Rabu, 21 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Empat Gajah Berkeliaran di Kelurahan Peranap

RENGAT (RIAUPOS.CO) — Warga Kelurahan Peranap Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dihebohkan adanya gajah. Parahnya lagi, gajah tersebut sudah masuk areal pemukiman warga tepatnya dibagian belakang SPBU Peranap.

Hingga saat ini belum ada penanganan dari pihak terkait terutama dari pihak BKSDA setempat. “Setidaknya sudah ada sekitar 40 hari gajah masuk pekarangan warga. Bahkan pada Sabtu (8/6) kemarin, gajah tersebut sudah berada dibelakang SPBU Peranap,” ujar Dody Fernando SH MH, Senin (9/6).

Dari keterangan Dody Fernando yang sehari-hari bekerja sebagai pengacara bahwa, gajah yang berkeliaran itu sebanyak empat ekor. Dimana gajah yang ada itu sudah tergolong dewasa dan setiap hari berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain yang masih dalam wilayah Kelurahan Peranap.

Baca Juga:  Ada Klaster Covid-19 di Bengkalis, Kapolda: Segera Lakukan Tindakan Terukur

Gajah tersebut juga sudah merusak berbagai tanaman warga. “Belum ada pemukiman warga yang dirusak tetapi berbagai tanaman warga sudah banyak yang dirusak,” ungkapnya.

Untuk itu harapnya, dengan kondisi yang ada saat ini hendaknya ada pihak terkait tanggap mengendalikan gajah tersebut. Karena apabila terus dibiarkan dikhawatirkan akan berdampak hingga merusak pemukiman warga.

Sementara saat ini, warga sudah mulai resah dan khawatir dengan keberadaan gajah tersebut. “Harus sampai kapan ada penanganan gajah ini, apakah harus menunggu ada korban jiwa,” katanya.

Ditempat terpisah, humas BKSDA Rengat Permohonan Lubis ketika konfirmasi membenarkan adanya gajah didaerah itu. “Sudah ada penanganan gajah tersebut, namun sejauh ini belum berhasil menggiring ke habitatnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Di Mata Sekwan Uun, Amarhum Dedet Sosok Intelek dan Enak Diajak Berdiskusi

Pihaknya kembali akan melakukan penanganan dalam waktu dekat ke habitanya di sekitar PT Rimba Peranap Indah (RPI). Namun upaya penanganan sempat tersendat ketika memasuki hari raya Idul Fitri.

Pihaknya juga mengimbau semua pihak dan sudah menyampaikan kepada pihak kecamatan, agar warga tidak membunyikan petasan untuk mengusir gajah. Karena mengusir dengan membunyi petasan, akan sulit bagi gajah menuju habitatnya. “Jangan bunyikan petasan, biar gajah tersebut kembali ke habitatnya,” harapnya.(kas)
Editor: Eko Faizin

RENGAT (RIAUPOS.CO) — Warga Kelurahan Peranap Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dihebohkan adanya gajah. Parahnya lagi, gajah tersebut sudah masuk areal pemukiman warga tepatnya dibagian belakang SPBU Peranap.

Hingga saat ini belum ada penanganan dari pihak terkait terutama dari pihak BKSDA setempat. “Setidaknya sudah ada sekitar 40 hari gajah masuk pekarangan warga. Bahkan pada Sabtu (8/6) kemarin, gajah tersebut sudah berada dibelakang SPBU Peranap,” ujar Dody Fernando SH MH, Senin (9/6).

Dari keterangan Dody Fernando yang sehari-hari bekerja sebagai pengacara bahwa, gajah yang berkeliaran itu sebanyak empat ekor. Dimana gajah yang ada itu sudah tergolong dewasa dan setiap hari berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain yang masih dalam wilayah Kelurahan Peranap.

Baca Juga:  Kasus Positif Covid-19 di Riau Bertambah 780 Orang, 1.189 Sembuh

Gajah tersebut juga sudah merusak berbagai tanaman warga. “Belum ada pemukiman warga yang dirusak tetapi berbagai tanaman warga sudah banyak yang dirusak,” ungkapnya.

Untuk itu harapnya, dengan kondisi yang ada saat ini hendaknya ada pihak terkait tanggap mengendalikan gajah tersebut. Karena apabila terus dibiarkan dikhawatirkan akan berdampak hingga merusak pemukiman warga.

- Advertisement -

Sementara saat ini, warga sudah mulai resah dan khawatir dengan keberadaan gajah tersebut. “Harus sampai kapan ada penanganan gajah ini, apakah harus menunggu ada korban jiwa,” katanya.

Ditempat terpisah, humas BKSDA Rengat Permohonan Lubis ketika konfirmasi membenarkan adanya gajah didaerah itu. “Sudah ada penanganan gajah tersebut, namun sejauh ini belum berhasil menggiring ke habitatnya,” ujarnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  PPKM Level 4 di Pekanbaru, Mal dan Tempat Wisata Dilonggarkan

Pihaknya kembali akan melakukan penanganan dalam waktu dekat ke habitanya di sekitar PT Rimba Peranap Indah (RPI). Namun upaya penanganan sempat tersendat ketika memasuki hari raya Idul Fitri.

Pihaknya juga mengimbau semua pihak dan sudah menyampaikan kepada pihak kecamatan, agar warga tidak membunyikan petasan untuk mengusir gajah. Karena mengusir dengan membunyi petasan, akan sulit bagi gajah menuju habitatnya. “Jangan bunyikan petasan, biar gajah tersebut kembali ke habitatnya,” harapnya.(kas)
Editor: Eko Faizin
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

RENGAT (RIAUPOS.CO) — Warga Kelurahan Peranap Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dihebohkan adanya gajah. Parahnya lagi, gajah tersebut sudah masuk areal pemukiman warga tepatnya dibagian belakang SPBU Peranap.

Hingga saat ini belum ada penanganan dari pihak terkait terutama dari pihak BKSDA setempat. “Setidaknya sudah ada sekitar 40 hari gajah masuk pekarangan warga. Bahkan pada Sabtu (8/6) kemarin, gajah tersebut sudah berada dibelakang SPBU Peranap,” ujar Dody Fernando SH MH, Senin (9/6).

Dari keterangan Dody Fernando yang sehari-hari bekerja sebagai pengacara bahwa, gajah yang berkeliaran itu sebanyak empat ekor. Dimana gajah yang ada itu sudah tergolong dewasa dan setiap hari berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain yang masih dalam wilayah Kelurahan Peranap.

Baca Juga:  Warga Kumpulkan Tanda Tangan

Gajah tersebut juga sudah merusak berbagai tanaman warga. “Belum ada pemukiman warga yang dirusak tetapi berbagai tanaman warga sudah banyak yang dirusak,” ungkapnya.

Untuk itu harapnya, dengan kondisi yang ada saat ini hendaknya ada pihak terkait tanggap mengendalikan gajah tersebut. Karena apabila terus dibiarkan dikhawatirkan akan berdampak hingga merusak pemukiman warga.

Sementara saat ini, warga sudah mulai resah dan khawatir dengan keberadaan gajah tersebut. “Harus sampai kapan ada penanganan gajah ini, apakah harus menunggu ada korban jiwa,” katanya.

Ditempat terpisah, humas BKSDA Rengat Permohonan Lubis ketika konfirmasi membenarkan adanya gajah didaerah itu. “Sudah ada penanganan gajah tersebut, namun sejauh ini belum berhasil menggiring ke habitatnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Karhutla di Riau Habiskan Rp38,6 Miliar

Pihaknya kembali akan melakukan penanganan dalam waktu dekat ke habitanya di sekitar PT Rimba Peranap Indah (RPI). Namun upaya penanganan sempat tersendat ketika memasuki hari raya Idul Fitri.

Pihaknya juga mengimbau semua pihak dan sudah menyampaikan kepada pihak kecamatan, agar warga tidak membunyikan petasan untuk mengusir gajah. Karena mengusir dengan membunyi petasan, akan sulit bagi gajah menuju habitatnya. “Jangan bunyikan petasan, biar gajah tersebut kembali ke habitatnya,” harapnya.(kas)
Editor: Eko Faizin

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari