Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Anis Matta Nilai Pemerintah Selesaikan Solusi hanya Tambal Sulam

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintah dinilai tidak memiliki solusi yang fundamental dalam mengatasi krisis multidemensi saat ini. Hal ini disampaikan Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta dalam keterangan resminya, Kamis (21/4/2022).

Solusi yang ada hanya bersifat tambal sulam, dan tidak menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi rakyat seperti masalah minyak goreng dan kenaikan harga-harga pangan. Masyarakat tetap menghadapi kesulitan ekonomi dan himpitan hidup yang makin berat.

"Pemerintah saat ini sedang bingung, tidak punya solusi secara fundamental untuk menyelesaikan masalah, yang ada hanya tambal sulam saja," kata Anis Matta.

Kata Anis, tidak ada ruang untuk gimik, misalnya menangkap orang-orang dalam kasus minyak goreng, hanya sebentar memuaskan kemarahan rakyat. "Tetapi, sekarang ini masalah riilnya adalah begitu orang tidak bisa belanja, maka perut langsung terpengaruh," jelasnya.

Baca Juga:  Bidani Tata Kota dan Kawal Kemajuan Siak

Ia sudah berulang kali mengingatkan pemerintah agar memiliki solusi yang fundamental, bukan sekadar tambal sulam, dan perlukan terobosan baru. Sebab, krisis saat ini bersifat sistemik dan multidemensi.

Beberapa negara sudah menjadi korban dari krisis global saat ini seperti Pakistan dan Sri Lanka. Bahkan di Jerman para pekerjanya sudah mulai bergolak, akibat dampak kebijakan embargo energi yang dilakukan pemerintahannya terhadap Rusia.

"Makanya, saya selalu mengatakan, bahwa legacy terbaik untuk Pak Jokowi itu, sebenarnya bukan infrastruktur, bukan juga IKN, tetapi membuka ruang kepada lahirnya pemimpin-pemimpin baru Indonesia yang bisa menyelesaiakan krisis," ujarnya.

Karena itu, kata dia, jangan pernah ada pikiran untuk menunda pemilu atau memperpanjang masa jabatan presiden.  Sebab, pikiran tersebut, justru akan mempercepat periodesasi atau lengsernya pemerintahan saat ini.

Baca Juga:  Satu Kadis dan 5 Kades Divonis Bersalah

"Masalah sekarang tidak bisa diselesaikan dengan tambal sulam, harus ada pendekatan sistematik dan komprehensif. Situasi sekarang akan menentukan, mana  pemimpin yang autentik, pemimpin yang murni atau pemimpin pencitraan," pungkasnya.

Laporan: Yusnir (Jakarta)
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintah dinilai tidak memiliki solusi yang fundamental dalam mengatasi krisis multidemensi saat ini. Hal ini disampaikan Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta dalam keterangan resminya, Kamis (21/4/2022).

Solusi yang ada hanya bersifat tambal sulam, dan tidak menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi rakyat seperti masalah minyak goreng dan kenaikan harga-harga pangan. Masyarakat tetap menghadapi kesulitan ekonomi dan himpitan hidup yang makin berat.

"Pemerintah saat ini sedang bingung, tidak punya solusi secara fundamental untuk menyelesaikan masalah, yang ada hanya tambal sulam saja," kata Anis Matta.

Kata Anis, tidak ada ruang untuk gimik, misalnya menangkap orang-orang dalam kasus minyak goreng, hanya sebentar memuaskan kemarahan rakyat. "Tetapi, sekarang ini masalah riilnya adalah begitu orang tidak bisa belanja, maka perut langsung terpengaruh," jelasnya.

Baca Juga:  Musda Golkar Berikut Penetapan Calon Bupati Rohil? Ini Kata DPD I

Ia sudah berulang kali mengingatkan pemerintah agar memiliki solusi yang fundamental, bukan sekadar tambal sulam, dan perlukan terobosan baru. Sebab, krisis saat ini bersifat sistemik dan multidemensi.

Beberapa negara sudah menjadi korban dari krisis global saat ini seperti Pakistan dan Sri Lanka. Bahkan di Jerman para pekerjanya sudah mulai bergolak, akibat dampak kebijakan embargo energi yang dilakukan pemerintahannya terhadap Rusia.

"Makanya, saya selalu mengatakan, bahwa legacy terbaik untuk Pak Jokowi itu, sebenarnya bukan infrastruktur, bukan juga IKN, tetapi membuka ruang kepada lahirnya pemimpin-pemimpin baru Indonesia yang bisa menyelesaiakan krisis," ujarnya.

Karena itu, kata dia, jangan pernah ada pikiran untuk menunda pemilu atau memperpanjang masa jabatan presiden.  Sebab, pikiran tersebut, justru akan mempercepat periodesasi atau lengsernya pemerintahan saat ini.

Baca Juga:  Jenis Sayuran Ini Sangat Bermanfaat bagi Kesehatan

"Masalah sekarang tidak bisa diselesaikan dengan tambal sulam, harus ada pendekatan sistematik dan komprehensif. Situasi sekarang akan menentukan, mana  pemimpin yang autentik, pemimpin yang murni atau pemimpin pencitraan," pungkasnya.

Laporan: Yusnir (Jakarta)
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Anis Matta Nilai Pemerintah Selesaikan Solusi hanya Tambal Sulam

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintah dinilai tidak memiliki solusi yang fundamental dalam mengatasi krisis multidemensi saat ini. Hal ini disampaikan Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta dalam keterangan resminya, Kamis (21/4/2022).

Solusi yang ada hanya bersifat tambal sulam, dan tidak menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi rakyat seperti masalah minyak goreng dan kenaikan harga-harga pangan. Masyarakat tetap menghadapi kesulitan ekonomi dan himpitan hidup yang makin berat.

"Pemerintah saat ini sedang bingung, tidak punya solusi secara fundamental untuk menyelesaikan masalah, yang ada hanya tambal sulam saja," kata Anis Matta.

Kata Anis, tidak ada ruang untuk gimik, misalnya menangkap orang-orang dalam kasus minyak goreng, hanya sebentar memuaskan kemarahan rakyat. "Tetapi, sekarang ini masalah riilnya adalah begitu orang tidak bisa belanja, maka perut langsung terpengaruh," jelasnya.

Baca Juga:  Pasien Terinfeksi Covid-19 Bisa Nyoblos di Pilkada 2020

Ia sudah berulang kali mengingatkan pemerintah agar memiliki solusi yang fundamental, bukan sekadar tambal sulam, dan perlukan terobosan baru. Sebab, krisis saat ini bersifat sistemik dan multidemensi.

Beberapa negara sudah menjadi korban dari krisis global saat ini seperti Pakistan dan Sri Lanka. Bahkan di Jerman para pekerjanya sudah mulai bergolak, akibat dampak kebijakan embargo energi yang dilakukan pemerintahannya terhadap Rusia.

"Makanya, saya selalu mengatakan, bahwa legacy terbaik untuk Pak Jokowi itu, sebenarnya bukan infrastruktur, bukan juga IKN, tetapi membuka ruang kepada lahirnya pemimpin-pemimpin baru Indonesia yang bisa menyelesaiakan krisis," ujarnya.

Karena itu, kata dia, jangan pernah ada pikiran untuk menunda pemilu atau memperpanjang masa jabatan presiden.  Sebab, pikiran tersebut, justru akan mempercepat periodesasi atau lengsernya pemerintahan saat ini.

Baca Juga:  Demokrat Oke, PAN Berikan Sinyal Dukungan Paslon Wahyu Adi-Supriyati

"Masalah sekarang tidak bisa diselesaikan dengan tambal sulam, harus ada pendekatan sistematik dan komprehensif. Situasi sekarang akan menentukan, mana  pemimpin yang autentik, pemimpin yang murni atau pemimpin pencitraan," pungkasnya.

Laporan: Yusnir (Jakarta)
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintah dinilai tidak memiliki solusi yang fundamental dalam mengatasi krisis multidemensi saat ini. Hal ini disampaikan Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta dalam keterangan resminya, Kamis (21/4/2022).

Solusi yang ada hanya bersifat tambal sulam, dan tidak menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi rakyat seperti masalah minyak goreng dan kenaikan harga-harga pangan. Masyarakat tetap menghadapi kesulitan ekonomi dan himpitan hidup yang makin berat.

"Pemerintah saat ini sedang bingung, tidak punya solusi secara fundamental untuk menyelesaikan masalah, yang ada hanya tambal sulam saja," kata Anis Matta.

Kata Anis, tidak ada ruang untuk gimik, misalnya menangkap orang-orang dalam kasus minyak goreng, hanya sebentar memuaskan kemarahan rakyat. "Tetapi, sekarang ini masalah riilnya adalah begitu orang tidak bisa belanja, maka perut langsung terpengaruh," jelasnya.

Baca Juga:  Menantu Jokowi, Bobby Nasution Resmi Mendaftar ke Gerindra

Ia sudah berulang kali mengingatkan pemerintah agar memiliki solusi yang fundamental, bukan sekadar tambal sulam, dan perlukan terobosan baru. Sebab, krisis saat ini bersifat sistemik dan multidemensi.

Beberapa negara sudah menjadi korban dari krisis global saat ini seperti Pakistan dan Sri Lanka. Bahkan di Jerman para pekerjanya sudah mulai bergolak, akibat dampak kebijakan embargo energi yang dilakukan pemerintahannya terhadap Rusia.

"Makanya, saya selalu mengatakan, bahwa legacy terbaik untuk Pak Jokowi itu, sebenarnya bukan infrastruktur, bukan juga IKN, tetapi membuka ruang kepada lahirnya pemimpin-pemimpin baru Indonesia yang bisa menyelesaiakan krisis," ujarnya.

Karena itu, kata dia, jangan pernah ada pikiran untuk menunda pemilu atau memperpanjang masa jabatan presiden.  Sebab, pikiran tersebut, justru akan mempercepat periodesasi atau lengsernya pemerintahan saat ini.

Baca Juga:  Musda Golkar Berikut Penetapan Calon Bupati Rohil? Ini Kata DPD I

"Masalah sekarang tidak bisa diselesaikan dengan tambal sulam, harus ada pendekatan sistematik dan komprehensif. Situasi sekarang akan menentukan, mana  pemimpin yang autentik, pemimpin yang murni atau pemimpin pencitraan," pungkasnya.

Laporan: Yusnir (Jakarta)
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari