Sabtu, 7 Maret 2026
- Advertisement -

DBD Tembus 464 Kasus, 1 Orang Meninggal

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru mencapai 464 kasus. Jumlah itu terhitung hingga pekan ke-37 tahun ini. Dari jumlah ini, Kecamatan Tenayan Raya menjadi wilayah terbanyak.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, kasus itu tersebar di 12 Kecamatan yang ada di Pekanbaru. Kecamatan Tenayan Raya mendominasi dengan jumlah 82 kasus.

Kemudian diikuti Kecamatan Tampan 76 kasus, Kecamatan Marpoyan Damai 63 kasus, Kecamatan Bukitraya 52 kasus, Kecamatan Limapuluh 36 kasus, Kecamatan Rumbai 29 kasus, Kecamatan Rumbai Pesisir 22 kasus, Kecamatan Senapelan 20 kasus, Kecamatan Sukajadi 18 kasus, Kecamatan Pekanbaru kota dan Kecamatan Sail masing-masing 7 kasus.

Baca Juga:  Kerahkan Kemampuan Maksimal untuk Kota Pekanbaru

Demikian dikatakan Plh Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Pekanbaru Zaini Rizaldy Saragih, Selasa (29/9).

”Total ada 464 kasus sampai minggu ke-37 tahun 2020. Namun, sebagian besar sudah sembuh,” katanya.

Data tersebut dihimpun dari 21 Puskesmas yang ada di seluruh Kecamatan di Kota Pekanbaru. Dari  kasus DBD yang ada, hanya tercatat satu orang meninggal karena DBD pada pertengahan Februari lalu, yakni R (20) warga Jalan Melur Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Sukajadi.

Zaini menyebut, pihaknya melalui setiap Puskesmas melakukan edukasi dan imbauan terkait memerangi DBD di lingkungan masyarakat. Masyarakat diminta terus memperhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggalnya.

Dengan melakukan 3M, menguras bak mandi, menutup bak penampungan, dan mengubur barang bekas. Selain itu dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) akan meminimalisir seseorang terjangkit DBD.

Baca Juga:  Tinjau Ulang dan Lakukan Evaluasi

“Karena kebersihan lingkungan menjadi faktor utama penyebaran kasus DBD ini,” terangnya.

Pihaknya juga melakukan fogging di setiap wilayah yang terdapat kasus DBD. Namun, ia katakan itu bukanlah solusi yang paling tepat, dengan PHBS itu akan jauh lebih baik dalam memerangi DBD.

Ditambahkannya, bagi masyarakat yang di wilayah nya ingin dilakukan fogging dapat meminta melalui puskesmas setempat.

“Dengan catatan di wilayah tersebut terdapat pasien yang terjangkit DBD,’’ tuntasnya.(ali)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru mencapai 464 kasus. Jumlah itu terhitung hingga pekan ke-37 tahun ini. Dari jumlah ini, Kecamatan Tenayan Raya menjadi wilayah terbanyak.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, kasus itu tersebar di 12 Kecamatan yang ada di Pekanbaru. Kecamatan Tenayan Raya mendominasi dengan jumlah 82 kasus.

Kemudian diikuti Kecamatan Tampan 76 kasus, Kecamatan Marpoyan Damai 63 kasus, Kecamatan Bukitraya 52 kasus, Kecamatan Limapuluh 36 kasus, Kecamatan Rumbai 29 kasus, Kecamatan Rumbai Pesisir 22 kasus, Kecamatan Senapelan 20 kasus, Kecamatan Sukajadi 18 kasus, Kecamatan Pekanbaru kota dan Kecamatan Sail masing-masing 7 kasus.

Baca Juga:  Belum Ada Potongan Harga dan Gratis untuk Masyarakat

Demikian dikatakan Plh Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Pekanbaru Zaini Rizaldy Saragih, Selasa (29/9).

”Total ada 464 kasus sampai minggu ke-37 tahun 2020. Namun, sebagian besar sudah sembuh,” katanya.

- Advertisement -

Data tersebut dihimpun dari 21 Puskesmas yang ada di seluruh Kecamatan di Kota Pekanbaru. Dari  kasus DBD yang ada, hanya tercatat satu orang meninggal karena DBD pada pertengahan Februari lalu, yakni R (20) warga Jalan Melur Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Sukajadi.

Zaini menyebut, pihaknya melalui setiap Puskesmas melakukan edukasi dan imbauan terkait memerangi DBD di lingkungan masyarakat. Masyarakat diminta terus memperhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggalnya.

- Advertisement -

Dengan melakukan 3M, menguras bak mandi, menutup bak penampungan, dan mengubur barang bekas. Selain itu dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) akan meminimalisir seseorang terjangkit DBD.

Baca Juga:  Kerahkan Kemampuan Maksimal untuk Kota Pekanbaru

“Karena kebersihan lingkungan menjadi faktor utama penyebaran kasus DBD ini,” terangnya.

Pihaknya juga melakukan fogging di setiap wilayah yang terdapat kasus DBD. Namun, ia katakan itu bukanlah solusi yang paling tepat, dengan PHBS itu akan jauh lebih baik dalam memerangi DBD.

Ditambahkannya, bagi masyarakat yang di wilayah nya ingin dilakukan fogging dapat meminta melalui puskesmas setempat.

“Dengan catatan di wilayah tersebut terdapat pasien yang terjangkit DBD,’’ tuntasnya.(ali)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru mencapai 464 kasus. Jumlah itu terhitung hingga pekan ke-37 tahun ini. Dari jumlah ini, Kecamatan Tenayan Raya menjadi wilayah terbanyak.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, kasus itu tersebar di 12 Kecamatan yang ada di Pekanbaru. Kecamatan Tenayan Raya mendominasi dengan jumlah 82 kasus.

Kemudian diikuti Kecamatan Tampan 76 kasus, Kecamatan Marpoyan Damai 63 kasus, Kecamatan Bukitraya 52 kasus, Kecamatan Limapuluh 36 kasus, Kecamatan Rumbai 29 kasus, Kecamatan Rumbai Pesisir 22 kasus, Kecamatan Senapelan 20 kasus, Kecamatan Sukajadi 18 kasus, Kecamatan Pekanbaru kota dan Kecamatan Sail masing-masing 7 kasus.

Baca Juga:  Sambut Dua Jenderal, Mahasiswa Demo Tuntut Wabup Bengkalis Ditahan

Demikian dikatakan Plh Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Pekanbaru Zaini Rizaldy Saragih, Selasa (29/9).

”Total ada 464 kasus sampai minggu ke-37 tahun 2020. Namun, sebagian besar sudah sembuh,” katanya.

Data tersebut dihimpun dari 21 Puskesmas yang ada di seluruh Kecamatan di Kota Pekanbaru. Dari  kasus DBD yang ada, hanya tercatat satu orang meninggal karena DBD pada pertengahan Februari lalu, yakni R (20) warga Jalan Melur Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Sukajadi.

Zaini menyebut, pihaknya melalui setiap Puskesmas melakukan edukasi dan imbauan terkait memerangi DBD di lingkungan masyarakat. Masyarakat diminta terus memperhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggalnya.

Dengan melakukan 3M, menguras bak mandi, menutup bak penampungan, dan mengubur barang bekas. Selain itu dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) akan meminimalisir seseorang terjangkit DBD.

Baca Juga:  Tinjau Ulang dan Lakukan Evaluasi

“Karena kebersihan lingkungan menjadi faktor utama penyebaran kasus DBD ini,” terangnya.

Pihaknya juga melakukan fogging di setiap wilayah yang terdapat kasus DBD. Namun, ia katakan itu bukanlah solusi yang paling tepat, dengan PHBS itu akan jauh lebih baik dalam memerangi DBD.

Ditambahkannya, bagi masyarakat yang di wilayah nya ingin dilakukan fogging dapat meminta melalui puskesmas setempat.

“Dengan catatan di wilayah tersebut terdapat pasien yang terjangkit DBD,’’ tuntasnya.(ali)

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari