Jumat, 13 Februari 2026
- Advertisement -

JCH Kehilangan Uang sampai Rp20 Juta

MAKKAH (RIAUPOS.CO) — Jamaah calon haji (JCH) tidak perlu membawa uang dalam jumlah besar maupun perhiasan yang mencolok saat melakukan ibadah. Baik itu ibadah di Masjid Nabawi maupun di Masjidilharam. Uang dalam jumlah besar sebaiknya tetap ditinggal di kamar hotel, supaya terhindar dari praktik penipuan atau tindakan kriminal lainnya.

Kepala Sektor Khusus (Kaseksus) Masjid Nabawi Kusnul Hadi menuturkan telah terjadi dua laporan kehilangan uang tunai.

’’Yang besar ada dua orang. Kerugian Rp20 juta dan Rp18 juta,’’ katanya, kemarin (11/7).

Kusnul merinci kasus dengan kerugian Rp20 juta terjadi 8 Juli lalu. Sedangkan kasus yang Rp18 juta terjadi pada 9 Juli. Kasus tersebut sudah dilaporkan ke petugas kepolisian setempat. Kusnul menegaskan jamaah tidak perlu membawa uang dalam jumlah besar saat menjalankan ibadah di Masjid Nabawi maupun Masjidilharam. Sebab ada orang yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan kelemahan JCH asal Indonesia.

Baca Juga:  Sepekan, Tiga Warga Riau Meninggal Akibat Covid-19

Dia menjelaskan sejumlah modus yang kerap dilakukan penipu di Masjid Nabawi. Di antaranya adalah mengaku sebagai petugas haji Indonesia.

’’Kebanyakan (yang mengaku petugas haji, red) orang Indonesia. Kalau tidak, yang menyamar-nyamar itu cewek bercadar,’’ jelasnya.

Kusnul menuturkan petugas cukup kesulitan untuk mendeteksi dengan pasti orang-orang yang berniat menipu, mencopet, atau berbuat jahat kepada JCH Indonesia. Orang-orang yang kerap menjadi bidikan biasanya JCH yang terlihat sendirian.

’’Orang sepuh dan kebingungan. Atau yang ditinggal rombongan kemudian disuruh menunggu sebentar,’’ katanya.

Sudah 6 Kloter JCH Riau Tiba di Madinah

Sudah enam kloter JCH Riau tiba di Madinah. Lebih dari 2.500 JCH telah diberangkatkan ke Tanah Suci tersebut sampai kemarin (11/7). Sebagian jamaah yang tiba di Madinah melaksanakan ziara ke Raudhah. Sementara jamaah lainnya lebih banyak melaksanakan salat arbain di Masjid Nabawi.(*/jpg/ilo)

Baca Juga:  Proses Pencairan di BPKAD Mengacu ke Permendagri

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos
Editor: Rindra Yasin

MAKKAH (RIAUPOS.CO) — Jamaah calon haji (JCH) tidak perlu membawa uang dalam jumlah besar maupun perhiasan yang mencolok saat melakukan ibadah. Baik itu ibadah di Masjid Nabawi maupun di Masjidilharam. Uang dalam jumlah besar sebaiknya tetap ditinggal di kamar hotel, supaya terhindar dari praktik penipuan atau tindakan kriminal lainnya.

Kepala Sektor Khusus (Kaseksus) Masjid Nabawi Kusnul Hadi menuturkan telah terjadi dua laporan kehilangan uang tunai.

’’Yang besar ada dua orang. Kerugian Rp20 juta dan Rp18 juta,’’ katanya, kemarin (11/7).

Kusnul merinci kasus dengan kerugian Rp20 juta terjadi 8 Juli lalu. Sedangkan kasus yang Rp18 juta terjadi pada 9 Juli. Kasus tersebut sudah dilaporkan ke petugas kepolisian setempat. Kusnul menegaskan jamaah tidak perlu membawa uang dalam jumlah besar saat menjalankan ibadah di Masjid Nabawi maupun Masjidilharam. Sebab ada orang yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan kelemahan JCH asal Indonesia.

Baca Juga:  Beberapa Kabupaten Masih Terbakar

Dia menjelaskan sejumlah modus yang kerap dilakukan penipu di Masjid Nabawi. Di antaranya adalah mengaku sebagai petugas haji Indonesia.

- Advertisement -

’’Kebanyakan (yang mengaku petugas haji, red) orang Indonesia. Kalau tidak, yang menyamar-nyamar itu cewek bercadar,’’ jelasnya.

Kusnul menuturkan petugas cukup kesulitan untuk mendeteksi dengan pasti orang-orang yang berniat menipu, mencopet, atau berbuat jahat kepada JCH Indonesia. Orang-orang yang kerap menjadi bidikan biasanya JCH yang terlihat sendirian.

- Advertisement -

’’Orang sepuh dan kebingungan. Atau yang ditinggal rombongan kemudian disuruh menunggu sebentar,’’ katanya.

Sudah 6 Kloter JCH Riau Tiba di Madinah

Sudah enam kloter JCH Riau tiba di Madinah. Lebih dari 2.500 JCH telah diberangkatkan ke Tanah Suci tersebut sampai kemarin (11/7). Sebagian jamaah yang tiba di Madinah melaksanakan ziara ke Raudhah. Sementara jamaah lainnya lebih banyak melaksanakan salat arbain di Masjid Nabawi.(*/jpg/ilo)

Baca Juga:  Proses Pencairan di BPKAD Mengacu ke Permendagri

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos
Editor: Rindra Yasin

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

MAKKAH (RIAUPOS.CO) — Jamaah calon haji (JCH) tidak perlu membawa uang dalam jumlah besar maupun perhiasan yang mencolok saat melakukan ibadah. Baik itu ibadah di Masjid Nabawi maupun di Masjidilharam. Uang dalam jumlah besar sebaiknya tetap ditinggal di kamar hotel, supaya terhindar dari praktik penipuan atau tindakan kriminal lainnya.

Kepala Sektor Khusus (Kaseksus) Masjid Nabawi Kusnul Hadi menuturkan telah terjadi dua laporan kehilangan uang tunai.

’’Yang besar ada dua orang. Kerugian Rp20 juta dan Rp18 juta,’’ katanya, kemarin (11/7).

Kusnul merinci kasus dengan kerugian Rp20 juta terjadi 8 Juli lalu. Sedangkan kasus yang Rp18 juta terjadi pada 9 Juli. Kasus tersebut sudah dilaporkan ke petugas kepolisian setempat. Kusnul menegaskan jamaah tidak perlu membawa uang dalam jumlah besar saat menjalankan ibadah di Masjid Nabawi maupun Masjidilharam. Sebab ada orang yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan kelemahan JCH asal Indonesia.

Baca Juga:  Korban Tabrakan Beruntun di Jalan Lintas Rengat Jadi Tiga Orang

Dia menjelaskan sejumlah modus yang kerap dilakukan penipu di Masjid Nabawi. Di antaranya adalah mengaku sebagai petugas haji Indonesia.

’’Kebanyakan (yang mengaku petugas haji, red) orang Indonesia. Kalau tidak, yang menyamar-nyamar itu cewek bercadar,’’ jelasnya.

Kusnul menuturkan petugas cukup kesulitan untuk mendeteksi dengan pasti orang-orang yang berniat menipu, mencopet, atau berbuat jahat kepada JCH Indonesia. Orang-orang yang kerap menjadi bidikan biasanya JCH yang terlihat sendirian.

’’Orang sepuh dan kebingungan. Atau yang ditinggal rombongan kemudian disuruh menunggu sebentar,’’ katanya.

Sudah 6 Kloter JCH Riau Tiba di Madinah

Sudah enam kloter JCH Riau tiba di Madinah. Lebih dari 2.500 JCH telah diberangkatkan ke Tanah Suci tersebut sampai kemarin (11/7). Sebagian jamaah yang tiba di Madinah melaksanakan ziara ke Raudhah. Sementara jamaah lainnya lebih banyak melaksanakan salat arbain di Masjid Nabawi.(*/jpg/ilo)

Baca Juga:  BKD Riau Proses SK CPNS Lulus Seleksi 2019

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos
Editor: Rindra Yasin

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari