Jumat, 29 Agustus 2025
spot_img

Inhu Darurat Bencana Abrasi dan Tanah Longsor

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Abrasi di enam kecamatan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sedikitnya sudah terjadi di 13 titik. Abrasi yang terjadi merusak fasilitas umum dan permukiman warga.

Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Inhu menetapkan status darurat bencana abrasi dan tanah longsor tahun 2025, Senin (14/7). Karena, Sungai Indragiri yang membentang di 10 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Inhu terus diancam abrasi.

Penetapan status itu melalui rapat koordinasi (rakor) penetapan status darurat bencana abrasi dan tanah longsor itu dipimpin Bupati Inhu Ade Agus Hartanto SSos MSi. Rakor juga dihadiri sejumlah anggota forkopimda serta Kepala BWS Sumatera III Pekanbaru Syauqiyatul Afnani Rangkuti ST MT.

Baca Juga:  Jalan Petonggan-Kilan Dibangun Pemerintah

Bupati Inhu Ade Agus Hartanto pada kesempatan itu menyampaikan, kondisi Sungai Indragiri sedang tidak baik-baik saja. ’’Abrasi terus mengancam dan perlu penanganan. Bahkan, kondisi yang terjadi sudah dikoordinasi ke BNPB dan BWS Sumatera III Pekanbaru,’’ ujar Ade Agus Hartanto.

Namun, sambungnya, apa yang dilakukan itu, belum memberikan hasil yang maksimal. Makanya perlu rapat koordinasi dan penetapan status darurat. Sehingga dengan penetapan status darurat tersebut akan dapat mempercepat penanganan.

Kemudian, kepada masyarakat yang berada di sepanjang daerah aliran sungai, diimbau waspada dengan berbagai ancaman bencana abrasi.

‘’Masyarakat yang melintas di daerah terdampak abrasi juga diharapkan waspada,’’ harap Bupati.

Kepala BWS Sumatera III Pekanbaru, Syauqiyatul Afnani Rangkuti ST MT mengatakan, pihaknya membawahi empat sungai yang ada di Provinsi Riau.

Baca Juga:  Menuju Tepian Narosa: Inhu Fokuskan Pembinaan Jalur Sejak Dini

‘’Selain Sungai Indragiri, kami juga membawahi Sungai Siak, Sungai Kampar dan Sungai Rokan,’’ ucapnya.

Untuk saat ini, sambungnya, akan ada penanganan darurat berupa pemasangan bronjong sehingga abrasi terjadi tidak meluas dan tidak mengancam jembatan Trio Amanah yang tak jauh dari lokasi abrasi.

‘’Saat ini sudah ada 1.000 bronjong yang akan ditempatkan di spot-spot yang dapat menjaga aset pemerintah seperti jembatan dan lain,’’ bebernya.(hen)






Reporter: Kasmedi

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Abrasi di enam kecamatan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sedikitnya sudah terjadi di 13 titik. Abrasi yang terjadi merusak fasilitas umum dan permukiman warga.

Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Inhu menetapkan status darurat bencana abrasi dan tanah longsor tahun 2025, Senin (14/7). Karena, Sungai Indragiri yang membentang di 10 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Inhu terus diancam abrasi.

Penetapan status itu melalui rapat koordinasi (rakor) penetapan status darurat bencana abrasi dan tanah longsor itu dipimpin Bupati Inhu Ade Agus Hartanto SSos MSi. Rakor juga dihadiri sejumlah anggota forkopimda serta Kepala BWS Sumatera III Pekanbaru Syauqiyatul Afnani Rangkuti ST MT.

Baca Juga:  Jembatan Sekayan Deras Inhu Tuntas Diperbaiki

Bupati Inhu Ade Agus Hartanto pada kesempatan itu menyampaikan, kondisi Sungai Indragiri sedang tidak baik-baik saja. ’’Abrasi terus mengancam dan perlu penanganan. Bahkan, kondisi yang terjadi sudah dikoordinasi ke BNPB dan BWS Sumatera III Pekanbaru,’’ ujar Ade Agus Hartanto.

Namun, sambungnya, apa yang dilakukan itu, belum memberikan hasil yang maksimal. Makanya perlu rapat koordinasi dan penetapan status darurat. Sehingga dengan penetapan status darurat tersebut akan dapat mempercepat penanganan.

- Advertisement -

Kemudian, kepada masyarakat yang berada di sepanjang daerah aliran sungai, diimbau waspada dengan berbagai ancaman bencana abrasi.

‘’Masyarakat yang melintas di daerah terdampak abrasi juga diharapkan waspada,’’ harap Bupati.

- Advertisement -

Kepala BWS Sumatera III Pekanbaru, Syauqiyatul Afnani Rangkuti ST MT mengatakan, pihaknya membawahi empat sungai yang ada di Provinsi Riau.

Baca Juga:  Ade Kembalikan Formulir, Tim Kasmarni Datangi PKS

‘’Selain Sungai Indragiri, kami juga membawahi Sungai Siak, Sungai Kampar dan Sungai Rokan,’’ ucapnya.

Untuk saat ini, sambungnya, akan ada penanganan darurat berupa pemasangan bronjong sehingga abrasi terjadi tidak meluas dan tidak mengancam jembatan Trio Amanah yang tak jauh dari lokasi abrasi.

‘’Saat ini sudah ada 1.000 bronjong yang akan ditempatkan di spot-spot yang dapat menjaga aset pemerintah seperti jembatan dan lain,’’ bebernya.(hen)






Reporter: Kasmedi
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Abrasi di enam kecamatan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sedikitnya sudah terjadi di 13 titik. Abrasi yang terjadi merusak fasilitas umum dan permukiman warga.

Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Inhu menetapkan status darurat bencana abrasi dan tanah longsor tahun 2025, Senin (14/7). Karena, Sungai Indragiri yang membentang di 10 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Inhu terus diancam abrasi.

Penetapan status itu melalui rapat koordinasi (rakor) penetapan status darurat bencana abrasi dan tanah longsor itu dipimpin Bupati Inhu Ade Agus Hartanto SSos MSi. Rakor juga dihadiri sejumlah anggota forkopimda serta Kepala BWS Sumatera III Pekanbaru Syauqiyatul Afnani Rangkuti ST MT.

Baca Juga:  Warga Bongkar Peralatan Penambangan 

Bupati Inhu Ade Agus Hartanto pada kesempatan itu menyampaikan, kondisi Sungai Indragiri sedang tidak baik-baik saja. ’’Abrasi terus mengancam dan perlu penanganan. Bahkan, kondisi yang terjadi sudah dikoordinasi ke BNPB dan BWS Sumatera III Pekanbaru,’’ ujar Ade Agus Hartanto.

Namun, sambungnya, apa yang dilakukan itu, belum memberikan hasil yang maksimal. Makanya perlu rapat koordinasi dan penetapan status darurat. Sehingga dengan penetapan status darurat tersebut akan dapat mempercepat penanganan.

Kemudian, kepada masyarakat yang berada di sepanjang daerah aliran sungai, diimbau waspada dengan berbagai ancaman bencana abrasi.

‘’Masyarakat yang melintas di daerah terdampak abrasi juga diharapkan waspada,’’ harap Bupati.

Kepala BWS Sumatera III Pekanbaru, Syauqiyatul Afnani Rangkuti ST MT mengatakan, pihaknya membawahi empat sungai yang ada di Provinsi Riau.

Baca Juga:  Usai Hilang Sehari, Kabag Prokopim Inhu Ditemukan dalam Kondisi Lemas

‘’Selain Sungai Indragiri, kami juga membawahi Sungai Siak, Sungai Kampar dan Sungai Rokan,’’ ucapnya.

Untuk saat ini, sambungnya, akan ada penanganan darurat berupa pemasangan bronjong sehingga abrasi terjadi tidak meluas dan tidak mengancam jembatan Trio Amanah yang tak jauh dari lokasi abrasi.

‘’Saat ini sudah ada 1.000 bronjong yang akan ditempatkan di spot-spot yang dapat menjaga aset pemerintah seperti jembatan dan lain,’’ bebernya.(hen)






Reporter: Kasmedi

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari