Kamis, 15 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Kantor OPD Pemprov Disulap Jadi Pasar

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kantor-kantor organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, setiap hari Kamis akan disulap menjadi pasar offline. Masyarakat yang akan menggunakan pasar offline tersebut yakni pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terkena dampak Covid-19.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPPK UKM) Riau, Asrizal mengatakan, kegiatan pembuatan pasar offline di kantor-kantor OPD-OPD tersebut dilakukan untuk membantu para pelaku UMKM yang terdampak Covid-19 dan omsetnya menurun.

"Karena pandemi Covid-19, UMKM kita merasakan dampak negatif yakni tidak bisa melakukan jual beli. Untuk itu, kita buat pasar offline agar para pelaku UMKM di Riau bisa berjualan," katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, total ada 32 OPD di lingkungan Pemprov Riau yang kantornya disulap menjadi pasar offline bagi pelaku UMKM setiap hari Kamis. Kegiatan ini akan diuji coba selama satu bulan ke depan.

Baca Juga:  Naik, Harga TBS Kelapa Sawit Jadi Rp3.483 per Kg

"Jadi para pelaku UMKM tersebut bisa menjual produk makanan, minuman, kerajinan serta produk lainnya dengan harapan para pegawai negeri dapat membantu dengan membeli produk yang dijajakan pelaku UMKM tersebut," ujarnya.

Hingga saat ini, total sudah ada 320 pelaku UMKM yang terdaftar dan akan berjualan di OPD-OPD yang sudah ditunjuk. Jika nantinya transaksi jual beli cukup tinggi dan banyak pelaku UMKM yang terbantu, pihaknya akan membuat lebih banyak pasar offline.

"Bisa saja kegiatan pasar offline ini akan dikembangkan ke instansi vertikal yang ada di Riau. Itu tergantung dari antusias jual beli dari sebulan uji coba kegiatan ini," sebutnya.

Selain membantu pelaku UMKM dengan membuat pasar offline, pihaknya juga membantu pelaku UMKM di Riau untuk mendapatkan bantuan modal dari pemerintah pusat. Bantuan tersebut di diberikan pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM sebesar Rp2,4 juta per UMKM.

Baca Juga:  Setelah Jawa Barat, Riau Tertinggi Kedua

"Jadi total ada sekitar 50 ribu pelaku UMKM di Riau yang sudah kami usulkan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Saat ini kami masih menunggu informasi dari Kementerian Koperasi dan UKM berapa banyak UKM Riau yang mendapatkan bantuan dari jumlah yang sudah diusulkan tersebut," katanya.(kom) 

Laporan: SOLEH SAPUTRA (Pekanbaru)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kantor-kantor organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, setiap hari Kamis akan disulap menjadi pasar offline. Masyarakat yang akan menggunakan pasar offline tersebut yakni pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terkena dampak Covid-19.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPPK UKM) Riau, Asrizal mengatakan, kegiatan pembuatan pasar offline di kantor-kantor OPD-OPD tersebut dilakukan untuk membantu para pelaku UMKM yang terdampak Covid-19 dan omsetnya menurun.

"Karena pandemi Covid-19, UMKM kita merasakan dampak negatif yakni tidak bisa melakukan jual beli. Untuk itu, kita buat pasar offline agar para pelaku UMKM di Riau bisa berjualan," katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, total ada 32 OPD di lingkungan Pemprov Riau yang kantornya disulap menjadi pasar offline bagi pelaku UMKM setiap hari Kamis. Kegiatan ini akan diuji coba selama satu bulan ke depan.

Baca Juga:  Hari Ini Kasus Baru di Riau Bertambah 93 Orang

"Jadi para pelaku UMKM tersebut bisa menjual produk makanan, minuman, kerajinan serta produk lainnya dengan harapan para pegawai negeri dapat membantu dengan membeli produk yang dijajakan pelaku UMKM tersebut," ujarnya.

- Advertisement -

Hingga saat ini, total sudah ada 320 pelaku UMKM yang terdaftar dan akan berjualan di OPD-OPD yang sudah ditunjuk. Jika nantinya transaksi jual beli cukup tinggi dan banyak pelaku UMKM yang terbantu, pihaknya akan membuat lebih banyak pasar offline.

"Bisa saja kegiatan pasar offline ini akan dikembangkan ke instansi vertikal yang ada di Riau. Itu tergantung dari antusias jual beli dari sebulan uji coba kegiatan ini," sebutnya.

- Advertisement -

Selain membantu pelaku UMKM dengan membuat pasar offline, pihaknya juga membantu pelaku UMKM di Riau untuk mendapatkan bantuan modal dari pemerintah pusat. Bantuan tersebut di diberikan pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM sebesar Rp2,4 juta per UMKM.

Baca Juga:  Naik, Harga TBS Kelapa Sawit Jadi Rp3.483 per Kg

"Jadi total ada sekitar 50 ribu pelaku UMKM di Riau yang sudah kami usulkan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Saat ini kami masih menunggu informasi dari Kementerian Koperasi dan UKM berapa banyak UKM Riau yang mendapatkan bantuan dari jumlah yang sudah diusulkan tersebut," katanya.(kom) 

Laporan: SOLEH SAPUTRA (Pekanbaru)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kantor-kantor organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, setiap hari Kamis akan disulap menjadi pasar offline. Masyarakat yang akan menggunakan pasar offline tersebut yakni pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terkena dampak Covid-19.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPPK UKM) Riau, Asrizal mengatakan, kegiatan pembuatan pasar offline di kantor-kantor OPD-OPD tersebut dilakukan untuk membantu para pelaku UMKM yang terdampak Covid-19 dan omsetnya menurun.

"Karena pandemi Covid-19, UMKM kita merasakan dampak negatif yakni tidak bisa melakukan jual beli. Untuk itu, kita buat pasar offline agar para pelaku UMKM di Riau bisa berjualan," katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, total ada 32 OPD di lingkungan Pemprov Riau yang kantornya disulap menjadi pasar offline bagi pelaku UMKM setiap hari Kamis. Kegiatan ini akan diuji coba selama satu bulan ke depan.

Baca Juga:  Kasus Positif Bertambah 385 Orang, 13 Orang Meninggal

"Jadi para pelaku UMKM tersebut bisa menjual produk makanan, minuman, kerajinan serta produk lainnya dengan harapan para pegawai negeri dapat membantu dengan membeli produk yang dijajakan pelaku UMKM tersebut," ujarnya.

Hingga saat ini, total sudah ada 320 pelaku UMKM yang terdaftar dan akan berjualan di OPD-OPD yang sudah ditunjuk. Jika nantinya transaksi jual beli cukup tinggi dan banyak pelaku UMKM yang terbantu, pihaknya akan membuat lebih banyak pasar offline.

"Bisa saja kegiatan pasar offline ini akan dikembangkan ke instansi vertikal yang ada di Riau. Itu tergantung dari antusias jual beli dari sebulan uji coba kegiatan ini," sebutnya.

Selain membantu pelaku UMKM dengan membuat pasar offline, pihaknya juga membantu pelaku UMKM di Riau untuk mendapatkan bantuan modal dari pemerintah pusat. Bantuan tersebut di diberikan pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM sebesar Rp2,4 juta per UMKM.

Baca Juga:  Hadapi Libur Panjang, Polda Riau Kumpulkan Stakeholder

"Jadi total ada sekitar 50 ribu pelaku UMKM di Riau yang sudah kami usulkan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Saat ini kami masih menunggu informasi dari Kementerian Koperasi dan UKM berapa banyak UKM Riau yang mendapatkan bantuan dari jumlah yang sudah diusulkan tersebut," katanya.(kom) 

Laporan: SOLEH SAPUTRA (Pekanbaru)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari