Kamis, 3 April 2025
spot_img

Investor Makasar Berhenti Berinvestasi di Fikasa sejak 2016

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sidang lanjutan investasi bodong pimpinan perusahaan dan komisaris perusahaan di bawah bendera Fikasa Group kembali dilanjutkan, Jumat (4/2) sore. Dipimpin Hakim Ketua Dahlan, sidang menghadirkan saksi meringankan para terdakwa.

Salah satu saksi bernama Bambang, berasal dari Makassar hadir di persidangan. Mantan nasabah Fikasa Group ini mengaku pembayaran bunga terhadap investasinya lewat produk promisory note selalu lancar. Fikasa tidak pernah telat membayar. Hanya saja, kesaksiannya yang menyebutkan sudah berhenti berinvestasi sejak 2016, dipertanyakan hakim.

"Kenapa saudara berhenti padahal sudah lima tahun terus mendapatkan keuntungan. Tidak perlu kerja, dapat bunga sampai 11 persen, mengapa tidak dilanjutkan," tanya majelis hakim.

Baca Juga:  Objek Pajak Jalan Tol Permai Dibahas, 3 Daerah Optimis Maksimalkan PAD

Bambang beralasan, dirinya ingin memulai usaha lain yang dikerjakan sendiri. Dirinya menarik semua modal awal dari perusahaan di bawah naungan Fikasa Group untuk membuka usaha penyulingan minyak kayu putih. "Karena lebih menguntungkan yang mulia," kata Bambang.

Bambang mengenal Agung Salim dari seorang rekan bisnis yang juga berasal dari Makassar. Selain dirinya, Bambang mengaku tahu bahwa ada ratusan nasabah Fikasa Group lainnya di Makassar.

Hanya saja, dalam persidangan Bambang juga mengaku salah seorang keluarganya yang jadi masabah, juga mengalami macet pembayaran. Tunggakan itu hampir bersamaan dengan waktu tunggakan yang dialami para korban investasi Fikasa di Pekanbaru.(end)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sidang lanjutan investasi bodong pimpinan perusahaan dan komisaris perusahaan di bawah bendera Fikasa Group kembali dilanjutkan, Jumat (4/2) sore. Dipimpin Hakim Ketua Dahlan, sidang menghadirkan saksi meringankan para terdakwa.

Salah satu saksi bernama Bambang, berasal dari Makassar hadir di persidangan. Mantan nasabah Fikasa Group ini mengaku pembayaran bunga terhadap investasinya lewat produk promisory note selalu lancar. Fikasa tidak pernah telat membayar. Hanya saja, kesaksiannya yang menyebutkan sudah berhenti berinvestasi sejak 2016, dipertanyakan hakim.

"Kenapa saudara berhenti padahal sudah lima tahun terus mendapatkan keuntungan. Tidak perlu kerja, dapat bunga sampai 11 persen, mengapa tidak dilanjutkan," tanya majelis hakim.

Baca Juga:  ISPA, Gratis Berobat di Mana Saja

Bambang beralasan, dirinya ingin memulai usaha lain yang dikerjakan sendiri. Dirinya menarik semua modal awal dari perusahaan di bawah naungan Fikasa Group untuk membuka usaha penyulingan minyak kayu putih. "Karena lebih menguntungkan yang mulia," kata Bambang.

Bambang mengenal Agung Salim dari seorang rekan bisnis yang juga berasal dari Makassar. Selain dirinya, Bambang mengaku tahu bahwa ada ratusan nasabah Fikasa Group lainnya di Makassar.

Hanya saja, dalam persidangan Bambang juga mengaku salah seorang keluarganya yang jadi masabah, juga mengalami macet pembayaran. Tunggakan itu hampir bersamaan dengan waktu tunggakan yang dialami para korban investasi Fikasa di Pekanbaru.(end)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Investor Makasar Berhenti Berinvestasi di Fikasa sejak 2016

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sidang lanjutan investasi bodong pimpinan perusahaan dan komisaris perusahaan di bawah bendera Fikasa Group kembali dilanjutkan, Jumat (4/2) sore. Dipimpin Hakim Ketua Dahlan, sidang menghadirkan saksi meringankan para terdakwa.

Salah satu saksi bernama Bambang, berasal dari Makassar hadir di persidangan. Mantan nasabah Fikasa Group ini mengaku pembayaran bunga terhadap investasinya lewat produk promisory note selalu lancar. Fikasa tidak pernah telat membayar. Hanya saja, kesaksiannya yang menyebutkan sudah berhenti berinvestasi sejak 2016, dipertanyakan hakim.

"Kenapa saudara berhenti padahal sudah lima tahun terus mendapatkan keuntungan. Tidak perlu kerja, dapat bunga sampai 11 persen, mengapa tidak dilanjutkan," tanya majelis hakim.

Baca Juga:  ISPA, Gratis Berobat di Mana Saja

Bambang beralasan, dirinya ingin memulai usaha lain yang dikerjakan sendiri. Dirinya menarik semua modal awal dari perusahaan di bawah naungan Fikasa Group untuk membuka usaha penyulingan minyak kayu putih. "Karena lebih menguntungkan yang mulia," kata Bambang.

Bambang mengenal Agung Salim dari seorang rekan bisnis yang juga berasal dari Makassar. Selain dirinya, Bambang mengaku tahu bahwa ada ratusan nasabah Fikasa Group lainnya di Makassar.

Hanya saja, dalam persidangan Bambang juga mengaku salah seorang keluarganya yang jadi masabah, juga mengalami macet pembayaran. Tunggakan itu hampir bersamaan dengan waktu tunggakan yang dialami para korban investasi Fikasa di Pekanbaru.(end)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sidang lanjutan investasi bodong pimpinan perusahaan dan komisaris perusahaan di bawah bendera Fikasa Group kembali dilanjutkan, Jumat (4/2) sore. Dipimpin Hakim Ketua Dahlan, sidang menghadirkan saksi meringankan para terdakwa.

Salah satu saksi bernama Bambang, berasal dari Makassar hadir di persidangan. Mantan nasabah Fikasa Group ini mengaku pembayaran bunga terhadap investasinya lewat produk promisory note selalu lancar. Fikasa tidak pernah telat membayar. Hanya saja, kesaksiannya yang menyebutkan sudah berhenti berinvestasi sejak 2016, dipertanyakan hakim.

"Kenapa saudara berhenti padahal sudah lima tahun terus mendapatkan keuntungan. Tidak perlu kerja, dapat bunga sampai 11 persen, mengapa tidak dilanjutkan," tanya majelis hakim.

Baca Juga:  KKN LPPM Unri Latih Ibu Rumah Tangga di Minas Barat Buat Pakan Ikan Lele

Bambang beralasan, dirinya ingin memulai usaha lain yang dikerjakan sendiri. Dirinya menarik semua modal awal dari perusahaan di bawah naungan Fikasa Group untuk membuka usaha penyulingan minyak kayu putih. "Karena lebih menguntungkan yang mulia," kata Bambang.

Bambang mengenal Agung Salim dari seorang rekan bisnis yang juga berasal dari Makassar. Selain dirinya, Bambang mengaku tahu bahwa ada ratusan nasabah Fikasa Group lainnya di Makassar.

Hanya saja, dalam persidangan Bambang juga mengaku salah seorang keluarganya yang jadi masabah, juga mengalami macet pembayaran. Tunggakan itu hampir bersamaan dengan waktu tunggakan yang dialami para korban investasi Fikasa di Pekanbaru.(end)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari