Categories: Kampar

30 Ton Ikan Mati, DPRD Minta DLH Transparan Soal Sungai Tapung

KAMPAR (RIAUPOS.CO) – DPRD Kabupaten Kampar mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera mengumumkan hasil uji laboratorium terkait dugaan pencemaran Sungai Tapung yang menyebabkan sekitar 30 ton ikan mati secara mendadak beberapa waktu lalu.

Wakil Ketua DPRD Kampar, Sunardi Ds, menilai keterlambatan penyampaian hasil uji tersebut telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terutama bagi warga yang menggantungkan kebutuhan hidup dan aktivitas ekonominya pada Sungai Tapung.

Ia menegaskan pentingnya keterbukaan informasi agar masyarakat mendapatkan kepastian mengenai penyebab kematian ikan massal yang diketahui telah terjadi berulang dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut politisi Partai Demokrat tersebut, hingga saat ini hasil uji laboratorium belum disampaikan secara terbuka kepada publik. Padahal, transparansi menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap upaya penanganan dugaan pencemaran lingkungan.

Sunardi juga mengingatkan bahwa lambannya penyampaian informasi dapat memicu spekulasi negatif terhadap kinerja pemerintah daerah. Oleh karena itu, ia meminta DLH Kampar segera menyampaikan hasil pemeriksaan secara transparan dan akuntabel.

Selain itu, DPRD juga meminta pemerintah daerah menjelaskan langkah lanjutan setelah hasil uji laboratorium diumumkan. Jika terbukti terjadi pencemaran, maka penegakan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab harus dilakukan secara tegas.

Ia menegaskan, apabila ada pihak, termasuk kemungkinan perusahaan, yang terbukti menjadi penyebab pencemaran, maka harus ada tindakan hukum yang jelas sesuai aturan yang berlaku.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kampar, Agus Risna, menyampaikan bahwa hasil uji laboratorium dari DLH Kampar saat ini masih dalam proses pengiriman ke DPRD.

Ia menjelaskan, DLH sebenarnya telah menyiapkan dokumen berupa surat pengantar, rekomendasi, serta kesimpulan hasil pemeriksaan. Namun secara administratif, dokumen tersebut belum diterima oleh DPRD.

Menurutnya, dalam waktu dekat hasil tersebut akan segera dikirimkan secara lengkap, termasuk dengan rekomendasi dan kesimpulan dari pihak DLH.

Di sisi lain, pihak DLH Kampar melalui Kepala Bidang Penataan Lingkungan Hidup, Erinaldi, belum memberikan tanggapan saat dimintai konfirmasi terkait belum diumumkannya hasil uji laboratorium tersebut.

Redaksi

Recent Posts

Bangunan Bersejarah Rohul Dibersihkan, Pj Sekda Ajak Hidupkan Goro

Pj Sekda Rohul pimpin goro Selasa Bersih di kawasan aset bersejarah Pasirpengaraian untuk menjaga kebersihan…

2 jam ago

Tinggal Tunggu SK Mendagri, 19 Desa di Rohul Siap Naik Status

Sebanyak 19 desa persiapan di Rohul tinggal menunggu penetapan kode desa dari Mendagri untuk menjadi…

5 jam ago

BPNT Segera Cair di Meranti, 41 Ribu KK Masuk Daftar Penerima

Sebanyak 41 ribu KK di Meranti akan menerima BPNT berupa beras dan minyak. Jumlah penerima…

5 jam ago

Mulai Jumat Ini, ASN Kuansing Kerja dari Kecamatan, Wajib Naik Sepeda!

Pemkab Kuansing terapkan WFH tiap Jumat mulai 24 April. ASN bekerja di kantor camat sesuai…

5 jam ago

146 Peserta Berebut Beasiswa Penuh YPCR 2026, Ini Tahapan yang Harus Dilewati

146 peserta mengikuti seleksi Beasiswa YPCR 2026 di PCR Pekanbaru. Dari 732 pendaftar, hanya sebagian…

6 jam ago

PTPN IV Juara! Turnamen Tenis Regional III 2026 Ditutup Meriah

Turnamen Tenis Piala PTPN IV 2026 di Pekanbaru berakhir meriah, diikuti ratusan peserta dan jadi…

1 hari ago