Sabtu, 5 April 2025
spot_img

4 Gubernur Berpeluang Jadi Capres 2024

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 baru saja usai, setelah penetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, mulai muncul nama-nama yang berpotensi menjadi calon presiden 2024. Setidaknya ada empat gubernur yang mempunyai peluang mengikuti kontestasi lima tahun mendatang.

Menurut LSI Denny JA, empat gubernur yang masuk radar capres potensial adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar mengatakan, mereka berpeluang menjadi capres, karena popularitas mereka di atas 25 persen. Selain popularitasnya yang cukup tinggi, keempat tokoh politik itu merupakan kepala daerah dari empat provinsi dengan populasi penduduk terbanyak di Indonesia.

DKI Jakarta meskipun populasi pemilihnya tidak sebanyak ketiga daerah lain, tapi provinsi itu selalu menjadi sorotan media. “Kepala daerah di Jakarta punya kesempatan ekpose media yang lebih banyak dibanding daerah lain,” terang Rully saat konferensi pers di kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, kemarin (2/7).

Baca Juga:  Sebut 2.500 Pilkades Berjalan Aman

Dia menyatakan, perbincangan mengenai Pilpres 2024 mulai menyeruak karena pada Pilpres 2024 mendatang, tidak ada lagi capres petahana (incumbent). Sebab Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak bisa maju lagi sebagai capres karena sudah dua kali terpilih.

Menurut Rully, ada tiga kriteria yang harus terpenuhi untuk menjadi suksesor Jokowi pada 2024. Pertama, memiliki tingkat pengenalan di atas 25 persen. Kedua, berasal dari empat sumber rekrutmen, dan yang terakhir mempunyai potensi. “Kepala daerah merupakan salah satu sumber rekrutmen yang masuk dalam kategori,” tuturnya.

Selain kepala daerah, ada pula nama tokoh partai politik yang berpotensi menjadi capres lima tahun mendatang. Dari hasil kajian LSI Denny JA, ada enam tokoh parpol yang berpeluang mengikuti kontestasi 2024 mendatang. Mereka adalah Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Airlangga Hartarto, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Puan Maharani, dan Muhaimin Iskandar.

Baca Juga:  Elektabilitas Partai Demokrat Naik dalam Surve PKB-ARSC

Sedangkan, tokoh yang berasal dari jenjang jabatan pemerintahan ada empat tokoh yang berpeluang, yaitu Sri Mulyani (Menteri Keuangan), Budi Gunawan (Kepala BIN), Tito Karnavian (Kapolri), dan Gatot Nurmantyo (Mantan Panglima TNI).

Sementara dari faktor kejutan, tokoh yang masuk kategori ini ialah sosok yang saat ini belum muncul menjadi capres potensial di Pilpres 2024 dari semua sumber rekrutmen. Namun kategori ini perlu dimasukkan karena pengalaman Pilpres 2014.  Saat itu, Jokowi adalah tokoh yang tidak masuk radar capres 2014. “Setelah Pilkada DKI Jakarta, Jokowi muncul sebagai salah satu figur baru yang sangat diperhitungkan” jelasnya.(lum/das)
Editor: Eko Faizin

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 baru saja usai, setelah penetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, mulai muncul nama-nama yang berpotensi menjadi calon presiden 2024. Setidaknya ada empat gubernur yang mempunyai peluang mengikuti kontestasi lima tahun mendatang.

Menurut LSI Denny JA, empat gubernur yang masuk radar capres potensial adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar mengatakan, mereka berpeluang menjadi capres, karena popularitas mereka di atas 25 persen. Selain popularitasnya yang cukup tinggi, keempat tokoh politik itu merupakan kepala daerah dari empat provinsi dengan populasi penduduk terbanyak di Indonesia.

DKI Jakarta meskipun populasi pemilihnya tidak sebanyak ketiga daerah lain, tapi provinsi itu selalu menjadi sorotan media. “Kepala daerah di Jakarta punya kesempatan ekpose media yang lebih banyak dibanding daerah lain,” terang Rully saat konferensi pers di kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, kemarin (2/7).

Baca Juga:  KPK Pastikan Dalami Dugaan Keterlibatan

Dia menyatakan, perbincangan mengenai Pilpres 2024 mulai menyeruak karena pada Pilpres 2024 mendatang, tidak ada lagi capres petahana (incumbent). Sebab Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak bisa maju lagi sebagai capres karena sudah dua kali terpilih.

Menurut Rully, ada tiga kriteria yang harus terpenuhi untuk menjadi suksesor Jokowi pada 2024. Pertama, memiliki tingkat pengenalan di atas 25 persen. Kedua, berasal dari empat sumber rekrutmen, dan yang terakhir mempunyai potensi. “Kepala daerah merupakan salah satu sumber rekrutmen yang masuk dalam kategori,” tuturnya.

Selain kepala daerah, ada pula nama tokoh partai politik yang berpotensi menjadi capres lima tahun mendatang. Dari hasil kajian LSI Denny JA, ada enam tokoh parpol yang berpeluang mengikuti kontestasi 2024 mendatang. Mereka adalah Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Airlangga Hartarto, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Puan Maharani, dan Muhaimin Iskandar.

Baca Juga:  Jumat, Halim-Komperensi Daftar Ke KPU

Sedangkan, tokoh yang berasal dari jenjang jabatan pemerintahan ada empat tokoh yang berpeluang, yaitu Sri Mulyani (Menteri Keuangan), Budi Gunawan (Kepala BIN), Tito Karnavian (Kapolri), dan Gatot Nurmantyo (Mantan Panglima TNI).

Sementara dari faktor kejutan, tokoh yang masuk kategori ini ialah sosok yang saat ini belum muncul menjadi capres potensial di Pilpres 2024 dari semua sumber rekrutmen. Namun kategori ini perlu dimasukkan karena pengalaman Pilpres 2014.  Saat itu, Jokowi adalah tokoh yang tidak masuk radar capres 2014. “Setelah Pilkada DKI Jakarta, Jokowi muncul sebagai salah satu figur baru yang sangat diperhitungkan” jelasnya.(lum/das)
Editor: Eko Faizin
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

4 Gubernur Berpeluang Jadi Capres 2024

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 baru saja usai, setelah penetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, mulai muncul nama-nama yang berpotensi menjadi calon presiden 2024. Setidaknya ada empat gubernur yang mempunyai peluang mengikuti kontestasi lima tahun mendatang.

Menurut LSI Denny JA, empat gubernur yang masuk radar capres potensial adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar mengatakan, mereka berpeluang menjadi capres, karena popularitas mereka di atas 25 persen. Selain popularitasnya yang cukup tinggi, keempat tokoh politik itu merupakan kepala daerah dari empat provinsi dengan populasi penduduk terbanyak di Indonesia.

DKI Jakarta meskipun populasi pemilihnya tidak sebanyak ketiga daerah lain, tapi provinsi itu selalu menjadi sorotan media. “Kepala daerah di Jakarta punya kesempatan ekpose media yang lebih banyak dibanding daerah lain,” terang Rully saat konferensi pers di kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, kemarin (2/7).

Baca Juga:  Politikus PAN Apresiasi MA Batalkan SKB 3 Menteri

Dia menyatakan, perbincangan mengenai Pilpres 2024 mulai menyeruak karena pada Pilpres 2024 mendatang, tidak ada lagi capres petahana (incumbent). Sebab Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak bisa maju lagi sebagai capres karena sudah dua kali terpilih.

Menurut Rully, ada tiga kriteria yang harus terpenuhi untuk menjadi suksesor Jokowi pada 2024. Pertama, memiliki tingkat pengenalan di atas 25 persen. Kedua, berasal dari empat sumber rekrutmen, dan yang terakhir mempunyai potensi. “Kepala daerah merupakan salah satu sumber rekrutmen yang masuk dalam kategori,” tuturnya.

Selain kepala daerah, ada pula nama tokoh partai politik yang berpotensi menjadi capres lima tahun mendatang. Dari hasil kajian LSI Denny JA, ada enam tokoh parpol yang berpeluang mengikuti kontestasi 2024 mendatang. Mereka adalah Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Airlangga Hartarto, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Puan Maharani, dan Muhaimin Iskandar.

Baca Juga:  KPK Pastikan Dalami Dugaan Keterlibatan

Sedangkan, tokoh yang berasal dari jenjang jabatan pemerintahan ada empat tokoh yang berpeluang, yaitu Sri Mulyani (Menteri Keuangan), Budi Gunawan (Kepala BIN), Tito Karnavian (Kapolri), dan Gatot Nurmantyo (Mantan Panglima TNI).

Sementara dari faktor kejutan, tokoh yang masuk kategori ini ialah sosok yang saat ini belum muncul menjadi capres potensial di Pilpres 2024 dari semua sumber rekrutmen. Namun kategori ini perlu dimasukkan karena pengalaman Pilpres 2014.  Saat itu, Jokowi adalah tokoh yang tidak masuk radar capres 2014. “Setelah Pilkada DKI Jakarta, Jokowi muncul sebagai salah satu figur baru yang sangat diperhitungkan” jelasnya.(lum/das)
Editor: Eko Faizin

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 baru saja usai, setelah penetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, mulai muncul nama-nama yang berpotensi menjadi calon presiden 2024. Setidaknya ada empat gubernur yang mempunyai peluang mengikuti kontestasi lima tahun mendatang.

Menurut LSI Denny JA, empat gubernur yang masuk radar capres potensial adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar mengatakan, mereka berpeluang menjadi capres, karena popularitas mereka di atas 25 persen. Selain popularitasnya yang cukup tinggi, keempat tokoh politik itu merupakan kepala daerah dari empat provinsi dengan populasi penduduk terbanyak di Indonesia.

DKI Jakarta meskipun populasi pemilihnya tidak sebanyak ketiga daerah lain, tapi provinsi itu selalu menjadi sorotan media. “Kepala daerah di Jakarta punya kesempatan ekpose media yang lebih banyak dibanding daerah lain,” terang Rully saat konferensi pers di kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, kemarin (2/7).

Baca Juga:  KPU Respons Tudingan Anomali Suara PSI

Dia menyatakan, perbincangan mengenai Pilpres 2024 mulai menyeruak karena pada Pilpres 2024 mendatang, tidak ada lagi capres petahana (incumbent). Sebab Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak bisa maju lagi sebagai capres karena sudah dua kali terpilih.

Menurut Rully, ada tiga kriteria yang harus terpenuhi untuk menjadi suksesor Jokowi pada 2024. Pertama, memiliki tingkat pengenalan di atas 25 persen. Kedua, berasal dari empat sumber rekrutmen, dan yang terakhir mempunyai potensi. “Kepala daerah merupakan salah satu sumber rekrutmen yang masuk dalam kategori,” tuturnya.

Selain kepala daerah, ada pula nama tokoh partai politik yang berpotensi menjadi capres lima tahun mendatang. Dari hasil kajian LSI Denny JA, ada enam tokoh parpol yang berpeluang mengikuti kontestasi 2024 mendatang. Mereka adalah Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Airlangga Hartarto, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Puan Maharani, dan Muhaimin Iskandar.

Baca Juga:  Demokrat dan Golkar Tolak Usulan Hak Angket

Sedangkan, tokoh yang berasal dari jenjang jabatan pemerintahan ada empat tokoh yang berpeluang, yaitu Sri Mulyani (Menteri Keuangan), Budi Gunawan (Kepala BIN), Tito Karnavian (Kapolri), dan Gatot Nurmantyo (Mantan Panglima TNI).

Sementara dari faktor kejutan, tokoh yang masuk kategori ini ialah sosok yang saat ini belum muncul menjadi capres potensial di Pilpres 2024 dari semua sumber rekrutmen. Namun kategori ini perlu dimasukkan karena pengalaman Pilpres 2014.  Saat itu, Jokowi adalah tokoh yang tidak masuk radar capres 2014. “Setelah Pilkada DKI Jakarta, Jokowi muncul sebagai salah satu figur baru yang sangat diperhitungkan” jelasnya.(lum/das)
Editor: Eko Faizin
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari