Senin, 7 April 2025
spot_img

Data ISPU Berbeda

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Dalam pada itu Kepala Laboratorium Udara Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru, Syahrial menyebut angka ISPU, kemarin (12/8) tercatat masih dikategorikan sedang dengan angka 65. Data itu setiap pukul 15.00 WIB diperbaharui lagi. Syahrial mengatakan terdapat dua data display milik Pemko Pekanbaru. Yakni di Jalan Jendral Sudirman, di depan Mal Pelayanan Publik dan Jalan Tuanku Tambusai.

"Kalau yang di Jalan HR Soebrantas itu milik KLHK. Bukan milik Pemko," ungkap Syahrial kepada Riau Pos.

Data display ISPU yang dimiliki KLHK, kata Syahrial, menggunakan sistem yang berbeda dengan pihaknya. Akibatnya, menimbulkan persoalan.

"Orang bertanya ke saya, sementara saya tidak bisa jawab. Karena itu yang kelola mereka," ujarnya.

Baca Juga:  Pemkab Halalbihalal dengan IKMR

Hasil pemantauan Riau Pos, ISPU Yang berada di Jalan HR Soebrantas itu menunjukan O3 (ozon) berada di level tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Sementara, dua display lainnya tidak menunjukkan hal itu. "Untuk menyatukan data itu ada instrumen harus diubah. Ini susah untuk orang IT menyatukannya. Perlu biaya, siapa yang mau menanganinya," jawabnya.

Untuk masalah karhutla, ujar Syahrial, seharusnya yang tinggi itu parameternya PM10 untuk partikel debu.

"Kalau lagi asap gini, tinggi ozonnya aneh juga," sambungnya.

Dijelaskan Syahrial, untuk pencemaran udara (PM10) itu biasanya dipengaruhi karhutla. Sementara SO2 (sulfur dioksida) dihasilkan dari pembakaran diesel, pembangkit tenaga listrik, emisi dan lainnya.  "Untuk parameter CO (karbondioksida), NO2 (nitrogen dioksida), SO2 dan O3 itu gas l. PM10 itu pencemaran udara seperti debu dan karhutla," jelasnya.(ayi/*1/wir/fat)

Baca Juga:  DPRD : Anggaran Rp1,2 Miliar Pemprov Hanya Dirikan Posko di Pekanbaru

Editor: Arif Oktafian

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Dalam pada itu Kepala Laboratorium Udara Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru, Syahrial menyebut angka ISPU, kemarin (12/8) tercatat masih dikategorikan sedang dengan angka 65. Data itu setiap pukul 15.00 WIB diperbaharui lagi. Syahrial mengatakan terdapat dua data display milik Pemko Pekanbaru. Yakni di Jalan Jendral Sudirman, di depan Mal Pelayanan Publik dan Jalan Tuanku Tambusai.

"Kalau yang di Jalan HR Soebrantas itu milik KLHK. Bukan milik Pemko," ungkap Syahrial kepada Riau Pos.

Data display ISPU yang dimiliki KLHK, kata Syahrial, menggunakan sistem yang berbeda dengan pihaknya. Akibatnya, menimbulkan persoalan.

"Orang bertanya ke saya, sementara saya tidak bisa jawab. Karena itu yang kelola mereka," ujarnya.

Baca Juga:  Jalin Silaturahmi, PT BSP Halalbihalal Bersama Stakeholder

Hasil pemantauan Riau Pos, ISPU Yang berada di Jalan HR Soebrantas itu menunjukan O3 (ozon) berada di level tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Sementara, dua display lainnya tidak menunjukkan hal itu. "Untuk menyatukan data itu ada instrumen harus diubah. Ini susah untuk orang IT menyatukannya. Perlu biaya, siapa yang mau menanganinya," jawabnya.

Untuk masalah karhutla, ujar Syahrial, seharusnya yang tinggi itu parameternya PM10 untuk partikel debu.

"Kalau lagi asap gini, tinggi ozonnya aneh juga," sambungnya.

Dijelaskan Syahrial, untuk pencemaran udara (PM10) itu biasanya dipengaruhi karhutla. Sementara SO2 (sulfur dioksida) dihasilkan dari pembakaran diesel, pembangkit tenaga listrik, emisi dan lainnya.  "Untuk parameter CO (karbondioksida), NO2 (nitrogen dioksida), SO2 dan O3 itu gas l. PM10 itu pencemaran udara seperti debu dan karhutla," jelasnya.(ayi/*1/wir/fat)

Baca Juga:  Kasus Positif Baru di Riau Bertambah Tiga Orang

Editor: Arif Oktafian

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Data ISPU Berbeda

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Dalam pada itu Kepala Laboratorium Udara Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru, Syahrial menyebut angka ISPU, kemarin (12/8) tercatat masih dikategorikan sedang dengan angka 65. Data itu setiap pukul 15.00 WIB diperbaharui lagi. Syahrial mengatakan terdapat dua data display milik Pemko Pekanbaru. Yakni di Jalan Jendral Sudirman, di depan Mal Pelayanan Publik dan Jalan Tuanku Tambusai.

"Kalau yang di Jalan HR Soebrantas itu milik KLHK. Bukan milik Pemko," ungkap Syahrial kepada Riau Pos.

Data display ISPU yang dimiliki KLHK, kata Syahrial, menggunakan sistem yang berbeda dengan pihaknya. Akibatnya, menimbulkan persoalan.

"Orang bertanya ke saya, sementara saya tidak bisa jawab. Karena itu yang kelola mereka," ujarnya.

Baca Juga:  Kasatpol PP Akui Telah Lama Dengar Aktifitas Prostitusi GM Hotel

Hasil pemantauan Riau Pos, ISPU Yang berada di Jalan HR Soebrantas itu menunjukan O3 (ozon) berada di level tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Sementara, dua display lainnya tidak menunjukkan hal itu. "Untuk menyatukan data itu ada instrumen harus diubah. Ini susah untuk orang IT menyatukannya. Perlu biaya, siapa yang mau menanganinya," jawabnya.

Untuk masalah karhutla, ujar Syahrial, seharusnya yang tinggi itu parameternya PM10 untuk partikel debu.

"Kalau lagi asap gini, tinggi ozonnya aneh juga," sambungnya.

Dijelaskan Syahrial, untuk pencemaran udara (PM10) itu biasanya dipengaruhi karhutla. Sementara SO2 (sulfur dioksida) dihasilkan dari pembakaran diesel, pembangkit tenaga listrik, emisi dan lainnya.  "Untuk parameter CO (karbondioksida), NO2 (nitrogen dioksida), SO2 dan O3 itu gas l. PM10 itu pencemaran udara seperti debu dan karhutla," jelasnya.(ayi/*1/wir/fat)

Baca Juga:  Nihil Kasus Baru, Riau Masih Positif 36 Kasus 

Editor: Arif Oktafian

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Dalam pada itu Kepala Laboratorium Udara Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru, Syahrial menyebut angka ISPU, kemarin (12/8) tercatat masih dikategorikan sedang dengan angka 65. Data itu setiap pukul 15.00 WIB diperbaharui lagi. Syahrial mengatakan terdapat dua data display milik Pemko Pekanbaru. Yakni di Jalan Jendral Sudirman, di depan Mal Pelayanan Publik dan Jalan Tuanku Tambusai.

"Kalau yang di Jalan HR Soebrantas itu milik KLHK. Bukan milik Pemko," ungkap Syahrial kepada Riau Pos.

Data display ISPU yang dimiliki KLHK, kata Syahrial, menggunakan sistem yang berbeda dengan pihaknya. Akibatnya, menimbulkan persoalan.

"Orang bertanya ke saya, sementara saya tidak bisa jawab. Karena itu yang kelola mereka," ujarnya.

Baca Juga:  Kasus Positif Baru di Riau Bertambah Tiga Orang

Hasil pemantauan Riau Pos, ISPU Yang berada di Jalan HR Soebrantas itu menunjukan O3 (ozon) berada di level tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Sementara, dua display lainnya tidak menunjukkan hal itu. "Untuk menyatukan data itu ada instrumen harus diubah. Ini susah untuk orang IT menyatukannya. Perlu biaya, siapa yang mau menanganinya," jawabnya.

Untuk masalah karhutla, ujar Syahrial, seharusnya yang tinggi itu parameternya PM10 untuk partikel debu.

"Kalau lagi asap gini, tinggi ozonnya aneh juga," sambungnya.

Dijelaskan Syahrial, untuk pencemaran udara (PM10) itu biasanya dipengaruhi karhutla. Sementara SO2 (sulfur dioksida) dihasilkan dari pembakaran diesel, pembangkit tenaga listrik, emisi dan lainnya.  "Untuk parameter CO (karbondioksida), NO2 (nitrogen dioksida), SO2 dan O3 itu gas l. PM10 itu pencemaran udara seperti debu dan karhutla," jelasnya.(ayi/*1/wir/fat)

Baca Juga:  DPRD : Anggaran Rp1,2 Miliar Pemprov Hanya Dirikan Posko di Pekanbaru

Editor: Arif Oktafian

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari