Categories: Petuah Ramadan

Mengetuk Gerbang Langit

Puasa Ramadan adalah dustur ilahiyah untuk kemasalahan insaniyah yang akan membawa kepada kesejahteraan alam mayapada. Bulan ini penuh rahmat, berkat dan magfirah. Sehingga di sini semua pintu yang bisa membawa manusia ke neraka ditutup, sementara semua gerbang yang mengarah ke surga terbuka lebar.

Keampunan begitu dekat, kemurkaan Allah begitu jauh. Setiap detiknya ada makna, seluruh hari ada arti. Ramadan adalah lautan ilmu, samudera hikmah, dan belantara ilmu pengetahuan. Jarak langit dan bumi yang begitu jauh, di bulan suci ini akan terasa sangat dekat melalui sarana doa.

Sebab Rasulullah SAW bersabda bahwa salah satu doa yang diterima adalah doa mereka yang sedang berpuasa. Maka komunikasi antara manusia dengan Tuhan seyogyanya lebih intens di masa ini. Oleh sebab itu, jangan ada satu malam yang tersisa tanpa mengetuk pintu langit dan menyapa pemilik jagat raya dengan tasbih, takbir, dan tahlil.

Ramadan adalah tarbiyah ruhiyah yang holistic. Di bulan ini manusia diedukasi untuk menjadi manusia yang sesungguhnya. Meminjam ungkapan ahli falsafah dan Sastrawan Mesir Mustafa Sidik al-Rifai (1880-1937) bahwa puasa mendidik dan menumbuhkan rasa kasih sayang sehingga akan menghapuskan eksploitasi manusia terhadap manusia yang hanya berbasis kepentingan, seperti hubungan keledai dengan tuannya.

Keledai bekerja sekuat tenaga, sementara yang didapatkannya hanya sekadar rumput pengalas perut dari rasa lapar. Keuntungan terbesar justru ada pada manusia pemilik keledai tersebut. Begitulah kehidupan manusia di alam nyata, seringkali manusia memperbudak manusia yang lain, bahkan mandi di lautan keringat dan air mata sesamanya.

Pada akhirnya jurang pemisah antara kelompok the have dan the have no sangat terbentang luas. Di sinilah fungsi Ramadan mendidik manusia untuk saling berbagi berbasis keridaan Allah, Tuhan yang Maha Kuasa.

Training selama satu bulan ini akan memunculkan sifat ukhuwah sejati. Di mana manusia sesungguhnya seperti satu tubuh yang saling melengkapi. Bahkan manusia terbaik justru mereka yang paling banyak memberikan manfaat kepada insan yang lain. Seperti diungkapkan mantan Presiden Bosnia Alija Izetbegovic (1925-2003), puasa bukan sekadar masalah keimanan, namun juga masalah kepedulian sosial.

Hakikat puasa yang lain adalah humanisasi, di mana manusia menjadi dirinya sendiri dan mampu mengendalikan hawa nafsu agar berjalan sesuai dengan keinginan Tuhannya. Ada kalimat indah yang disampaikan pemikir Islam Mustafa Mahmud (1921-2009) bahwa Allah menciptakan seekor kuda untuk dikendarai manusia, bukan mengendarai manusia.

Begitu jugalah hawa nafsu, dia diciptakan untuk digunakan bukan justru menggunakan manusia. Manusia harus menjadi raja terhadap hawa nafsunya bukan sebaliknya. Adalah sesuatu yang wajar jika dikatakan bahwa melawan hawa nafsu itu adalah satu bentuk dari jihad, seperti hadis Rasulullah SAW: Jihad yang utama itu adalah seseorang yang berjuang terhadap diri sendiri dan hawa nafsu.

Jihad seperti ini tidaklah mudah, maka di samping upaya dan usaha perlu doa. Di sinilah peran mengetuk gerbang langit di bulan Ramadan agar kita menjadi insan bertakwa, mencerahkan, dan mencerdaskan semesta.***






Reporter: Redaksi Riau Pos Riau Pos

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Bukan Sekadar Lomba, Pacu Sampan 17 Agustus di Sungai Apit Punya Cerita Sendiri

Pacu sampan Sungai Apit menjadi tradisi kemerdekaan yang menyatukan warga, menggerakkan UMKM, dan terus dijaga…

17 jam ago

Pemerintah Buka Peluang PPPK Guru Jadi ASN, Rohil Masih Tunggu Regulasi

Peluang PPPK guru menjadi ASN mendapat respons BKPSDM Rohil. Pemkab masih menunggu regulasi resmi sebelum…

17 jam ago

AI Makin Canggih, Jurnalis Diingatkan Jangan Sampai Kalah dan Kehilangan Fakta

AI membantu kerja jurnalistik, tetapi jurnalis tetap wajib menemukan, memverifikasi, dan mempertanggungjawabkan fakta di tengah…

17 jam ago

Operasional 15 SPPG di Riau Dihentikan, Ini Alasan BGN

BGN menghentikan sementara 129 SPPG, termasuk 15 di Riau, karena belum memiliki Surat Penetapan KPM…

18 jam ago

Eks Kuasa Hukum PT SPRH Dituntut 14 Tahun, Kerugian Negara Capai Rp64,2 Miliar

Mantan kuasa hukum PT SPRH Zulkifli dituntut 14 tahun penjara dalam kasus korupsi dana PI…

22 jam ago

Kabut Asap Kepung Pekanbaru, 21 Puskesmas Kini Disiagakan 24 Jam

Pemko Pekanbaru menyiagakan 21 Puskesmas untuk menangani dampak kabut asap Karhutla dan memastikan pelayanan kesehatan…

22 jam ago