57 persen atau 207 ke level 4.337. Hanya sebanyak 28 emiten bergerak menguat di empat sektor, 228 emiten melemah, dan 75 emiten stagnan.

Sektor yang menguat di antaranya aneka industri 3,96 persen menjadi 715, aneka industri sebesar 0,16 persen menjadi 551, sektor properti 5,57 persen menjadi 335, keuangan menguat 0,67 persen menjadi 962. Sedangkan sektor yang melemah adalah sektor konsumer sebesar 2,14 persen menjadi 1.535, infrastruktur melemah 2,22 persen menjadi 750, serta sektor manufaktur melemah 0,67 persen menjadi 963.

Kemudian sektor perkebunan melemah 1,01 persen menjadi 908, sektor pertambangan melemah 1,65 persen menjadi 1.152, dan sektor perdagangan melemah 0,69 persen menjadi 565.

Baca Juga:  Alasan Erick Thohir Panggil Ahok sampai Rizal Mallarangeng

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Perdagangan pasar saham pada awal pekan ini kembali diberlakukan pembekuan sementara atau trading halt. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan trading halt pada pukul 10:20:48 waktu JATS yang dipicu penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 5 persen.

Hal ini dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.

Perdagangan akan dilanjutkan pukul 10:50:48 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan. Halt trading kembali dilakukan pada pertengahan sesi pertama pagi ini setelah perdagangan pasar saham dibuka mendatar pada perdagangan awal pekan ini di titik 4.545.

Baca Juga:  Duh! PNS dan TNI/Polri Harus Baca Surat Menteri Sri Mulyani Ini

Namun pada menit ke sembilan IHSG langsung anjlok drastis sebesar 4,57 persen atau 207 ke level 4.337. Hanya sebanyak 28 emiten bergerak menguat di empat sektor, 228 emiten melemah, dan 75 emiten stagnan.

Sektor yang menguat di antaranya aneka industri 3,96 persen menjadi 715, aneka industri sebesar 0,16 persen menjadi 551, sektor properti 5,57 persen menjadi 335, keuangan menguat 0,67 persen menjadi 962. Sedangkan sektor yang melemah adalah sektor konsumer sebesar 2,14 persen menjadi 1.535, infrastruktur melemah 2,22 persen menjadi 750, serta sektor manufaktur melemah 0,67 persen menjadi 963.

- Advertisement -

Kemudian sektor perkebunan melemah 1,01 persen menjadi 908, sektor pertambangan melemah 1,65 persen menjadi 1.152, dan sektor perdagangan melemah 0,69 persen menjadi 565.

Baca Juga:  Agung Toyota Serahkan Ambulans pada Pemkab Indragiri Hilir

 

- Advertisement -

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Perdagangan pasar saham pada awal pekan ini kembali diberlakukan pembekuan sementara atau trading halt. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan trading halt pada pukul 10:20:48 waktu JATS yang dipicu penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 5 persen.

Hal ini dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.

Perdagangan akan dilanjutkan pukul 10:50:48 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan. Halt trading kembali dilakukan pada pertengahan sesi pertama pagi ini setelah perdagangan pasar saham dibuka mendatar pada perdagangan awal pekan ini di titik 4.545.

Baca Juga:  Agung Toyota Serahkan Ambulans pada Pemkab Indragiri Hilir

Namun pada menit ke sembilan IHSG langsung anjlok drastis sebesar 4,57 persen atau 207 ke level 4.337. Hanya sebanyak 28 emiten bergerak menguat di empat sektor, 228 emiten melemah, dan 75 emiten stagnan.

Sektor yang menguat di antaranya aneka industri 3,96 persen menjadi 715, aneka industri sebesar 0,16 persen menjadi 551, sektor properti 5,57 persen menjadi 335, keuangan menguat 0,67 persen menjadi 962. Sedangkan sektor yang melemah adalah sektor konsumer sebesar 2,14 persen menjadi 1.535, infrastruktur melemah 2,22 persen menjadi 750, serta sektor manufaktur melemah 0,67 persen menjadi 963.

Kemudian sektor perkebunan melemah 1,01 persen menjadi 908, sektor pertambangan melemah 1,65 persen menjadi 1.152, dan sektor perdagangan melemah 0,69 persen menjadi 565.

Baca Juga:  Maksimalkan Serapan Listrik PLN

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari