Sabtu, 5 September 2026
- Advertisement -

Tertular Tanpa Gejala Tak Perlu Rawat di Rumah Sakit

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan saat ini masih banyak masyarakat yang tertular virus corona, namun tidak memiliki gejala. Menurut Yurianto, orang yang tertular virus corona namun tidak memiliki gejala, tidak dirawat di rumah sakit.

"Konfirmasi positif tanpa gejala, kita tidak akan rawat di rumah sakit. Karena memang tidak ada gejala dan tidak indikasi untuk dirawat di rumah sakit," ujar Yurianto di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (18/7).

Yurianto menambahkan, di beberapa daerah telah melakukan isolasi terhadap orang yang tertular virus corona namun tidak memiliki gejala. Hal itu dilakukan supaya tidak menyebar lebih luas ke masyarakat.

Baca Juga:  Mengabdi Puluhan Tahun, Para Guru Layak Diangkat Sebagai PPPK

"Beberapa daerah sudah melakukan isolasi secara kelompok dengan pengawasan ketat. Karena dikhawatirkan dapat menjadi sumber penularan di tengah kita," imbuhnya.

Yurianto berujar, Puskesmas juga akan terus melakukan tracing agresif terhadap daerah-daerah yang masyarakatnya didapati positif virus corona. Hal tersebut agar penularan virus bisa diputus sesegera mungkin.

"Oleh karena itu, penelusuran kontak dekat menjadi sesuatu yang penting. Sehingga kita bisa mengidentifikasi kontak dekat," tegasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan saat ini masih banyak masyarakat yang tertular virus corona, namun tidak memiliki gejala. Menurut Yurianto, orang yang tertular virus corona namun tidak memiliki gejala, tidak dirawat di rumah sakit.

"Konfirmasi positif tanpa gejala, kita tidak akan rawat di rumah sakit. Karena memang tidak ada gejala dan tidak indikasi untuk dirawat di rumah sakit," ujar Yurianto di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (18/7).

Yurianto menambahkan, di beberapa daerah telah melakukan isolasi terhadap orang yang tertular virus corona namun tidak memiliki gejala. Hal itu dilakukan supaya tidak menyebar lebih luas ke masyarakat.

Baca Juga:  Doni Monardo Dianugerahi Gelar Doktor Kehormatan dari IPB

"Beberapa daerah sudah melakukan isolasi secara kelompok dengan pengawasan ketat. Karena dikhawatirkan dapat menjadi sumber penularan di tengah kita," imbuhnya.

Yurianto berujar, Puskesmas juga akan terus melakukan tracing agresif terhadap daerah-daerah yang masyarakatnya didapati positif virus corona. Hal tersebut agar penularan virus bisa diputus sesegera mungkin.

- Advertisement -

"Oleh karena itu, penelusuran kontak dekat menjadi sesuatu yang penting. Sehingga kita bisa mengidentifikasi kontak dekat," tegasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

- Advertisement -

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan saat ini masih banyak masyarakat yang tertular virus corona, namun tidak memiliki gejala. Menurut Yurianto, orang yang tertular virus corona namun tidak memiliki gejala, tidak dirawat di rumah sakit.

"Konfirmasi positif tanpa gejala, kita tidak akan rawat di rumah sakit. Karena memang tidak ada gejala dan tidak indikasi untuk dirawat di rumah sakit," ujar Yurianto di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (18/7).

Yurianto menambahkan, di beberapa daerah telah melakukan isolasi terhadap orang yang tertular virus corona namun tidak memiliki gejala. Hal itu dilakukan supaya tidak menyebar lebih luas ke masyarakat.

Baca Juga:  250 Mahasiswa Baru STMIK AMIK Riau Ikuti PKKMB

"Beberapa daerah sudah melakukan isolasi secara kelompok dengan pengawasan ketat. Karena dikhawatirkan dapat menjadi sumber penularan di tengah kita," imbuhnya.

Yurianto berujar, Puskesmas juga akan terus melakukan tracing agresif terhadap daerah-daerah yang masyarakatnya didapati positif virus corona. Hal tersebut agar penularan virus bisa diputus sesegera mungkin.

"Oleh karena itu, penelusuran kontak dekat menjadi sesuatu yang penting. Sehingga kita bisa mengidentifikasi kontak dekat," tegasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari