Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Jasad Korban Diterkam Buaya Ditemukan

BAGANSIAPI-API (RIAUPOS.CO) — Upaya pencarian yang dilakukan Basarnas bersama dengan tim gabungan untuk menemukan korban terkaman buaya akhirnya membuahkan hasil. Korban serangan buaya di Sungai Rokan, Dedi (30) warga Kepenghuluan Labuhan Tangga Hilir, Bangko ditemukan tewas dengan kondisi beberapa bagian tubuh terpotong, yakni pada bagian kaki dan tangan.

"Tim SAR gabungan menemukan korban kurang lebih satu kilometer dari lokasi kejadian," kata Kepala Basarnas Pekanbaru Ishak melalui Humas Kukuh Widodo, Jumat (2/4).

Korban ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB, dan langsung dievakuasi ke rumah duka. Korban Dedi diserang buaya, Jumat (2/4) dini hari.

Menurut penuturan teman korban, Rahmat (26) sebelum kejadian mereka yakni Zainaris, Remianto dan korban Dedi berangkat dari rumah masing-masing menuju ke salah satu tangkahan (tempat sandar perahu, red) di perairan Sungai Rokan yang ada di Batu Delapan.

Baca Juga:  Tim Paskibra Resmi Dibubarkan

Selanjutnya menggunakan perahu untuk mencari udang, dimana malam harinya, Kamis (2/4) mengarah ke dekat Pulau Tuan Syekh yang berada persis di seberang Sungai Rokan.

Nahas, kipas boat terlepas dan tenggelam, mereka memutuskan berhenti dengan melempar jangkar. "Kami menghubungi masyarakat minta pertolongan, dan ada boat datang membantu menarik perahu untuk kembali ke tangkahan di Batu Delapan kembali," ujar Rahmat.

Namun menjelang sampai, korban bersama Rahmat minta diturunkan di pinggiran sungai di Batu Tujuh dengan alasan untuk mencari udang. Keduanya lantas mencari udang, dan akan kembali naik ke darat dari daerah Batu Tujuh tersebut. Saat itulah diperkirakan korban di terkam buaya dan tidak kelihatan lagi.

Baca Juga:  Mengenal Lebih Dekat Dirut Pertamina Hulu Rokan Jaffee A Suardin

"Ya saksi mendengar suara korban minta tolong dan teriak Allahu Akbar,  namun saat saksi menoleh ke belakang, hanya melihat tangan kiri korban berusaha mengapai, tapi tidak terjangkau dan saksi mengarahkan senter ke arah korban yang minta tolong, terlihat gelombang dan cahaya senter milik korban mengapung di sungai," tambah Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto SH SIK melalui Kasatpol Air Polres AKP Sapto Hartoyo.(ade)

Laporan: ZULFADLI (Bagansiapi-api)

 

BAGANSIAPI-API (RIAUPOS.CO) — Upaya pencarian yang dilakukan Basarnas bersama dengan tim gabungan untuk menemukan korban terkaman buaya akhirnya membuahkan hasil. Korban serangan buaya di Sungai Rokan, Dedi (30) warga Kepenghuluan Labuhan Tangga Hilir, Bangko ditemukan tewas dengan kondisi beberapa bagian tubuh terpotong, yakni pada bagian kaki dan tangan.

"Tim SAR gabungan menemukan korban kurang lebih satu kilometer dari lokasi kejadian," kata Kepala Basarnas Pekanbaru Ishak melalui Humas Kukuh Widodo, Jumat (2/4).

Korban ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB, dan langsung dievakuasi ke rumah duka. Korban Dedi diserang buaya, Jumat (2/4) dini hari.

Menurut penuturan teman korban, Rahmat (26) sebelum kejadian mereka yakni Zainaris, Remianto dan korban Dedi berangkat dari rumah masing-masing menuju ke salah satu tangkahan (tempat sandar perahu, red) di perairan Sungai Rokan yang ada di Batu Delapan.

Baca Juga:  Bankeu Khusus Disesuaikan dengan Keperluan Daerah

Selanjutnya menggunakan perahu untuk mencari udang, dimana malam harinya, Kamis (2/4) mengarah ke dekat Pulau Tuan Syekh yang berada persis di seberang Sungai Rokan.

Nahas, kipas boat terlepas dan tenggelam, mereka memutuskan berhenti dengan melempar jangkar. "Kami menghubungi masyarakat minta pertolongan, dan ada boat datang membantu menarik perahu untuk kembali ke tangkahan di Batu Delapan kembali," ujar Rahmat.

Namun menjelang sampai, korban bersama Rahmat minta diturunkan di pinggiran sungai di Batu Tujuh dengan alasan untuk mencari udang. Keduanya lantas mencari udang, dan akan kembali naik ke darat dari daerah Batu Tujuh tersebut. Saat itulah diperkirakan korban di terkam buaya dan tidak kelihatan lagi.

Baca Juga:  ASN Diharapkan Mengubah Pola Pikir 234 CPNS Diambil Sumpah Janji

"Ya saksi mendengar suara korban minta tolong dan teriak Allahu Akbar,  namun saat saksi menoleh ke belakang, hanya melihat tangan kiri korban berusaha mengapai, tapi tidak terjangkau dan saksi mengarahkan senter ke arah korban yang minta tolong, terlihat gelombang dan cahaya senter milik korban mengapung di sungai," tambah Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto SH SIK melalui Kasatpol Air Polres AKP Sapto Hartoyo.(ade)

Laporan: ZULFADLI (Bagansiapi-api)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Jasad Korban Diterkam Buaya Ditemukan

BAGANSIAPI-API (RIAUPOS.CO) — Upaya pencarian yang dilakukan Basarnas bersama dengan tim gabungan untuk menemukan korban terkaman buaya akhirnya membuahkan hasil. Korban serangan buaya di Sungai Rokan, Dedi (30) warga Kepenghuluan Labuhan Tangga Hilir, Bangko ditemukan tewas dengan kondisi beberapa bagian tubuh terpotong, yakni pada bagian kaki dan tangan.

"Tim SAR gabungan menemukan korban kurang lebih satu kilometer dari lokasi kejadian," kata Kepala Basarnas Pekanbaru Ishak melalui Humas Kukuh Widodo, Jumat (2/4).

Korban ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB, dan langsung dievakuasi ke rumah duka. Korban Dedi diserang buaya, Jumat (2/4) dini hari.

Menurut penuturan teman korban, Rahmat (26) sebelum kejadian mereka yakni Zainaris, Remianto dan korban Dedi berangkat dari rumah masing-masing menuju ke salah satu tangkahan (tempat sandar perahu, red) di perairan Sungai Rokan yang ada di Batu Delapan.

Baca Juga:  Merah Putih Berkibar di Gerbang Tol Pekanbaru-Dumai

Selanjutnya menggunakan perahu untuk mencari udang, dimana malam harinya, Kamis (2/4) mengarah ke dekat Pulau Tuan Syekh yang berada persis di seberang Sungai Rokan.

Nahas, kipas boat terlepas dan tenggelam, mereka memutuskan berhenti dengan melempar jangkar. "Kami menghubungi masyarakat minta pertolongan, dan ada boat datang membantu menarik perahu untuk kembali ke tangkahan di Batu Delapan kembali," ujar Rahmat.

Namun menjelang sampai, korban bersama Rahmat minta diturunkan di pinggiran sungai di Batu Tujuh dengan alasan untuk mencari udang. Keduanya lantas mencari udang, dan akan kembali naik ke darat dari daerah Batu Tujuh tersebut. Saat itulah diperkirakan korban di terkam buaya dan tidak kelihatan lagi.

Baca Juga:  Bankeu Khusus Disesuaikan dengan Keperluan Daerah

"Ya saksi mendengar suara korban minta tolong dan teriak Allahu Akbar,  namun saat saksi menoleh ke belakang, hanya melihat tangan kiri korban berusaha mengapai, tapi tidak terjangkau dan saksi mengarahkan senter ke arah korban yang minta tolong, terlihat gelombang dan cahaya senter milik korban mengapung di sungai," tambah Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto SH SIK melalui Kasatpol Air Polres AKP Sapto Hartoyo.(ade)

Laporan: ZULFADLI (Bagansiapi-api)

 

BAGANSIAPI-API (RIAUPOS.CO) — Upaya pencarian yang dilakukan Basarnas bersama dengan tim gabungan untuk menemukan korban terkaman buaya akhirnya membuahkan hasil. Korban serangan buaya di Sungai Rokan, Dedi (30) warga Kepenghuluan Labuhan Tangga Hilir, Bangko ditemukan tewas dengan kondisi beberapa bagian tubuh terpotong, yakni pada bagian kaki dan tangan.

"Tim SAR gabungan menemukan korban kurang lebih satu kilometer dari lokasi kejadian," kata Kepala Basarnas Pekanbaru Ishak melalui Humas Kukuh Widodo, Jumat (2/4).

Korban ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB, dan langsung dievakuasi ke rumah duka. Korban Dedi diserang buaya, Jumat (2/4) dini hari.

Menurut penuturan teman korban, Rahmat (26) sebelum kejadian mereka yakni Zainaris, Remianto dan korban Dedi berangkat dari rumah masing-masing menuju ke salah satu tangkahan (tempat sandar perahu, red) di perairan Sungai Rokan yang ada di Batu Delapan.

Baca Juga:  Pria Alami Gangguan  Jiwa Gantung Diri

Selanjutnya menggunakan perahu untuk mencari udang, dimana malam harinya, Kamis (2/4) mengarah ke dekat Pulau Tuan Syekh yang berada persis di seberang Sungai Rokan.

Nahas, kipas boat terlepas dan tenggelam, mereka memutuskan berhenti dengan melempar jangkar. "Kami menghubungi masyarakat minta pertolongan, dan ada boat datang membantu menarik perahu untuk kembali ke tangkahan di Batu Delapan kembali," ujar Rahmat.

Namun menjelang sampai, korban bersama Rahmat minta diturunkan di pinggiran sungai di Batu Tujuh dengan alasan untuk mencari udang. Keduanya lantas mencari udang, dan akan kembali naik ke darat dari daerah Batu Tujuh tersebut. Saat itulah diperkirakan korban di terkam buaya dan tidak kelihatan lagi.

Baca Juga:  Bankeu Khusus Disesuaikan dengan Keperluan Daerah

"Ya saksi mendengar suara korban minta tolong dan teriak Allahu Akbar,  namun saat saksi menoleh ke belakang, hanya melihat tangan kiri korban berusaha mengapai, tapi tidak terjangkau dan saksi mengarahkan senter ke arah korban yang minta tolong, terlihat gelombang dan cahaya senter milik korban mengapung di sungai," tambah Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto SH SIK melalui Kasatpol Air Polres AKP Sapto Hartoyo.(ade)

Laporan: ZULFADLI (Bagansiapi-api)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari