Senin, 13 April 2026
- Advertisement -

WHO: Anak Muda yang Bersenang-senang Sebabkan Lonjakan Covid-19

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Beberapa negara di dunia telah membuka kembali bisnis dan pusat hiburan hingga tempat wisata seiring penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Euforia ini membuat orang khususnya kaum anak-anak muda lupa, bahwa virus corona masih mengancam. Pandemi belum selesai sampai adanya vaksin untuk memberikan kekebalan.

Dilansir dari AsiaOne, Ahad (2/8), kaum muda yang nekat menikmati liburan dan pesta atau kumpul-kumpul justru mendorong lonjakan kasus Covid-19 baru di beberapa negara seperti laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Lonjakan kasus baru terjadi dalam kasus di beberapa bagian Eropa, Amerika Serikat, dan Asia.

“Kami sudah mengatakan ini sebelumnya dan kami akan mengatakannya lagi. Anak-anak muda yang memicu,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa, Jumat (31/7).

Baca Juga:  Warga Hongkong Dua Hari Protes Berturut-turut

“Bukti menunjukkan bahwa lonjakan kasus baru-baru ini di beberapa negara didorong sebagian oleh orang-orang muda yang membiarkan bersenang-senang selama musim panas,” tambahnya.

Wilayah Spanyol Catalonia sudah memperingatkan anak muda untuk berhenti berpesta untuk membantu menghentikan lonjakan kasus baru. Inggris dan beberapa negara Eropa lainnya juga telah membatasi perjalanan ke Spanyol.

Seorang ahli epidemiologi WHO Maria Van Kerkhove mengatakan klub malam adalah ‘amplifier transmisi’ atau memicu penularan. “Mayoritas orang muda yang terinfeksi cenderung memiliki penyakit yang lebih ringan. Tapi itu tidak selalu konsisten,” katanya.

WHO bulan ini mendesak para pelancong untuk mengenakan masker di pesawat. WHO mengatakan pada Juni bahwa mereka akan memperbarui pedoman perjalanan menjelang liburan musim panas di belahan bumi utara, tetapi hingga kini pedoman itu belum dirilis. Panduan sebelumnya untuk pelancong telah memasukkan aturan protokol kesehatan seperti jarak sosial, mencuci tangan dan menghindari menyentuh mata, hidung atau mulut saat tangan belum bersih.

Baca Juga:  Lebaran Tahun Ini, Ferry Ardiansyah dan Istri Dibuat Repot, Ada Apa?

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Beberapa negara di dunia telah membuka kembali bisnis dan pusat hiburan hingga tempat wisata seiring penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Euforia ini membuat orang khususnya kaum anak-anak muda lupa, bahwa virus corona masih mengancam. Pandemi belum selesai sampai adanya vaksin untuk memberikan kekebalan.

Dilansir dari AsiaOne, Ahad (2/8), kaum muda yang nekat menikmati liburan dan pesta atau kumpul-kumpul justru mendorong lonjakan kasus Covid-19 baru di beberapa negara seperti laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Lonjakan kasus baru terjadi dalam kasus di beberapa bagian Eropa, Amerika Serikat, dan Asia.

“Kami sudah mengatakan ini sebelumnya dan kami akan mengatakannya lagi. Anak-anak muda yang memicu,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa, Jumat (31/7).

Baca Juga:  Dukung Airlangga Capres 2024, Golkar Riau Juga Dukung Syamsuar 2 Periode

“Bukti menunjukkan bahwa lonjakan kasus baru-baru ini di beberapa negara didorong sebagian oleh orang-orang muda yang membiarkan bersenang-senang selama musim panas,” tambahnya.

Wilayah Spanyol Catalonia sudah memperingatkan anak muda untuk berhenti berpesta untuk membantu menghentikan lonjakan kasus baru. Inggris dan beberapa negara Eropa lainnya juga telah membatasi perjalanan ke Spanyol.

- Advertisement -

Seorang ahli epidemiologi WHO Maria Van Kerkhove mengatakan klub malam adalah ‘amplifier transmisi’ atau memicu penularan. “Mayoritas orang muda yang terinfeksi cenderung memiliki penyakit yang lebih ringan. Tapi itu tidak selalu konsisten,” katanya.

WHO bulan ini mendesak para pelancong untuk mengenakan masker di pesawat. WHO mengatakan pada Juni bahwa mereka akan memperbarui pedoman perjalanan menjelang liburan musim panas di belahan bumi utara, tetapi hingga kini pedoman itu belum dirilis. Panduan sebelumnya untuk pelancong telah memasukkan aturan protokol kesehatan seperti jarak sosial, mencuci tangan dan menghindari menyentuh mata, hidung atau mulut saat tangan belum bersih.

- Advertisement -
Baca Juga:  MA Diminta Perketat Pengamanan Hakim

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Beberapa negara di dunia telah membuka kembali bisnis dan pusat hiburan hingga tempat wisata seiring penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Euforia ini membuat orang khususnya kaum anak-anak muda lupa, bahwa virus corona masih mengancam. Pandemi belum selesai sampai adanya vaksin untuk memberikan kekebalan.

Dilansir dari AsiaOne, Ahad (2/8), kaum muda yang nekat menikmati liburan dan pesta atau kumpul-kumpul justru mendorong lonjakan kasus Covid-19 baru di beberapa negara seperti laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Lonjakan kasus baru terjadi dalam kasus di beberapa bagian Eropa, Amerika Serikat, dan Asia.

“Kami sudah mengatakan ini sebelumnya dan kami akan mengatakannya lagi. Anak-anak muda yang memicu,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa, Jumat (31/7).

Baca Juga:  Kereta Api Tergelincir, 34 Penumpang Tewas

“Bukti menunjukkan bahwa lonjakan kasus baru-baru ini di beberapa negara didorong sebagian oleh orang-orang muda yang membiarkan bersenang-senang selama musim panas,” tambahnya.

Wilayah Spanyol Catalonia sudah memperingatkan anak muda untuk berhenti berpesta untuk membantu menghentikan lonjakan kasus baru. Inggris dan beberapa negara Eropa lainnya juga telah membatasi perjalanan ke Spanyol.

Seorang ahli epidemiologi WHO Maria Van Kerkhove mengatakan klub malam adalah ‘amplifier transmisi’ atau memicu penularan. “Mayoritas orang muda yang terinfeksi cenderung memiliki penyakit yang lebih ringan. Tapi itu tidak selalu konsisten,” katanya.

WHO bulan ini mendesak para pelancong untuk mengenakan masker di pesawat. WHO mengatakan pada Juni bahwa mereka akan memperbarui pedoman perjalanan menjelang liburan musim panas di belahan bumi utara, tetapi hingga kini pedoman itu belum dirilis. Panduan sebelumnya untuk pelancong telah memasukkan aturan protokol kesehatan seperti jarak sosial, mencuci tangan dan menghindari menyentuh mata, hidung atau mulut saat tangan belum bersih.

Baca Juga:  Artidjo Alkostar, sang Penjaga Marwah Antikorupsi

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari