Selasa, 27 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

KPU Kolaborasi dengan Lembaga Peradilan Pemilu Internasional

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI terlibat dalam Global Network on Electoral Justice (GNEJ) yang digelar di Bali. Agenda itu digelar sejak kemarin (31/3) hingga hari ini (1/4). GNEJ merupakan perkumpulan berbagai lembaga peradilan pemilu internasional.

Bawaslu RI saat ini didaulat sebagai Presidensi GNEJ. Ketua Bawaslu RI Abhan mengatakan, acara tersebut membahas berbagai tema yang sesuai dengan situasi demokrasi saat ini. Pada hari pertama (31/3) misalnya, membahas perspektif perbandingan sistem peradilan di Asia dan penggunaan teknologi di masa depan.

Lalu, hari kedua akan membahas investigasi dan pembuktian pemilu, kesetaraan gender dan perlindungan hak pilih.

"Juga, akan memberikan elaborasi yang saling menguntungkan dan sinergis bagi lembaga GNEJ, peserta dan anggota GNEJ," ujarnya dalam tayangan virtual, kemarin.

Baca Juga:  Bawaslu Didesak Usut Dugaan Ijazah Palsu

Dalam orasinya, Abhan mengajak seluruh anggota GNEJ berjuang bersama menegakkan keadilan pemilu, sebagai perwujudan demokrasi ideal. Sebab, suara rakyat dalam konteks demokrasi adalah penting.

"Vox populi Vox dei, suara rakyat adalah suara Tuhan," tegasnya.

Abhan berharap tradisi kolaborasi global itu bisa diterus dijaga. Dia berharap pimpinan Bawaslu periode 2022-2027, bisa menjaga eksistensi Bawaslu di dunia internasional. Menurut dia, keberadaan Bawaslu makin diperhitungkan di forum internasional kepemiluan.

"Kami berharap jaringan internasional ini akan bisa diteruskan oleh periode ke depan dan apa pun eksistensi Bawaslu harus kita pertahankan," harap Abhan.

Menurut Abhan, masuknya Bawaslu menjadi anggota GNEJ bukan perkara yang mudah. Sebab, secara struktur sebagian besar anggota GNEJ merupakan badan peradilan pemilu. Berbeda dengan desain kelembagaan Bawaslu yang hanya kuasi-peradilan.

Baca Juga:  Pilkada Mundur, Keperluan Penjabat Membeludak

Para peserta GNEJ hadir dari berbagai negara. Mulai dari Spanyol, Afrika Selatan, Prancis, Amerika Serikat, Meksiko, Brasil dan Taiwan. Ada juga sejumlah anggota GNEJ yang mengikuti kegiatan secara online.(far/bay/jpg)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI terlibat dalam Global Network on Electoral Justice (GNEJ) yang digelar di Bali. Agenda itu digelar sejak kemarin (31/3) hingga hari ini (1/4). GNEJ merupakan perkumpulan berbagai lembaga peradilan pemilu internasional.

Bawaslu RI saat ini didaulat sebagai Presidensi GNEJ. Ketua Bawaslu RI Abhan mengatakan, acara tersebut membahas berbagai tema yang sesuai dengan situasi demokrasi saat ini. Pada hari pertama (31/3) misalnya, membahas perspektif perbandingan sistem peradilan di Asia dan penggunaan teknologi di masa depan.

Lalu, hari kedua akan membahas investigasi dan pembuktian pemilu, kesetaraan gender dan perlindungan hak pilih.

"Juga, akan memberikan elaborasi yang saling menguntungkan dan sinergis bagi lembaga GNEJ, peserta dan anggota GNEJ," ujarnya dalam tayangan virtual, kemarin.

Baca Juga:  Selain KUHP, Jokowi Juga Minta Empat RUU Ini Ditunda

Dalam orasinya, Abhan mengajak seluruh anggota GNEJ berjuang bersama menegakkan keadilan pemilu, sebagai perwujudan demokrasi ideal. Sebab, suara rakyat dalam konteks demokrasi adalah penting.

- Advertisement -

"Vox populi Vox dei, suara rakyat adalah suara Tuhan," tegasnya.

Abhan berharap tradisi kolaborasi global itu bisa diterus dijaga. Dia berharap pimpinan Bawaslu periode 2022-2027, bisa menjaga eksistensi Bawaslu di dunia internasional. Menurut dia, keberadaan Bawaslu makin diperhitungkan di forum internasional kepemiluan.

- Advertisement -

"Kami berharap jaringan internasional ini akan bisa diteruskan oleh periode ke depan dan apa pun eksistensi Bawaslu harus kita pertahankan," harap Abhan.

Menurut Abhan, masuknya Bawaslu menjadi anggota GNEJ bukan perkara yang mudah. Sebab, secara struktur sebagian besar anggota GNEJ merupakan badan peradilan pemilu. Berbeda dengan desain kelembagaan Bawaslu yang hanya kuasi-peradilan.

Baca Juga:  Rekapitulasi Tinggal Lima Provinsi dan 1 PPLN

Para peserta GNEJ hadir dari berbagai negara. Mulai dari Spanyol, Afrika Selatan, Prancis, Amerika Serikat, Meksiko, Brasil dan Taiwan. Ada juga sejumlah anggota GNEJ yang mengikuti kegiatan secara online.(far/bay/jpg)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI terlibat dalam Global Network on Electoral Justice (GNEJ) yang digelar di Bali. Agenda itu digelar sejak kemarin (31/3) hingga hari ini (1/4). GNEJ merupakan perkumpulan berbagai lembaga peradilan pemilu internasional.

Bawaslu RI saat ini didaulat sebagai Presidensi GNEJ. Ketua Bawaslu RI Abhan mengatakan, acara tersebut membahas berbagai tema yang sesuai dengan situasi demokrasi saat ini. Pada hari pertama (31/3) misalnya, membahas perspektif perbandingan sistem peradilan di Asia dan penggunaan teknologi di masa depan.

Lalu, hari kedua akan membahas investigasi dan pembuktian pemilu, kesetaraan gender dan perlindungan hak pilih.

"Juga, akan memberikan elaborasi yang saling menguntungkan dan sinergis bagi lembaga GNEJ, peserta dan anggota GNEJ," ujarnya dalam tayangan virtual, kemarin.

Baca Juga:  Pilkada Mundur, Keperluan Penjabat Membeludak

Dalam orasinya, Abhan mengajak seluruh anggota GNEJ berjuang bersama menegakkan keadilan pemilu, sebagai perwujudan demokrasi ideal. Sebab, suara rakyat dalam konteks demokrasi adalah penting.

"Vox populi Vox dei, suara rakyat adalah suara Tuhan," tegasnya.

Abhan berharap tradisi kolaborasi global itu bisa diterus dijaga. Dia berharap pimpinan Bawaslu periode 2022-2027, bisa menjaga eksistensi Bawaslu di dunia internasional. Menurut dia, keberadaan Bawaslu makin diperhitungkan di forum internasional kepemiluan.

"Kami berharap jaringan internasional ini akan bisa diteruskan oleh periode ke depan dan apa pun eksistensi Bawaslu harus kita pertahankan," harap Abhan.

Menurut Abhan, masuknya Bawaslu menjadi anggota GNEJ bukan perkara yang mudah. Sebab, secara struktur sebagian besar anggota GNEJ merupakan badan peradilan pemilu. Berbeda dengan desain kelembagaan Bawaslu yang hanya kuasi-peradilan.

Baca Juga:  Demokrat Merasa Dituduh oleh Poster yang Diunggah Wakil Menteri Desa

Para peserta GNEJ hadir dari berbagai negara. Mulai dari Spanyol, Afrika Selatan, Prancis, Amerika Serikat, Meksiko, Brasil dan Taiwan. Ada juga sejumlah anggota GNEJ yang mengikuti kegiatan secara online.(far/bay/jpg)

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari