Jumat, 23 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Gerindra Ingin Ketua MPR karena Raih Suara Terbanyak Kedua

 

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon berharap partainya mendapatkan kursi ketua MPR. Sebab, partai besutan Prabowo Subianto itu meraih suara terbanyak kedua pada Pemilu 2019.
"Kami berharap kalau bisa disepakati Gerindra sebagai partai kedua terbesar suara dalam perolehan popular hold ya. Saya kira itu yang kami ingin harapkan," kata Fadli Zon di gedung DPR, Jakarta, Rabu (7/8).

Fadli menyatakan masih banyak waktu melakukan komunikasi politik, mengingat pemilihan pimpinan MPR dua bulan lagi. Dia menegaskan, saat ini masih melakukan penjajakan dengan partai-partai lain, termasuk PKS.

"Saya kira ruang untuk melakukan komunikasi politik dan silahturahmi politik masih besar. Jadi pasti akan berbicara dan akan duduk," jelas wakil ketua DPR itu.

Baca Juga:  Feri Sebut Penggelembungan Suara PSI untuk Alihkan Isu Hak Angket

Sementara, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (Sekjen PPP) Arsul Sani menuturkan bahwa peraih kursi terbanyak kedua adalah Partai Golkar, sedangkan Partai Gerindra mendapatkan suara terbesar nomor dua di bawah PDI Perjuangan pada Pemilu 2019.

"Di DPR itu boleh dibilang segala sesuatunya ditentukan oleh kursi, bukan suara," tegas Arsul di gedung DPR, Jakarta, Rabu (7/8).

Anggota Komisi III DPR itu menegaskan, bukan persoalan setuju atau tidak soal Partai Gerindra harus duduk sebagai ketua MPR karena meraih suara terbesar kedua pada Pemilu 2019.

Hanya saja, Arsul kembali mengingatkan bahwa dalam Undang-Undang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3), pemilihan pimpinan MPR dilakukan dengan sistem paket.

Baca Juga:  Delapan Kader Golkar Nyatakan Kesiapan Jadi Bakal Calon Wali Kota Pekanbaru

"Artinya kalau paket bisa saja dari yang kecil seperti PPP yang jadi ketua. Ya dong kalau itu disepakati," ungkap Arsul. (boy)

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina
 

 

 

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon berharap partainya mendapatkan kursi ketua MPR. Sebab, partai besutan Prabowo Subianto itu meraih suara terbanyak kedua pada Pemilu 2019.
"Kami berharap kalau bisa disepakati Gerindra sebagai partai kedua terbesar suara dalam perolehan popular hold ya. Saya kira itu yang kami ingin harapkan," kata Fadli Zon di gedung DPR, Jakarta, Rabu (7/8).

Fadli menyatakan masih banyak waktu melakukan komunikasi politik, mengingat pemilihan pimpinan MPR dua bulan lagi. Dia menegaskan, saat ini masih melakukan penjajakan dengan partai-partai lain, termasuk PKS.

"Saya kira ruang untuk melakukan komunikasi politik dan silahturahmi politik masih besar. Jadi pasti akan berbicara dan akan duduk," jelas wakil ketua DPR itu.

Baca Juga:  PKB Minta Tim Pemenangan Mursini-Indra Dirombak

Sementara, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (Sekjen PPP) Arsul Sani menuturkan bahwa peraih kursi terbanyak kedua adalah Partai Golkar, sedangkan Partai Gerindra mendapatkan suara terbesar nomor dua di bawah PDI Perjuangan pada Pemilu 2019.

- Advertisement -

"Di DPR itu boleh dibilang segala sesuatunya ditentukan oleh kursi, bukan suara," tegas Arsul di gedung DPR, Jakarta, Rabu (7/8).

Anggota Komisi III DPR itu menegaskan, bukan persoalan setuju atau tidak soal Partai Gerindra harus duduk sebagai ketua MPR karena meraih suara terbesar kedua pada Pemilu 2019.

- Advertisement -

Hanya saja, Arsul kembali mengingatkan bahwa dalam Undang-Undang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3), pemilihan pimpinan MPR dilakukan dengan sistem paket.

Baca Juga:  Pemanasan Pilpres, Anies Baswedan Kandidat Potensial

"Artinya kalau paket bisa saja dari yang kecil seperti PPP yang jadi ketua. Ya dong kalau itu disepakati," ungkap Arsul. (boy)

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina
 

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

 

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon berharap partainya mendapatkan kursi ketua MPR. Sebab, partai besutan Prabowo Subianto itu meraih suara terbanyak kedua pada Pemilu 2019.
"Kami berharap kalau bisa disepakati Gerindra sebagai partai kedua terbesar suara dalam perolehan popular hold ya. Saya kira itu yang kami ingin harapkan," kata Fadli Zon di gedung DPR, Jakarta, Rabu (7/8).

Fadli menyatakan masih banyak waktu melakukan komunikasi politik, mengingat pemilihan pimpinan MPR dua bulan lagi. Dia menegaskan, saat ini masih melakukan penjajakan dengan partai-partai lain, termasuk PKS.

"Saya kira ruang untuk melakukan komunikasi politik dan silahturahmi politik masih besar. Jadi pasti akan berbicara dan akan duduk," jelas wakil ketua DPR itu.

Baca Juga:  Pemanasan Pilpres, Anies Baswedan Kandidat Potensial

Sementara, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (Sekjen PPP) Arsul Sani menuturkan bahwa peraih kursi terbanyak kedua adalah Partai Golkar, sedangkan Partai Gerindra mendapatkan suara terbesar nomor dua di bawah PDI Perjuangan pada Pemilu 2019.

"Di DPR itu boleh dibilang segala sesuatunya ditentukan oleh kursi, bukan suara," tegas Arsul di gedung DPR, Jakarta, Rabu (7/8).

Anggota Komisi III DPR itu menegaskan, bukan persoalan setuju atau tidak soal Partai Gerindra harus duduk sebagai ketua MPR karena meraih suara terbesar kedua pada Pemilu 2019.

Hanya saja, Arsul kembali mengingatkan bahwa dalam Undang-Undang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3), pemilihan pimpinan MPR dilakukan dengan sistem paket.

Baca Juga:  Relawan Jokowi: Jokpro 2024 Bisa Jerumuskan Joko Widodo

"Artinya kalau paket bisa saja dari yang kecil seperti PPP yang jadi ketua. Ya dong kalau itu disepakati," ungkap Arsul. (boy)

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina
 

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari