Selasa, 16 Juni 2026
- Advertisement -

Organisasi Tionghoa Pekanbaru Rayakan Ceng Beng

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Seluruh organisasi Tionghoa di Kota Pekanbaru merayakan tradisi Ceng Beng (Qing Ming) atau ziarah kubur dengan melaksanakan sembahyang bersama yang disertai ziarah ke makam yang tidak diketahui identitas dan ahli warisnya di Pemakaman Tionghoa, Rumbai, Pekanbaru, Kamis (4/4).

Sembahyang Ceng Bengyang berlokasi di pendopo Taman Pemakaman Tionghoa Rumbai ini dipimpin Ketua Yayasan Sosial Panca Bhakti Abadi Pekanbaru, Toni Sasana Surya. Terdapat persembahan buah-buahan, daging, telur dan kue yang juga dilanjutkan dengan berziarah ke makam yang tidak diketahui identitas dan ahli warisnya di Pemakaman Tionghoa Umban Sari.

Menurut Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau, Stephen Sanjaya, Ceng Beng merupakan perayaan yang sangat besar bagi warga Tionghoa.

Baca Juga:  Sebarkan Surat Peringatan

Apalagi, setelah tiga tahun dilanda Covid-19, tradisi Ceng Beng kembali dibuka untuk umum selama dua tahun belakangan ini sehingga warga Tionghoa dari perantauan pulang ke kampung halaman untuk berziarah ke makam leluhur dan keluarga.

Lanjut Stephen, perayaan Qing Ming tidak hanya di Pekanbaru saja yang mulai terlihat lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya bahkan pemakaman Tionghoa di kota-kota lainnya juga ramai dipadati warga yang ingin merayakan Ceng Beng.

”Jelas perayaan yang sekarang ini lebih meriah karena semua orang berkumpul untuk melakukan pembaktian kepada orang tua dan leluhurnya yang sudah meninggal dunia. Ini juga sebagai ajang silaturahmi bagi keluarga yang masih hidup dengan bersama-sama membersihkan makam leluhur,” katanya.

Baca Juga:  IKWI Riau Perlu Tingkatkan Peran

Ketua Yayasan Sosial Panca Bhakti Abadi Pekanbaru, Toni Sasana Surya kepada wartawan mengatakan, terdapat persembahan buah-buahan, telur, daging, ikan dan kue dalam sembahyang bersama.

”Ceng beng merupakan salah satu tradisi penting bagi masyarakat Tionghoa. Tradisi merupakan perwujudan sikap masyarakat Tionghoa yang menghormati leluhurnya,” tambahnya.(ayi)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Seluruh organisasi Tionghoa di Kota Pekanbaru merayakan tradisi Ceng Beng (Qing Ming) atau ziarah kubur dengan melaksanakan sembahyang bersama yang disertai ziarah ke makam yang tidak diketahui identitas dan ahli warisnya di Pemakaman Tionghoa, Rumbai, Pekanbaru, Kamis (4/4).

Sembahyang Ceng Bengyang berlokasi di pendopo Taman Pemakaman Tionghoa Rumbai ini dipimpin Ketua Yayasan Sosial Panca Bhakti Abadi Pekanbaru, Toni Sasana Surya. Terdapat persembahan buah-buahan, daging, telur dan kue yang juga dilanjutkan dengan berziarah ke makam yang tidak diketahui identitas dan ahli warisnya di Pemakaman Tionghoa Umban Sari.

Menurut Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau, Stephen Sanjaya, Ceng Beng merupakan perayaan yang sangat besar bagi warga Tionghoa.

Baca Juga:  Jaksa Klarifikasi Direktur PT Baginda Benua Riau

Apalagi, setelah tiga tahun dilanda Covid-19, tradisi Ceng Beng kembali dibuka untuk umum selama dua tahun belakangan ini sehingga warga Tionghoa dari perantauan pulang ke kampung halaman untuk berziarah ke makam leluhur dan keluarga.

Lanjut Stephen, perayaan Qing Ming tidak hanya di Pekanbaru saja yang mulai terlihat lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya bahkan pemakaman Tionghoa di kota-kota lainnya juga ramai dipadati warga yang ingin merayakan Ceng Beng.

- Advertisement -

”Jelas perayaan yang sekarang ini lebih meriah karena semua orang berkumpul untuk melakukan pembaktian kepada orang tua dan leluhurnya yang sudah meninggal dunia. Ini juga sebagai ajang silaturahmi bagi keluarga yang masih hidup dengan bersama-sama membersihkan makam leluhur,” katanya.

Baca Juga:  PKL Jalan Tuanku Tambusai Ujung Sebabkan Kemacetan

Ketua Yayasan Sosial Panca Bhakti Abadi Pekanbaru, Toni Sasana Surya kepada wartawan mengatakan, terdapat persembahan buah-buahan, telur, daging, ikan dan kue dalam sembahyang bersama.

- Advertisement -

”Ceng beng merupakan salah satu tradisi penting bagi masyarakat Tionghoa. Tradisi merupakan perwujudan sikap masyarakat Tionghoa yang menghormati leluhurnya,” tambahnya.(ayi)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Seluruh organisasi Tionghoa di Kota Pekanbaru merayakan tradisi Ceng Beng (Qing Ming) atau ziarah kubur dengan melaksanakan sembahyang bersama yang disertai ziarah ke makam yang tidak diketahui identitas dan ahli warisnya di Pemakaman Tionghoa, Rumbai, Pekanbaru, Kamis (4/4).

Sembahyang Ceng Bengyang berlokasi di pendopo Taman Pemakaman Tionghoa Rumbai ini dipimpin Ketua Yayasan Sosial Panca Bhakti Abadi Pekanbaru, Toni Sasana Surya. Terdapat persembahan buah-buahan, daging, telur dan kue yang juga dilanjutkan dengan berziarah ke makam yang tidak diketahui identitas dan ahli warisnya di Pemakaman Tionghoa Umban Sari.

Menurut Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau, Stephen Sanjaya, Ceng Beng merupakan perayaan yang sangat besar bagi warga Tionghoa.

Baca Juga:  Pengungsi Rohingya yang Kabur Terus Bertambah

Apalagi, setelah tiga tahun dilanda Covid-19, tradisi Ceng Beng kembali dibuka untuk umum selama dua tahun belakangan ini sehingga warga Tionghoa dari perantauan pulang ke kampung halaman untuk berziarah ke makam leluhur dan keluarga.

Lanjut Stephen, perayaan Qing Ming tidak hanya di Pekanbaru saja yang mulai terlihat lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya bahkan pemakaman Tionghoa di kota-kota lainnya juga ramai dipadati warga yang ingin merayakan Ceng Beng.

”Jelas perayaan yang sekarang ini lebih meriah karena semua orang berkumpul untuk melakukan pembaktian kepada orang tua dan leluhurnya yang sudah meninggal dunia. Ini juga sebagai ajang silaturahmi bagi keluarga yang masih hidup dengan bersama-sama membersihkan makam leluhur,” katanya.

Baca Juga:  Warga Kecewa, Bantuan Wali Kota Dinilai Tak Cukup

Ketua Yayasan Sosial Panca Bhakti Abadi Pekanbaru, Toni Sasana Surya kepada wartawan mengatakan, terdapat persembahan buah-buahan, telur, daging, ikan dan kue dalam sembahyang bersama.

”Ceng beng merupakan salah satu tradisi penting bagi masyarakat Tionghoa. Tradisi merupakan perwujudan sikap masyarakat Tionghoa yang menghormati leluhurnya,” tambahnya.(ayi)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari