Rabu, 18 Maret 2026
- Advertisement -

Pesisir Kepulauan Riau Diimbau Siaga Hadapi Banjir Rob hingga Akhir April

BATAM (RIAUPOS.CO) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob yang diperkirakan akan melanda sejumlah wilayah pesisir di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai 10 April hingga 30 April 2025. Masyarakat diminta untuk lebih waspada menghadapi potensi bencana ini.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan, menjelaskan bahwa banjir rob dipicu oleh kombinasi fase bulan purnama yang jatuh pada 13 April serta curah hujan tinggi yang menandai musim penghujan tahap pertama di Kepri. Kombinasi ini menyebabkan peningkatan muka air laut dan meningkatkan risiko limpasan air laut ke daratan.

“Waktu kejadiannya bisa berbeda-beda di tiap daerah. Karena bulan purnama jatuh pada 13 April, ditambah wilayah Kepri sedang mengalami musim hujan, maka risiko limpasan air laut atau banjir rob patut diwaspadai,” jelas Ramlan, Kamis (10/4).

Baca Juga:  Kapal Wisata Terbalik di Sumbar, Satu Wisatawan Asal Siak Tewas

Wilayah yang diprediksi terdampak meliputi Kota Batam, Kabupaten Karimun, Kabupaten Lingga, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Bintan. Di Batam, banjir rob diperkirakan terjadi pada 13-14 April dan kembali berpotensi muncul antara 27 hingga 30 April. Sementara di Karimun, dampak banjir rob bahkan sudah mulai dirasakan sejak 10 April.

Ramlan juga mengingatkan bahwa kondisi ini dapat mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya di kawasan pelabuhan dan pesisir. Kegiatan seperti bongkar muat barang, aktivitas nelayan, hingga pengelolaan tambak garam dan perikanan darat bisa terganggu akibat naiknya permukaan laut.

“Masyarakat juga harus waspada terhadap potensi abrasi dan sampah yang terbawa air pasang ke daratan,” tambahnya.

BMKG mengimbau warga pesisir untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca, memperhatikan peringatan dini yang dikeluarkan secara berkala, dan bersiap menghadapi kemungkinan terjadinya banjir rob. Ramlan menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat agar dampak dari fenomena ini dapat diminimalkan.

Baca Juga:  Banjir Rob Kepung Dumai

“Koordinasi antarinstansi dan kewaspadaan masyarakat sangat penting selama periode ini. Upaya antisipasi perlu ditingkatkan agar risiko dan kerugian akibat banjir rob dapat ditekan,” tutupnya.

BATAM (RIAUPOS.CO) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob yang diperkirakan akan melanda sejumlah wilayah pesisir di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai 10 April hingga 30 April 2025. Masyarakat diminta untuk lebih waspada menghadapi potensi bencana ini.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan, menjelaskan bahwa banjir rob dipicu oleh kombinasi fase bulan purnama yang jatuh pada 13 April serta curah hujan tinggi yang menandai musim penghujan tahap pertama di Kepri. Kombinasi ini menyebabkan peningkatan muka air laut dan meningkatkan risiko limpasan air laut ke daratan.

“Waktu kejadiannya bisa berbeda-beda di tiap daerah. Karena bulan purnama jatuh pada 13 April, ditambah wilayah Kepri sedang mengalami musim hujan, maka risiko limpasan air laut atau banjir rob patut diwaspadai,” jelas Ramlan, Kamis (10/4).

Baca Juga:  Air Laut Pasang, Jalan di Dumai Tergenang 

Wilayah yang diprediksi terdampak meliputi Kota Batam, Kabupaten Karimun, Kabupaten Lingga, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Bintan. Di Batam, banjir rob diperkirakan terjadi pada 13-14 April dan kembali berpotensi muncul antara 27 hingga 30 April. Sementara di Karimun, dampak banjir rob bahkan sudah mulai dirasakan sejak 10 April.

Ramlan juga mengingatkan bahwa kondisi ini dapat mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya di kawasan pelabuhan dan pesisir. Kegiatan seperti bongkar muat barang, aktivitas nelayan, hingga pengelolaan tambak garam dan perikanan darat bisa terganggu akibat naiknya permukaan laut.

- Advertisement -

“Masyarakat juga harus waspada terhadap potensi abrasi dan sampah yang terbawa air pasang ke daratan,” tambahnya.

BMKG mengimbau warga pesisir untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca, memperhatikan peringatan dini yang dikeluarkan secara berkala, dan bersiap menghadapi kemungkinan terjadinya banjir rob. Ramlan menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat agar dampak dari fenomena ini dapat diminimalkan.

- Advertisement -
Baca Juga:  Tanggap Darurat di Tanahdatar Bakal Diperpanjang

“Koordinasi antarinstansi dan kewaspadaan masyarakat sangat penting selama periode ini. Upaya antisipasi perlu ditingkatkan agar risiko dan kerugian akibat banjir rob dapat ditekan,” tutupnya.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Banjir Rob Kepung Dumai

Ajukan Perbaikan Jalan ke Pusat 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BATAM (RIAUPOS.CO) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob yang diperkirakan akan melanda sejumlah wilayah pesisir di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai 10 April hingga 30 April 2025. Masyarakat diminta untuk lebih waspada menghadapi potensi bencana ini.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan, menjelaskan bahwa banjir rob dipicu oleh kombinasi fase bulan purnama yang jatuh pada 13 April serta curah hujan tinggi yang menandai musim penghujan tahap pertama di Kepri. Kombinasi ini menyebabkan peningkatan muka air laut dan meningkatkan risiko limpasan air laut ke daratan.

“Waktu kejadiannya bisa berbeda-beda di tiap daerah. Karena bulan purnama jatuh pada 13 April, ditambah wilayah Kepri sedang mengalami musim hujan, maka risiko limpasan air laut atau banjir rob patut diwaspadai,” jelas Ramlan, Kamis (10/4).

Baca Juga:  Pemprov Sumbar Kaji Penanganan Luapan Air Ngarai Sianok

Wilayah yang diprediksi terdampak meliputi Kota Batam, Kabupaten Karimun, Kabupaten Lingga, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Bintan. Di Batam, banjir rob diperkirakan terjadi pada 13-14 April dan kembali berpotensi muncul antara 27 hingga 30 April. Sementara di Karimun, dampak banjir rob bahkan sudah mulai dirasakan sejak 10 April.

Ramlan juga mengingatkan bahwa kondisi ini dapat mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya di kawasan pelabuhan dan pesisir. Kegiatan seperti bongkar muat barang, aktivitas nelayan, hingga pengelolaan tambak garam dan perikanan darat bisa terganggu akibat naiknya permukaan laut.

“Masyarakat juga harus waspada terhadap potensi abrasi dan sampah yang terbawa air pasang ke daratan,” tambahnya.

BMKG mengimbau warga pesisir untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca, memperhatikan peringatan dini yang dikeluarkan secara berkala, dan bersiap menghadapi kemungkinan terjadinya banjir rob. Ramlan menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat agar dampak dari fenomena ini dapat diminimalkan.

Baca Juga:  Kapal Wisata Terbalik di Sumbar, Satu Wisatawan Asal Siak Tewas

“Koordinasi antarinstansi dan kewaspadaan masyarakat sangat penting selama periode ini. Upaya antisipasi perlu ditingkatkan agar risiko dan kerugian akibat banjir rob dapat ditekan,” tutupnya.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari