Sabtu, 10 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Konflik Manusia dan Harimau Sumatera di Bengkalis, Ini Kata BBKSDA Riau

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)-  Kamis, (4/6) pagi telah terjadi konflik satwa antara harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) dengan seorang warga bernama  Sofian (50) yang sedang menyadap karet di Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis.

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono menjelaskan, menurut kronologi yang disampaikan oleh Kepala Desa Sepahat,  Azlan,  konflik terjadi pada Kamis (4/6/2020) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu korban yang bernama Sofian (50) sedang menyadap karet. 

"Korban mengalami luka cakaran dibagian lutut sampai kebawah, hal ini terjadi saat korban berusaha menyelamatkan diri dan menaiki pohon, tetapi harimau sumatera tersebut berhasil menggapainya dan melukai kakinya. Korban berteriak sehingga  warga datang dan akhirnya harimau tersebut menjauh," ujarnya. 

Baca Juga:  Ada Pleno Khusus di Internal, LAMR Bengkalis Keluarkan 7 Pernyataan

Ditambahkannya, atas kejadian tersebut BBKSDA Riau minta kepada warga/ masyarakat sekitar lokasi untuk sementara mengurangi aktifitas dilokasi terjadinya konflik, dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan satwa, serta tidak melaÄ·ukan tindakan anarkis terhadap satwa tersebut. 

"Korban segera dilarikan ke Puskesmas setempat dan kemudian dirujuk ke RS di Dumai," tambahnya. 

Laporan: Dofi Iskandar (Pekanbaru)

Editor: Eka G Putra

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)-  Kamis, (4/6) pagi telah terjadi konflik satwa antara harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) dengan seorang warga bernama  Sofian (50) yang sedang menyadap karet di Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis.

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono menjelaskan, menurut kronologi yang disampaikan oleh Kepala Desa Sepahat,  Azlan,  konflik terjadi pada Kamis (4/6/2020) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu korban yang bernama Sofian (50) sedang menyadap karet. 

"Korban mengalami luka cakaran dibagian lutut sampai kebawah, hal ini terjadi saat korban berusaha menyelamatkan diri dan menaiki pohon, tetapi harimau sumatera tersebut berhasil menggapainya dan melukai kakinya. Korban berteriak sehingga  warga datang dan akhirnya harimau tersebut menjauh," ujarnya. 

Baca Juga:  82 CPNS Bengkalis Terima SK Pengangkatan

Ditambahkannya, atas kejadian tersebut BBKSDA Riau minta kepada warga/ masyarakat sekitar lokasi untuk sementara mengurangi aktifitas dilokasi terjadinya konflik, dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan satwa, serta tidak melaÄ·ukan tindakan anarkis terhadap satwa tersebut. 

"Korban segera dilarikan ke Puskesmas setempat dan kemudian dirujuk ke RS di Dumai," tambahnya. 

- Advertisement -

Laporan: Dofi Iskandar (Pekanbaru)

Editor: Eka G Putra

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)-  Kamis, (4/6) pagi telah terjadi konflik satwa antara harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) dengan seorang warga bernama  Sofian (50) yang sedang menyadap karet di Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis.

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono menjelaskan, menurut kronologi yang disampaikan oleh Kepala Desa Sepahat,  Azlan,  konflik terjadi pada Kamis (4/6/2020) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu korban yang bernama Sofian (50) sedang menyadap karet. 

"Korban mengalami luka cakaran dibagian lutut sampai kebawah, hal ini terjadi saat korban berusaha menyelamatkan diri dan menaiki pohon, tetapi harimau sumatera tersebut berhasil menggapainya dan melukai kakinya. Korban berteriak sehingga  warga datang dan akhirnya harimau tersebut menjauh," ujarnya. 

Baca Juga:  Razia Balap Liar, Polsek Mandau Amankan Puluhan Motor

Ditambahkannya, atas kejadian tersebut BBKSDA Riau minta kepada warga/ masyarakat sekitar lokasi untuk sementara mengurangi aktifitas dilokasi terjadinya konflik, dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan satwa, serta tidak melaÄ·ukan tindakan anarkis terhadap satwa tersebut. 

"Korban segera dilarikan ke Puskesmas setempat dan kemudian dirujuk ke RS di Dumai," tambahnya. 

Laporan: Dofi Iskandar (Pekanbaru)

Editor: Eka G Putra

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari