Senin, 7 April 2025
spot_img

Korban Puting Beliung Perlu Bahan Bangunan

KUNTU (RIAUPOS.CO) โ€“ Pascabencana puting beliung yang melanda wilayah Kuntu dan sekitarnya, Selasa (23/3) sore, belasan rumah warga di dua desa yang berdekatan turut menjadi korban. Setidaknya di Desa Kuntu terdapat sekitar 13 rumah yang mengalami kerusakan ringan hingga rusak berat.

Menurut Kepala Desa Kuntu Asril didampingi Sekretaris Desa Edi Suharto, meskipun korban bencana puting beliung cukup banyak, namun tidak semua dilaporkan. Pasalnya beberapa rumah langsung diperbaiki warga yang cukup mampu.

"Sedangkan yang dilaporkan hanya berupa rusak ringan namun cukup banyak kerugian, rusak sedang hingga rusak berat. Yang paling parah adalah rumah semi permanen yang dihuni keluarga Alfikri. Karena 98 persen hancur dan banyak perkakas rumah yang juga rusak," ungkap Asril, Rabu (23/3).

Baca Juga:  Cooling System Bersama Jajaran, Kapolsek Kampar Kiri Hilir Tukar Pikiran Bersama Warganya

Dikatakan Asril, bahan bangunan sangat diperlukan oleh warga untuk memperbaiki rumah yang rusak. Mulai dari atap, genteng, kayu, papan dan lainnya. Iapun berharap pihak-pihak terkait bisa membantu apa yang diperlukan para korban.

"Banyak rumah yang rusak terutama bagian atap. Makanya para korban perlu bantuan berupa bahan bangunan, terutama atap dan kayu," jelasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Kampar Habiburrahman SAg MPd yang turun langsung ke lokasi mengaku turut prihatin atas musibah yang dialami warga. Iapun bersedia membantu berupa batu bata.

"Kita ikut berbela sungkawa. Untuk bantuan dari pemerintah tentu melalui prosedur, namun atas nama pribadi kita memberikan bantuan kepada keluarga yang tertimpa musibah. Kalau korban membangun rumah kembali, kita akan bantu 5.000 batu bata," katanya.(kom)

Baca Juga:  Bupati Kampar Lantik Satu Kepala Dinas dan 221 Penyetaraan dan 15 Pejabat Eselon IV

KUNTU (RIAUPOS.CO) โ€“ Pascabencana puting beliung yang melanda wilayah Kuntu dan sekitarnya, Selasa (23/3) sore, belasan rumah warga di dua desa yang berdekatan turut menjadi korban. Setidaknya di Desa Kuntu terdapat sekitar 13 rumah yang mengalami kerusakan ringan hingga rusak berat.

Menurut Kepala Desa Kuntu Asril didampingi Sekretaris Desa Edi Suharto, meskipun korban bencana puting beliung cukup banyak, namun tidak semua dilaporkan. Pasalnya beberapa rumah langsung diperbaiki warga yang cukup mampu.

"Sedangkan yang dilaporkan hanya berupa rusak ringan namun cukup banyak kerugian, rusak sedang hingga rusak berat. Yang paling parah adalah rumah semi permanen yang dihuni keluarga Alfikri. Karena 98 persen hancur dan banyak perkakas rumah yang juga rusak," ungkap Asril, Rabu (23/3).

Baca Juga:  Sambut Nisfu Syaรขโ‚ฌโ„ขban, Anggota Satgas TMMD ke-100 Gelar Doa Bersama

Dikatakan Asril, bahan bangunan sangat diperlukan oleh warga untuk memperbaiki rumah yang rusak. Mulai dari atap, genteng, kayu, papan dan lainnya. Iapun berharap pihak-pihak terkait bisa membantu apa yang diperlukan para korban.

"Banyak rumah yang rusak terutama bagian atap. Makanya para korban perlu bantuan berupa bahan bangunan, terutama atap dan kayu," jelasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Kampar Habiburrahman SAg MPd yang turun langsung ke lokasi mengaku turut prihatin atas musibah yang dialami warga. Iapun bersedia membantu berupa batu bata.

"Kita ikut berbela sungkawa. Untuk bantuan dari pemerintah tentu melalui prosedur, namun atas nama pribadi kita memberikan bantuan kepada keluarga yang tertimpa musibah. Kalau korban membangun rumah kembali, kita akan bantu 5.000 batu bata," katanya.(kom)

Baca Juga:  Car Free Day Perdana di Bangkinang, Peserta Dibagikan โ€™Doorprizeโ€™
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Korban Puting Beliung Perlu Bahan Bangunan

KUNTU (RIAUPOS.CO) โ€“ Pascabencana puting beliung yang melanda wilayah Kuntu dan sekitarnya, Selasa (23/3) sore, belasan rumah warga di dua desa yang berdekatan turut menjadi korban. Setidaknya di Desa Kuntu terdapat sekitar 13 rumah yang mengalami kerusakan ringan hingga rusak berat.

Menurut Kepala Desa Kuntu Asril didampingi Sekretaris Desa Edi Suharto, meskipun korban bencana puting beliung cukup banyak, namun tidak semua dilaporkan. Pasalnya beberapa rumah langsung diperbaiki warga yang cukup mampu.

"Sedangkan yang dilaporkan hanya berupa rusak ringan namun cukup banyak kerugian, rusak sedang hingga rusak berat. Yang paling parah adalah rumah semi permanen yang dihuni keluarga Alfikri. Karena 98 persen hancur dan banyak perkakas rumah yang juga rusak," ungkap Asril, Rabu (23/3).

Baca Juga:  Cooling System Bersama Jajaran, Kapolsek Kampar Kiri Hilir Tukar Pikiran Bersama Warganya

Dikatakan Asril, bahan bangunan sangat diperlukan oleh warga untuk memperbaiki rumah yang rusak. Mulai dari atap, genteng, kayu, papan dan lainnya. Iapun berharap pihak-pihak terkait bisa membantu apa yang diperlukan para korban.

"Banyak rumah yang rusak terutama bagian atap. Makanya para korban perlu bantuan berupa bahan bangunan, terutama atap dan kayu," jelasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Kampar Habiburrahman SAg MPd yang turun langsung ke lokasi mengaku turut prihatin atas musibah yang dialami warga. Iapun bersedia membantu berupa batu bata.

"Kita ikut berbela sungkawa. Untuk bantuan dari pemerintah tentu melalui prosedur, namun atas nama pribadi kita memberikan bantuan kepada keluarga yang tertimpa musibah. Kalau korban membangun rumah kembali, kita akan bantu 5.000 batu bata," katanya.(kom)

Baca Juga:  Suasana Pilkada Damai, Polres Kampar Gelar Bansos dan Donor Darah Dalam Rangka Hari Jadi ke-73 Humas Polri

KUNTU (RIAUPOS.CO) โ€“ Pascabencana puting beliung yang melanda wilayah Kuntu dan sekitarnya, Selasa (23/3) sore, belasan rumah warga di dua desa yang berdekatan turut menjadi korban. Setidaknya di Desa Kuntu terdapat sekitar 13 rumah yang mengalami kerusakan ringan hingga rusak berat.

Menurut Kepala Desa Kuntu Asril didampingi Sekretaris Desa Edi Suharto, meskipun korban bencana puting beliung cukup banyak, namun tidak semua dilaporkan. Pasalnya beberapa rumah langsung diperbaiki warga yang cukup mampu.

"Sedangkan yang dilaporkan hanya berupa rusak ringan namun cukup banyak kerugian, rusak sedang hingga rusak berat. Yang paling parah adalah rumah semi permanen yang dihuni keluarga Alfikri. Karena 98 persen hancur dan banyak perkakas rumah yang juga rusak," ungkap Asril, Rabu (23/3).

Baca Juga:  Cooling System Bersama Jajaran, Kapolsek Kampar Kiri Hilir Tukar Pikiran Bersama Warganya

Dikatakan Asril, bahan bangunan sangat diperlukan oleh warga untuk memperbaiki rumah yang rusak. Mulai dari atap, genteng, kayu, papan dan lainnya. Iapun berharap pihak-pihak terkait bisa membantu apa yang diperlukan para korban.

"Banyak rumah yang rusak terutama bagian atap. Makanya para korban perlu bantuan berupa bahan bangunan, terutama atap dan kayu," jelasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Kampar Habiburrahman SAg MPd yang turun langsung ke lokasi mengaku turut prihatin atas musibah yang dialami warga. Iapun bersedia membantu berupa batu bata.

"Kita ikut berbela sungkawa. Untuk bantuan dari pemerintah tentu melalui prosedur, namun atas nama pribadi kita memberikan bantuan kepada keluarga yang tertimpa musibah. Kalau korban membangun rumah kembali, kita akan bantu 5.000 batu bata," katanya.(kom)

Baca Juga:  Catur: Perlu Dibangun Jalan Penyangga di Pintu Tol Bangkinang-Pekanbaru
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari