Hanafie | Kepala Diskop-UKM Perindagsar) Pelalawan
PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) – Tahun-tahun sebelumnya pada pelaksanaan Ramadan, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru kembali akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap sejumlah swalayan dan Pasar Ramadan di Kabupaten Pelalawan, khususnya Kecamatan Pangkalan Kerinci.
Sidak yang dijadwalkan akan digelar pada pekan pertama pelaksanaan ibadah Ramadan 1446 H/2025 M ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Diskes) dan Dinas Koperasi UKM Perindustrian, Perdagangan dan pasar (Diskop-UKM Perindagsar) Pelalawan.
”Ya, in sya Allah pada pekan pertama pelaksanaan puasa Ramadan 1446 H, kami akan mendampingi BBPOM yang akan menggelar sidak pedagang takjil di Pangkalankerinci. Karena posisi kami di sini hanya memfasilitasi saja,” terang Kepala Diskop-UKM Perindagsar Pelalawan Hanafie SSos MSi kepada Riau Pos, Ahad (23/2).
Dikatakan Hanafie, tujuan kegiatan tersebut dilakukan guna mengantisipasi makanan tidak layak atau kedaluwarsa dan makanan mengandung bahan berbahaya. Seperti bahan pewarna tekstil, boraks serta rodamin B yang dijual para pedagang khususnya pedagang dadakan di ibukota Negeri Seiya Sekata ini.
”Jadi, sidak ini nantinya digelar untuk mengetahui makanan bebas dari bahan berbahaya seperti bahan pengawet, pewarna tekstil, boraks dan lain sebagainya. Sidak yang nantinya akan digelar di sejumlah titik. BBPOM akan mengambil sampel makanan dan minuman untuk diuji. Apakah makanan dan minuman itu mengandung bahan pewarna berbahaya atau tidak,” bebernya.
Dijelaskan mantan Sekretaris BPAKD Pelalawan ini, hingga saat ini, pihaknya tetap intens memberikan stimulan kepada masyarakat untuk teliti dalam membeli makanan dan minuman yang dijual pedagang. Dan Diskop UKM Perindagsar Pelalawan juga melakukan pembinaan terhadap para pedagang agar tidak menjual makanan serta minuman yang berbahaya.
”Jadi, kami terus memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk teliti dalam membeli makanan dan minuman. Dengan demikian, maka masyarakat yang harus berbuka dijalan, dapat mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat di Pasar Ramadan tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Diskes Pelalawan H Asril SKM MKes mengatakan bahwa, pihaknya menyambut baik adanya rencana kegiatan uji labor makanan dan minuman ini. Dan dengan adanya sidak ini, maka diharapkan kedepannya tidak ditemukan adanya pedagang yang jual makanan dan minuman yang mengandung bahan kimia.
”Jadi, kami bersama Diskop UKM Perindagsar Pelalawan akan meningkatkan pengawasan terhadap dagangan takjil yang dijual pedagang dadakan selama ramadan tahun ini. Sehingga, jika ditemukan adanya pedagang yang menjual dagangan dengan bahan berbahaya, tentunya akan kami berikan pembinaan agar tidak mengulanginya kembali,” ujarnya.(yls)
Pj Sekda Rohul pimpin goro Selasa Bersih di kawasan aset bersejarah Pasirpengaraian untuk menjaga kebersihan…
Sebanyak 19 desa persiapan di Rohul tinggal menunggu penetapan kode desa dari Mendagri untuk menjadi…
DPRD Kampar mendesak DLH segera merilis hasil uji dugaan pencemaran Sungai Tapung setelah 30 ton…
Sebanyak 41 ribu KK di Meranti akan menerima BPNT berupa beras dan minyak. Jumlah penerima…
Pemkab Kuansing terapkan WFH tiap Jumat mulai 24 April. ASN bekerja di kantor camat sesuai…
146 peserta mengikuti seleksi Beasiswa YPCR 2026 di PCR Pekanbaru. Dari 732 pendaftar, hanya sebagian…