Categories: Siak

Siak Lakukan Efisiensi Besar, Tapi PPPK Tetap Dipertahankan

SIAK (RIAUPOS.CO) — Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan bahwa merumahkan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bukan menjadi pilihan di tengah tekanan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah saat ini.

Ia menjelaskan, hampir seluruh daerah mengalami kondisi serupa, yakni berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat, sementara kewajiban menjalankan program prioritas nasional tetap harus dipenuhi. Situasi ini menuntut pemerintah daerah melakukan penyesuaian cepat melalui efisiensi dan penguatan disiplin fiskal.

Menurut Afni, belanja pegawai di Kabupaten Siak saat ini masih berada di kisaran 36 hingga 38 persen, melampaui batas maksimal yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar 30 persen. Untuk memenuhi ketentuan tersebut, dibutuhkan pengurangan anggaran antara Rp500 miliar hingga Rp600 miliar.

Sebagai langkah penyesuaian, Pemkab Siak telah melakukan rasionalisasi anggaran, termasuk penyesuaian tambahan penghasilan pegawai (TPP). Meski demikian, Afni menegaskan bahwa kebijakan merumahkan PPPK tidak akan diambil.

Ia mengakui bahwa upaya tersebut bukan hal mudah, namun harus dilakukan agar pemerintah daerah tidak terkena sanksi fiskal.

Afni menegaskan komitmennya untuk menjaga agar tidak ada pegawai yang kehilangan pekerjaan. Menurutnya, solusi lain akan terus diupayakan meskipun seluruh pihak harus ikut merasakan dampak pengetatan anggaran.

Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya perubahan pola pembangunan di tingkat kampung. Para penghulu dan Badan Permusyawaratan Kampung (Bapekam) diminta tidak lagi berfokus pada penyerapan anggaran semata, tetapi mengarahkan dana desa ke kegiatan produktif yang mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Ia mencontohkan sejumlah program yang telah berjalan, seperti pengembangan peternakan ayam petelur, pertanian hortikultura, serta budidaya sayuran hidroponik yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Selain itu, pemerintah daerah juga membuka akses pemanfaatan aset daerah bagi masyarakat, terutama petani dan pelaku UMKM. Skema yang disiapkan dibuat lebih fleksibel, termasuk kemungkinan pembayaran sewa setelah panen serta relaksasi jika terjadi gagal panen.

Menurut Afni, aset daerah harus dimanfaatkan sebagai sarana produksi yang mendukung ekonomi masyarakat, bukan menjadi beban tambahan.

Ia juga menegaskan pentingnya penguatan ekonomi berbasis kampung sebagai respons atas tekanan fiskal yang dihadapi daerah. Pemerintah kampung diharapkan mampu bertransformasi menjadi penggerak utama ekonomi lokal.

Afni menambahkan, pemerintah kabupaten dan kampung saat ini menghadapi tantangan yang sama, khususnya dalam kondisi fiskal yang tidak mudah.(mng)

Redaksi

Recent Posts

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

1 jam ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

2 jam ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

2 jam ago

Alasan Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau Mundur, Nalladia Ayu Rokan Diganti Imustiar

nalladia ayu rokan, ketua fraksi golkar dprd riau mundur dari jabatannya dan digantikan imustiar sebagai…

17 jam ago

Ribuan Pil Ekstasi Berbagai Merek Disimpan dalam Lemari Rumah, Perempuan 27 Tahun Ditangkap di Pekanbaru, Pemasok Diburu

ribuan pil ekstasi ditangkap di pekanbaru, 1.226 butir esktasi berbagai merek disimpan dalam lemari rumah,…

17 jam ago

HSBL Selatpanjang 2026 Dimulai, Simak Daftar Sekolah yang Siap Bertarung

HSBL 2026 Selatpanjang Series kembali digelar setelah vakum enam tahun. Enam sekolah siap bersaing dalam…

22 jam ago