Rabu, 10 Juni 2026
- Advertisement -

Siapkan Konvensi Capres, Nasdem Komunikasi ke Golkar

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Partai Nasdem terus mematangkan rencana konvensi calon presiden (capres) untuk menghadapi Pemilu 2024. Partai besutan Surya Paloh itu aktif menjalin komunikasi politik dengan partai lain.

Beberapa waktu lalu, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bertemu dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Pertemuan itu dilakukan di Pulau Kaliage, Kepulauan Seribu.

Menurut Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya, kunjungan Ketum Partai Golkar ke Surya Paloh adalah bentuk silaturahmi. Antara kakak dan adik, sesama saudara. "Kunjungan tersebut lebih pada relasi kultural karena begitulah selayaknya suasana perpolitikan kita di mana dialog dan rembuk menjadi kekuatan utama," kata Willy, Rabu (10/3/2021).

Baca Juga:  Perketat Pengawasan Kampanye Medsos

Pertemuan itu salah satunya membahas konvensi yang akan digelar pada 2023. Partai Golkar memiliki pengalaman konvensi pada 2004. Jadi, perjumpaan itu menjadi ajang tukar pikiran dan musyawarah. Nasdem ingin membangun frekuensi yang sama saat menjalankan strategi politik. ”Nasdem melihat itu suatu hal yang bersifat elaboratif dan brainstorming,” ungkap Willy.

Wakil ketua Baleg DPR itu menyatakan, dalam pencalonan presiden, partai harus memenuhi syarat 20 persen. Nasdem baru mempunyai sekitar separo. Maka, pembentukan koalisi menjadi hal yang harus dilakukan.

Selain dengan beringin, Nasdem akan menjalin komunikasi dengan parpol lain untuk membahas konvensi. Pihaknya terbuka kepada partai lain untuk berpartisipasi. ”Karena politik sesuatu yang dinamis. Konvensi adalah koalisi dengan mengedepankan komunikasi politik lintas parpol,” paparnya.

Baca Juga:  Fraksi DPR Setujui RUU BPH Jadi Kementerian Haji dan Umrah ke Paripurna

Legislator asal dapil Jatim XI itu menyatakan bahwa konvensi capres adalah instrumen sirkulasi kekuasaan yang transparan dan partisipatoris. Partainya akan melibatkan beberapa pihak di luar partai seperti lembaga survei dan opinion leader dalam konvensi. (lum/c19/bay/jpg)

 

Editor: Eka G Putra

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Partai Nasdem terus mematangkan rencana konvensi calon presiden (capres) untuk menghadapi Pemilu 2024. Partai besutan Surya Paloh itu aktif menjalin komunikasi politik dengan partai lain.

Beberapa waktu lalu, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bertemu dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Pertemuan itu dilakukan di Pulau Kaliage, Kepulauan Seribu.

Menurut Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya, kunjungan Ketum Partai Golkar ke Surya Paloh adalah bentuk silaturahmi. Antara kakak dan adik, sesama saudara. "Kunjungan tersebut lebih pada relasi kultural karena begitulah selayaknya suasana perpolitikan kita di mana dialog dan rembuk menjadi kekuatan utama," kata Willy, Rabu (10/3/2021).

Baca Juga:  DKPP Gelar Sidang Perdana

Pertemuan itu salah satunya membahas konvensi yang akan digelar pada 2023. Partai Golkar memiliki pengalaman konvensi pada 2004. Jadi, perjumpaan itu menjadi ajang tukar pikiran dan musyawarah. Nasdem ingin membangun frekuensi yang sama saat menjalankan strategi politik. ”Nasdem melihat itu suatu hal yang bersifat elaboratif dan brainstorming,” ungkap Willy.

Wakil ketua Baleg DPR itu menyatakan, dalam pencalonan presiden, partai harus memenuhi syarat 20 persen. Nasdem baru mempunyai sekitar separo. Maka, pembentukan koalisi menjadi hal yang harus dilakukan.

- Advertisement -

Selain dengan beringin, Nasdem akan menjalin komunikasi dengan parpol lain untuk membahas konvensi. Pihaknya terbuka kepada partai lain untuk berpartisipasi. ”Karena politik sesuatu yang dinamis. Konvensi adalah koalisi dengan mengedepankan komunikasi politik lintas parpol,” paparnya.

Baca Juga:  Perketat Pengawasan Kampanye Medsos

Legislator asal dapil Jatim XI itu menyatakan bahwa konvensi capres adalah instrumen sirkulasi kekuasaan yang transparan dan partisipatoris. Partainya akan melibatkan beberapa pihak di luar partai seperti lembaga survei dan opinion leader dalam konvensi. (lum/c19/bay/jpg)

- Advertisement -

 

Editor: Eka G Putra

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Partai Nasdem terus mematangkan rencana konvensi calon presiden (capres) untuk menghadapi Pemilu 2024. Partai besutan Surya Paloh itu aktif menjalin komunikasi politik dengan partai lain.

Beberapa waktu lalu, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bertemu dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Pertemuan itu dilakukan di Pulau Kaliage, Kepulauan Seribu.

Menurut Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya, kunjungan Ketum Partai Golkar ke Surya Paloh adalah bentuk silaturahmi. Antara kakak dan adik, sesama saudara. "Kunjungan tersebut lebih pada relasi kultural karena begitulah selayaknya suasana perpolitikan kita di mana dialog dan rembuk menjadi kekuatan utama," kata Willy, Rabu (10/3/2021).

Baca Juga:  Lolos Verfak, Duet Bajo Hadapi Gibran-Teguh di Pilkada Solo

Pertemuan itu salah satunya membahas konvensi yang akan digelar pada 2023. Partai Golkar memiliki pengalaman konvensi pada 2004. Jadi, perjumpaan itu menjadi ajang tukar pikiran dan musyawarah. Nasdem ingin membangun frekuensi yang sama saat menjalankan strategi politik. ”Nasdem melihat itu suatu hal yang bersifat elaboratif dan brainstorming,” ungkap Willy.

Wakil ketua Baleg DPR itu menyatakan, dalam pencalonan presiden, partai harus memenuhi syarat 20 persen. Nasdem baru mempunyai sekitar separo. Maka, pembentukan koalisi menjadi hal yang harus dilakukan.

Selain dengan beringin, Nasdem akan menjalin komunikasi dengan parpol lain untuk membahas konvensi. Pihaknya terbuka kepada partai lain untuk berpartisipasi. ”Karena politik sesuatu yang dinamis. Konvensi adalah koalisi dengan mengedepankan komunikasi politik lintas parpol,” paparnya.

Baca Juga:  DKPP Gelar Sidang Perdana

Legislator asal dapil Jatim XI itu menyatakan bahwa konvensi capres adalah instrumen sirkulasi kekuasaan yang transparan dan partisipatoris. Partainya akan melibatkan beberapa pihak di luar partai seperti lembaga survei dan opinion leader dalam konvensi. (lum/c19/bay/jpg)

 

Editor: Eka G Putra

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari