Categories: Kepulauan Meranti

BPNT Segera Cair di Meranti, 41 Ribu KK Masuk Daftar Penerima

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Sekitar 41 ribu kepala keluarga (KK) di Kabupaten Kepulauan Meranti akan segera menerima bantuan pangan nontunai (BPNT) dari pemerintah dalam waktu dekat.

Program ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui Perum Bulog, dengan paket yang diberikan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng bagi setiap keluarga penerima manfaat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kepulauan Meranti, Ifwandi, menyampaikan bahwa saat ini proses penyaluran masih dalam tahap persiapan, terutama terkait kesiapan stok logistik sebelum didistribusikan kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, program bantuan pangan tersebut merupakan kegiatan rutin dari pemerintah pusat melalui Bulog yang ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Namun, pada tahun 2026 ini jumlah penerima mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada tahun lalu, jumlah penerima BPNT di Kepulauan Meranti tercatat sebanyak 31.537 kepala keluarga. Sementara tahun ini meningkat menjadi sekitar 41.000 kepala keluarga.

Menurut Ifwandi, peningkatan jumlah penerima ini didasarkan pada pembaruan data yang kini mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Data tersebut merupakan sistem terpadu yang memuat informasi kesejahteraan rumah tangga secara nasional.

Dalam DTSEN, masyarakat dikelompokkan ke dalam 10 desil berdasarkan tingkat kesejahteraan. Kelompok desil 1 hingga 4 yang berada pada kategori paling rendah menjadi prioritas utama dalam penyaluran berbagai bantuan sosial, termasuk BPNT.

Dengan penggunaan data terpadu ini, diharapkan bantuan yang disalurkan dapat lebih tepat sasaran dan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Ifwandi juga berharap program bantuan pangan ini tidak hanya meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi turut berperan dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di daerah.

Selain itu, bantuan ini juga diharapkan dapat mendukung upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, dalam mengendalikan inflasi khususnya pada sektor pangan.

Redaksi

Recent Posts

Tinggal Tunggu SK Mendagri, 19 Desa di Rohul Siap Naik Status

Sebanyak 19 desa persiapan di Rohul tinggal menunggu penetapan kode desa dari Mendagri untuk menjadi…

1 jam ago

30 Ton Ikan Mati, DPRD Minta DLH Transparan Soal Sungai Tapung

DPRD Kampar mendesak DLH segera merilis hasil uji dugaan pencemaran Sungai Tapung setelah 30 ton…

1 jam ago

Mulai Jumat Ini, ASN Kuansing Kerja dari Kecamatan, Wajib Naik Sepeda!

Pemkab Kuansing terapkan WFH tiap Jumat mulai 24 April. ASN bekerja di kantor camat sesuai…

2 jam ago

146 Peserta Berebut Beasiswa Penuh YPCR 2026, Ini Tahapan yang Harus Dilewati

146 peserta mengikuti seleksi Beasiswa YPCR 2026 di PCR Pekanbaru. Dari 732 pendaftar, hanya sebagian…

2 jam ago

PTPN IV Juara! Turnamen Tenis Regional III 2026 Ditutup Meriah

Turnamen Tenis Piala PTPN IV 2026 di Pekanbaru berakhir meriah, diikuti ratusan peserta dan jadi…

1 hari ago

Kendalikan Harga, Pemprov Riau Gelar Operasi Pasar di Pekanbaru

Pemprov Riau gelar pasar murah di Pekanbaru dan Kampar untuk jaga harga dan stok bahan…

1 hari ago