Minggu, 6 April 2025
spot_img

Masa Peralihan Musim, Masyarakat Diminta Waspada

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Masyarakat yang tinggal di Provinsi Riau diimbau lebih waspada. Pasalnya saat ini Riau berada pada masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Akibatnya, sebagian besar wilayah Riau diprediksi turun hujan. Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Pekanbaru Yudhistira mengatakan, pihaknya memprediksi hingga tiga hari ke depan Riau masih berpotensi terjadi hujan. Mulai dari intensitas ringan hingga sedang.

"Kalau untuk hujan dengan intensitas sedang hingga deras berpotensi terjadi di wilayah Riau bagian utara dan barat," ujar Yudhistira.

Dikatakan Yudhistira, wilayah yang diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga deras seperti Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis.

"Termasuk juga Kepulauan Meranti dan Kabupaten Pelalawan," sebutnya.

Baca Juga:  Pemudik Disuruh Putar Balik

Saat ditanyakan terkait adanya kabut yang sempat menyelimuti beberapa daerah di Riau, terutama pada pagi dan siang hari dalam beberapa hari terakhir ini, Yudhistira menyebut, memang di Riau beberapa hari terakhir hot spot (titik panas) terbilang cukup minim. Pihaknya menduga kabut asap tersebut merupakan kiriman dari provinsi tetangga.

"Kabut asap yang terlihat itu, kemungkinan kabut asap dari Riau sendiri dan juga kiriman dari provinsi tetangga seperti Jambi dan Sumatera Selatan. Karena arah angin juga masih dari timur ke tenggara," jelasnya.

Potensi kabut asap dari Riau sendiri, menurutnya mungkin juga terjadi. Karena beberapa wilayah di Riau seperti di Kabupaten Siak, Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu juga masih terpantau hot spot. Dengan rincian, pada Jumat (18/10) ada lima hot spot. Yakni Indragiri Hilir 2 titik, Indragiri Hulu 2 titik dan Siak 1 titik.

Baca Juga:  Menyimak Adat dan Sanksinya

"Ditambah lagi Riau berada di garis khatulistiwa. Akibatnya terjadi belokan angin di atas Riau. Jika ada kiriman asap dari provinsi tetangga, maka asapnya akan tertumpuk di Riau karena mengalami perlambatan akibat daerah belokan angin tersebut," katanya.

Sementara itu, untuk informasi tinggi gelombang untuk perairan di Riau pada umumnya berkisar antara 0,5-1,25 meter. Sedangkan untuk suhu udara, antara 22.0-32.0°C, kelembapan udara 55-98 persen.

"Kalau untuk tinggi gelombang di Riau masih tergolong normal," sebutnya.(sol)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Masyarakat yang tinggal di Provinsi Riau diimbau lebih waspada. Pasalnya saat ini Riau berada pada masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Akibatnya, sebagian besar wilayah Riau diprediksi turun hujan. Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Pekanbaru Yudhistira mengatakan, pihaknya memprediksi hingga tiga hari ke depan Riau masih berpotensi terjadi hujan. Mulai dari intensitas ringan hingga sedang.

"Kalau untuk hujan dengan intensitas sedang hingga deras berpotensi terjadi di wilayah Riau bagian utara dan barat," ujar Yudhistira.

Dikatakan Yudhistira, wilayah yang diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga deras seperti Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis.

"Termasuk juga Kepulauan Meranti dan Kabupaten Pelalawan," sebutnya.

Baca Juga:  Ditreskrimsus Klaim Telah Kirimkan SPDP

Saat ditanyakan terkait adanya kabut yang sempat menyelimuti beberapa daerah di Riau, terutama pada pagi dan siang hari dalam beberapa hari terakhir ini, Yudhistira menyebut, memang di Riau beberapa hari terakhir hot spot (titik panas) terbilang cukup minim. Pihaknya menduga kabut asap tersebut merupakan kiriman dari provinsi tetangga.

"Kabut asap yang terlihat itu, kemungkinan kabut asap dari Riau sendiri dan juga kiriman dari provinsi tetangga seperti Jambi dan Sumatera Selatan. Karena arah angin juga masih dari timur ke tenggara," jelasnya.

Potensi kabut asap dari Riau sendiri, menurutnya mungkin juga terjadi. Karena beberapa wilayah di Riau seperti di Kabupaten Siak, Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu juga masih terpantau hot spot. Dengan rincian, pada Jumat (18/10) ada lima hot spot. Yakni Indragiri Hilir 2 titik, Indragiri Hulu 2 titik dan Siak 1 titik.

Baca Juga:  Aready dan Emri Juliharnis Berebut Posisi Ketua Kagama Riau

"Ditambah lagi Riau berada di garis khatulistiwa. Akibatnya terjadi belokan angin di atas Riau. Jika ada kiriman asap dari provinsi tetangga, maka asapnya akan tertumpuk di Riau karena mengalami perlambatan akibat daerah belokan angin tersebut," katanya.

Sementara itu, untuk informasi tinggi gelombang untuk perairan di Riau pada umumnya berkisar antara 0,5-1,25 meter. Sedangkan untuk suhu udara, antara 22.0-32.0°C, kelembapan udara 55-98 persen.

"Kalau untuk tinggi gelombang di Riau masih tergolong normal," sebutnya.(sol)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Masa Peralihan Musim, Masyarakat Diminta Waspada

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Masyarakat yang tinggal di Provinsi Riau diimbau lebih waspada. Pasalnya saat ini Riau berada pada masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Akibatnya, sebagian besar wilayah Riau diprediksi turun hujan. Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Pekanbaru Yudhistira mengatakan, pihaknya memprediksi hingga tiga hari ke depan Riau masih berpotensi terjadi hujan. Mulai dari intensitas ringan hingga sedang.

"Kalau untuk hujan dengan intensitas sedang hingga deras berpotensi terjadi di wilayah Riau bagian utara dan barat," ujar Yudhistira.

Dikatakan Yudhistira, wilayah yang diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga deras seperti Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis.

"Termasuk juga Kepulauan Meranti dan Kabupaten Pelalawan," sebutnya.

Baca Juga:  Positif Corona Tetap Satu, Suspect Sudah 29 di Riau

Saat ditanyakan terkait adanya kabut yang sempat menyelimuti beberapa daerah di Riau, terutama pada pagi dan siang hari dalam beberapa hari terakhir ini, Yudhistira menyebut, memang di Riau beberapa hari terakhir hot spot (titik panas) terbilang cukup minim. Pihaknya menduga kabut asap tersebut merupakan kiriman dari provinsi tetangga.

"Kabut asap yang terlihat itu, kemungkinan kabut asap dari Riau sendiri dan juga kiriman dari provinsi tetangga seperti Jambi dan Sumatera Selatan. Karena arah angin juga masih dari timur ke tenggara," jelasnya.

Potensi kabut asap dari Riau sendiri, menurutnya mungkin juga terjadi. Karena beberapa wilayah di Riau seperti di Kabupaten Siak, Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu juga masih terpantau hot spot. Dengan rincian, pada Jumat (18/10) ada lima hot spot. Yakni Indragiri Hilir 2 titik, Indragiri Hulu 2 titik dan Siak 1 titik.

Baca Juga:  Pansus: Perda SOTK yang Efektif dan Efesien

"Ditambah lagi Riau berada di garis khatulistiwa. Akibatnya terjadi belokan angin di atas Riau. Jika ada kiriman asap dari provinsi tetangga, maka asapnya akan tertumpuk di Riau karena mengalami perlambatan akibat daerah belokan angin tersebut," katanya.

Sementara itu, untuk informasi tinggi gelombang untuk perairan di Riau pada umumnya berkisar antara 0,5-1,25 meter. Sedangkan untuk suhu udara, antara 22.0-32.0°C, kelembapan udara 55-98 persen.

"Kalau untuk tinggi gelombang di Riau masih tergolong normal," sebutnya.(sol)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Masyarakat yang tinggal di Provinsi Riau diimbau lebih waspada. Pasalnya saat ini Riau berada pada masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Akibatnya, sebagian besar wilayah Riau diprediksi turun hujan. Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Pekanbaru Yudhistira mengatakan, pihaknya memprediksi hingga tiga hari ke depan Riau masih berpotensi terjadi hujan. Mulai dari intensitas ringan hingga sedang.

"Kalau untuk hujan dengan intensitas sedang hingga deras berpotensi terjadi di wilayah Riau bagian utara dan barat," ujar Yudhistira.

Dikatakan Yudhistira, wilayah yang diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga deras seperti Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis.

"Termasuk juga Kepulauan Meranti dan Kabupaten Pelalawan," sebutnya.

Baca Juga:  Kabaharkam: Ini Semua untuk Masyarakat

Saat ditanyakan terkait adanya kabut yang sempat menyelimuti beberapa daerah di Riau, terutama pada pagi dan siang hari dalam beberapa hari terakhir ini, Yudhistira menyebut, memang di Riau beberapa hari terakhir hot spot (titik panas) terbilang cukup minim. Pihaknya menduga kabut asap tersebut merupakan kiriman dari provinsi tetangga.

"Kabut asap yang terlihat itu, kemungkinan kabut asap dari Riau sendiri dan juga kiriman dari provinsi tetangga seperti Jambi dan Sumatera Selatan. Karena arah angin juga masih dari timur ke tenggara," jelasnya.

Potensi kabut asap dari Riau sendiri, menurutnya mungkin juga terjadi. Karena beberapa wilayah di Riau seperti di Kabupaten Siak, Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu juga masih terpantau hot spot. Dengan rincian, pada Jumat (18/10) ada lima hot spot. Yakni Indragiri Hilir 2 titik, Indragiri Hulu 2 titik dan Siak 1 titik.

Baca Juga:  Pansus: Perda SOTK yang Efektif dan Efesien

"Ditambah lagi Riau berada di garis khatulistiwa. Akibatnya terjadi belokan angin di atas Riau. Jika ada kiriman asap dari provinsi tetangga, maka asapnya akan tertumpuk di Riau karena mengalami perlambatan akibat daerah belokan angin tersebut," katanya.

Sementara itu, untuk informasi tinggi gelombang untuk perairan di Riau pada umumnya berkisar antara 0,5-1,25 meter. Sedangkan untuk suhu udara, antara 22.0-32.0°C, kelembapan udara 55-98 persen.

"Kalau untuk tinggi gelombang di Riau masih tergolong normal," sebutnya.(sol)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari