Kamis, 19 Maret 2026
- Advertisement -

Banjir Sungai Kuantan Rendam Puluhan Rumah di Desa Pulau Sipan Kecamatan Inuman

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Debit air Sungai Kuantan meningkat dengan cepat, menyebabkan luapan air mulai merendam permukiman warga. Hingga Jumat (28/2/2025) sore, banjir telah menggenangi sejumlah desa yang berada di sepanjang bantaran sungai.

Salah satu wilayah terdampak adalah Desa Pulau Sipan, Kecamatan Inuman. Camat Inuman, Zamri, melaporkan bahwa sebanyak 63 rumah dari total 465 KK di desa tersebut telah terendam banjir dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.

“Air mulai naik dengan cepat sore tadi. Hingga saat ini, sudah 63 rumah yang terendam dengan ketinggian air setinggi lutut orang dewasa,” ungkap Zamri.

Meskipun banjir semakin meluas, warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing. Mereka memanfaatkan bagian belakang rumah yang berbentuk panggung sebagai tempat berlindung sementara.

Baca Juga:  Sekda Pimpin Rapat Pembentukan Posko Bersama

“Belum ada warga yang dievakuasi. Mereka masih bertahan dan berpindah ke bagian rumah yang lebih tinggi. Banjir sudah menjadi hal yang biasa bagi masyarakat di sini,” tambahnya.

Zamri tetap mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat debit air di hulu Sungai Kuantan masih tinggi dan potensi kenaikan air masih bisa terjadi, terutama menjelang malam.

“Meski masyarakat sudah terbiasa, kami tetap mengingatkan untuk selalu waspada. Debit air di hulu masih tinggi, dan kita belum tahu apakah akan terus meningkat atau mulai surut,” tutupnya.

Situasi di lapangan masih terus dipantau oleh pihak kecamatan dan pemerintah daerah guna memastikan keselamatan masyarakat serta mengantisipasi dampak lebih lanjut dari banjir ini.

Baca Juga:  Masih Ada Daerah di Riau Digenangi Banjir

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Debit air Sungai Kuantan meningkat dengan cepat, menyebabkan luapan air mulai merendam permukiman warga. Hingga Jumat (28/2/2025) sore, banjir telah menggenangi sejumlah desa yang berada di sepanjang bantaran sungai.

Salah satu wilayah terdampak adalah Desa Pulau Sipan, Kecamatan Inuman. Camat Inuman, Zamri, melaporkan bahwa sebanyak 63 rumah dari total 465 KK di desa tersebut telah terendam banjir dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.

“Air mulai naik dengan cepat sore tadi. Hingga saat ini, sudah 63 rumah yang terendam dengan ketinggian air setinggi lutut orang dewasa,” ungkap Zamri.

Meskipun banjir semakin meluas, warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing. Mereka memanfaatkan bagian belakang rumah yang berbentuk panggung sebagai tempat berlindung sementara.

Baca Juga:  Ditargetkan 100 Jalur di Tepian Pincuran Sati

“Belum ada warga yang dievakuasi. Mereka masih bertahan dan berpindah ke bagian rumah yang lebih tinggi. Banjir sudah menjadi hal yang biasa bagi masyarakat di sini,” tambahnya.

- Advertisement -

Zamri tetap mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat debit air di hulu Sungai Kuantan masih tinggi dan potensi kenaikan air masih bisa terjadi, terutama menjelang malam.

“Meski masyarakat sudah terbiasa, kami tetap mengingatkan untuk selalu waspada. Debit air di hulu masih tinggi, dan kita belum tahu apakah akan terus meningkat atau mulai surut,” tutupnya.

- Advertisement -

Situasi di lapangan masih terus dipantau oleh pihak kecamatan dan pemerintah daerah guna memastikan keselamatan masyarakat serta mengantisipasi dampak lebih lanjut dari banjir ini.

Baca Juga:  Identitas Mayat di Sungai Kuantan Belum Diketahui
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Debit air Sungai Kuantan meningkat dengan cepat, menyebabkan luapan air mulai merendam permukiman warga. Hingga Jumat (28/2/2025) sore, banjir telah menggenangi sejumlah desa yang berada di sepanjang bantaran sungai.

Salah satu wilayah terdampak adalah Desa Pulau Sipan, Kecamatan Inuman. Camat Inuman, Zamri, melaporkan bahwa sebanyak 63 rumah dari total 465 KK di desa tersebut telah terendam banjir dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.

“Air mulai naik dengan cepat sore tadi. Hingga saat ini, sudah 63 rumah yang terendam dengan ketinggian air setinggi lutut orang dewasa,” ungkap Zamri.

Meskipun banjir semakin meluas, warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing. Mereka memanfaatkan bagian belakang rumah yang berbentuk panggung sebagai tempat berlindung sementara.

Baca Juga:  Ditargetkan 100 Jalur di Tepian Pincuran Sati

“Belum ada warga yang dievakuasi. Mereka masih bertahan dan berpindah ke bagian rumah yang lebih tinggi. Banjir sudah menjadi hal yang biasa bagi masyarakat di sini,” tambahnya.

Zamri tetap mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat debit air di hulu Sungai Kuantan masih tinggi dan potensi kenaikan air masih bisa terjadi, terutama menjelang malam.

“Meski masyarakat sudah terbiasa, kami tetap mengingatkan untuk selalu waspada. Debit air di hulu masih tinggi, dan kita belum tahu apakah akan terus meningkat atau mulai surut,” tutupnya.

Situasi di lapangan masih terus dipantau oleh pihak kecamatan dan pemerintah daerah guna memastikan keselamatan masyarakat serta mengantisipasi dampak lebih lanjut dari banjir ini.

Baca Juga:  Razia di Logas, Polres Sita Puluhan Botol Miras

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari