Sabtu, 5 April 2025
spot_img

TPPS Bengkalis Targetkan Zero Tengkes

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Guna mempercepat penurunan stunting (tengkes), Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), melakukan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis), bertempat di Aula Kantor Kecamatan Pinggir, Selasa (13/8).

Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setdakab Bengkalis Johansyah Syafri menyebutkan, hasil survei kesehatan Indonesia yang telah dirilis oleh pemerintah pusat, prevalensi tengkes di Kabupaten Bengkalis pada 2023 mengalami kenaikan menjadi 17,9 persen dari 2022 yang hanya sebesar 8,4 persen.

“Atas kenaikan angka tersebut tentunya harus menjadi catatan dan evaluasi kita bersama, dengan memperkuat sinergi dan kolaborasi, agar angka prevalensi tengkes ini dapat segera kita tuntaskan, minimal capaian target sebagaimana telah ditetapkan oleh Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, yakni sebesar 14 persen pada 2024 ini harus bisa kita capai,” ujar Johan.

Baca Juga:  JPU KPK Bakal Hadirkan Saksi Anggota DPRD Bengkalis

Johansyah menegaskan, bahwa percepatan penurunan tengkes, selain sebagai salah satu program prioritas nasional, juga menjadi capaian kinerja kepala daerah.

“Artinya, ketika penilaian kinerja kami selaku kepala daerah dalam penanganan tengkes tidak memberikan nilai positif, tentunya akan berdampak pula pada penilaian kinerja kami. Untuk itu, kami minta perhatian kepala perangkat daerah agar benar-benar memperhatikan seluruh program kegiatan yang berkaitan dengan intervensi tengkes ini,” harapnya.

Melalui rapat koordinasi dan evaluasi upaya percepatan penurunan tengkes semester 1 tahun 2024 hari ini, TPPS diminta untuk menyampaikan hasil pengukuran dan intervensi tengkes sampai saat ini guna melihat sejauh mana capaian kinerja yang telah dilakukan, sebagai pertimbangan dalam menyusun upaya-upaya apa yang harus dilakukan sampai akhir 2024.

Baca Juga:  Siswa Diingatkan Bahaya Gadget

“Kami juga ingin melihat data pasti di lapangan atas capaian program intervensi tengkes yang telah dilaksanakan, terutama di kantong-kantong tengkes yang ada. Kami tidak ingin ke depan ada lagi lokus-lokus dan kasus tengkes baru,” ujarnya.

Ia meminta segera dilakukan upaya pencegahan akan lahirnya anak tengkes, setelah itu baru tangani anak tengkesnya. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pihaknya juga minta TPPS terus melakukan pemetaan program dan kegiatan dengan baik.(ksm)

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Guna mempercepat penurunan stunting (tengkes), Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), melakukan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis), bertempat di Aula Kantor Kecamatan Pinggir, Selasa (13/8).

Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setdakab Bengkalis Johansyah Syafri menyebutkan, hasil survei kesehatan Indonesia yang telah dirilis oleh pemerintah pusat, prevalensi tengkes di Kabupaten Bengkalis pada 2023 mengalami kenaikan menjadi 17,9 persen dari 2022 yang hanya sebesar 8,4 persen.

“Atas kenaikan angka tersebut tentunya harus menjadi catatan dan evaluasi kita bersama, dengan memperkuat sinergi dan kolaborasi, agar angka prevalensi tengkes ini dapat segera kita tuntaskan, minimal capaian target sebagaimana telah ditetapkan oleh Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, yakni sebesar 14 persen pada 2024 ini harus bisa kita capai,” ujar Johan.

Baca Juga:  Siswa Diingatkan Bahaya Gadget

Johansyah menegaskan, bahwa percepatan penurunan tengkes, selain sebagai salah satu program prioritas nasional, juga menjadi capaian kinerja kepala daerah.

“Artinya, ketika penilaian kinerja kami selaku kepala daerah dalam penanganan tengkes tidak memberikan nilai positif, tentunya akan berdampak pula pada penilaian kinerja kami. Untuk itu, kami minta perhatian kepala perangkat daerah agar benar-benar memperhatikan seluruh program kegiatan yang berkaitan dengan intervensi tengkes ini,” harapnya.

Melalui rapat koordinasi dan evaluasi upaya percepatan penurunan tengkes semester 1 tahun 2024 hari ini, TPPS diminta untuk menyampaikan hasil pengukuran dan intervensi tengkes sampai saat ini guna melihat sejauh mana capaian kinerja yang telah dilakukan, sebagai pertimbangan dalam menyusun upaya-upaya apa yang harus dilakukan sampai akhir 2024.

Baca Juga:  PTPN IV PalmCo Bantu Pengentasan Stunting 1.344 Anak Indonesia

“Kami juga ingin melihat data pasti di lapangan atas capaian program intervensi tengkes yang telah dilaksanakan, terutama di kantong-kantong tengkes yang ada. Kami tidak ingin ke depan ada lagi lokus-lokus dan kasus tengkes baru,” ujarnya.

Ia meminta segera dilakukan upaya pencegahan akan lahirnya anak tengkes, setelah itu baru tangani anak tengkesnya. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pihaknya juga minta TPPS terus melakukan pemetaan program dan kegiatan dengan baik.(ksm)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

TPPS Bengkalis Targetkan Zero Tengkes

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Guna mempercepat penurunan stunting (tengkes), Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), melakukan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis), bertempat di Aula Kantor Kecamatan Pinggir, Selasa (13/8).

Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setdakab Bengkalis Johansyah Syafri menyebutkan, hasil survei kesehatan Indonesia yang telah dirilis oleh pemerintah pusat, prevalensi tengkes di Kabupaten Bengkalis pada 2023 mengalami kenaikan menjadi 17,9 persen dari 2022 yang hanya sebesar 8,4 persen.

“Atas kenaikan angka tersebut tentunya harus menjadi catatan dan evaluasi kita bersama, dengan memperkuat sinergi dan kolaborasi, agar angka prevalensi tengkes ini dapat segera kita tuntaskan, minimal capaian target sebagaimana telah ditetapkan oleh Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, yakni sebesar 14 persen pada 2024 ini harus bisa kita capai,” ujar Johan.

Baca Juga:  Pemprov Buat DED Jembatan Bengkalis-Sungai Pakning 

Johansyah menegaskan, bahwa percepatan penurunan tengkes, selain sebagai salah satu program prioritas nasional, juga menjadi capaian kinerja kepala daerah.

“Artinya, ketika penilaian kinerja kami selaku kepala daerah dalam penanganan tengkes tidak memberikan nilai positif, tentunya akan berdampak pula pada penilaian kinerja kami. Untuk itu, kami minta perhatian kepala perangkat daerah agar benar-benar memperhatikan seluruh program kegiatan yang berkaitan dengan intervensi tengkes ini,” harapnya.

Melalui rapat koordinasi dan evaluasi upaya percepatan penurunan tengkes semester 1 tahun 2024 hari ini, TPPS diminta untuk menyampaikan hasil pengukuran dan intervensi tengkes sampai saat ini guna melihat sejauh mana capaian kinerja yang telah dilakukan, sebagai pertimbangan dalam menyusun upaya-upaya apa yang harus dilakukan sampai akhir 2024.

Baca Juga:  Tiga Kabupaten Dukung Kepulauan Meranti Agar Terima Tambahan DBH

“Kami juga ingin melihat data pasti di lapangan atas capaian program intervensi tengkes yang telah dilaksanakan, terutama di kantong-kantong tengkes yang ada. Kami tidak ingin ke depan ada lagi lokus-lokus dan kasus tengkes baru,” ujarnya.

Ia meminta segera dilakukan upaya pencegahan akan lahirnya anak tengkes, setelah itu baru tangani anak tengkesnya. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pihaknya juga minta TPPS terus melakukan pemetaan program dan kegiatan dengan baik.(ksm)

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Guna mempercepat penurunan stunting (tengkes), Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), melakukan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis), bertempat di Aula Kantor Kecamatan Pinggir, Selasa (13/8).

Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setdakab Bengkalis Johansyah Syafri menyebutkan, hasil survei kesehatan Indonesia yang telah dirilis oleh pemerintah pusat, prevalensi tengkes di Kabupaten Bengkalis pada 2023 mengalami kenaikan menjadi 17,9 persen dari 2022 yang hanya sebesar 8,4 persen.

“Atas kenaikan angka tersebut tentunya harus menjadi catatan dan evaluasi kita bersama, dengan memperkuat sinergi dan kolaborasi, agar angka prevalensi tengkes ini dapat segera kita tuntaskan, minimal capaian target sebagaimana telah ditetapkan oleh Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, yakni sebesar 14 persen pada 2024 ini harus bisa kita capai,” ujar Johan.

Baca Juga:  Ini Daftar Lengkap Pemenang MTQ Kelurahan Kota Bengkalis

Johansyah menegaskan, bahwa percepatan penurunan tengkes, selain sebagai salah satu program prioritas nasional, juga menjadi capaian kinerja kepala daerah.

“Artinya, ketika penilaian kinerja kami selaku kepala daerah dalam penanganan tengkes tidak memberikan nilai positif, tentunya akan berdampak pula pada penilaian kinerja kami. Untuk itu, kami minta perhatian kepala perangkat daerah agar benar-benar memperhatikan seluruh program kegiatan yang berkaitan dengan intervensi tengkes ini,” harapnya.

Melalui rapat koordinasi dan evaluasi upaya percepatan penurunan tengkes semester 1 tahun 2024 hari ini, TPPS diminta untuk menyampaikan hasil pengukuran dan intervensi tengkes sampai saat ini guna melihat sejauh mana capaian kinerja yang telah dilakukan, sebagai pertimbangan dalam menyusun upaya-upaya apa yang harus dilakukan sampai akhir 2024.

Baca Juga:  626 WP Sarang Walet Masuk PAD Bengkalis

“Kami juga ingin melihat data pasti di lapangan atas capaian program intervensi tengkes yang telah dilaksanakan, terutama di kantong-kantong tengkes yang ada. Kami tidak ingin ke depan ada lagi lokus-lokus dan kasus tengkes baru,” ujarnya.

Ia meminta segera dilakukan upaya pencegahan akan lahirnya anak tengkes, setelah itu baru tangani anak tengkesnya. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pihaknya juga minta TPPS terus melakukan pemetaan program dan kegiatan dengan baik.(ksm)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari